Wednesday, July 26, 2017

Anakku Sekolah Dini?Memang Perlu?

Hai Semuanya alhamdulilah kali ini #Minion muncul kembali setelah tertelan waktu liburan tempo lalu. Doakan ya kami berdua bisa konsisten nelurin #Minion sesuai harapan diawal dan utamanya baik saya maupun Mamih Sandra diberikan kesehatan aamiin.

Oke langsung saja nih kali ini kami berdua mau membahas tentang Sekolah Anak. Kebetulan anak saya sudah sekolah masuk ajaran tahun ini. Usia anak saya masih 4 tahun kurang 2 minggu lah. Keputusan saya memasukkan sekolah tentunya sudah saya fikirkan mateng banget. Tentunya hal ini bukan keputusan sebelah pihak dari saya akan tetapi juga keputusan bersama akang Suami.

Mau Baca punya Mamih
Kapan sebaiknya anak sekolah

Pasti banyak yang bertanya “kenapa kok sudah disekolahkan”?bukannya nambah anak malah Neyna disekolahin? atau nyinyiran “ckckck Tega amat uda nyekolahin” atau dengan sindiran “ngapain masuk TK mahal-mahal sama aja kali TK siy”.

Yups semua itu pasti ada saja sampe ke telinga saya karena keputusan menyekolahkan anak di usia dini menuai Kontra meski ada juga yang Pro *akang suami doang 😆. Begini teman-teman, sekali lagi saya tidak ingin membenarkan apa yang saya lakukan namun juga saya tidak menutup dengan semua pendapat maupun saran-saran yang berseliweran perihal ini. Saran dari psikolog ter-femes sampe saran dari yang terdekat menjadi pertimbangan bagi saya. 



Seperti salah satu pendapat dari teman kece saya Psikolog *Lily Anggraeni* perihal sekolah untuk anak, mau tahu?begini pendapatnya :

“Sebenarnya kalau anak disekolahkan sejak dini tapi kegiatan atau tuntutan di sekolah sesuai dengan usia perkembangan anak maka boleh-boleh saja. Untuk saat ini, fenomena yang terjadi adalah banyaknya ibu-ibu muda yang bekerja sehingga tidak bisa mengasuh anak secara langsung tapi tidak punya ART atau ART yang bisa dipercaya untuk mengurus anak.

Maka ibu-ibu tersebut memasukkan anaknya ke baby school atau misal ada ibu-ibu yang belum siap dengan banyaknya tuntutan pekerjaan rumah dan mengurus bayi/balita sehingga merasa tidak waras, dan berupaya mencari kewarasan dengan memasukkan anaknya ke sekolah dini. Lalu muncul pertanyaan-pertanyaan “oh anaknya masuk baby school ya umur 18 bulan?wah memang boleh ya sekolah sejak umur segitu?” nah itu kita kembalikan lagi dengan melihat kesesuaian kurikulum di sekolah dengan kebutuhan anak tadi.

Jadi, sebenarnya tidak hanya usia yang menjadi patokan untuk orang tua memasukkan anaknya ke sekolah akan tetapi juga kurikulum untuk anak yang diberikan di sekolah. Usia 4 tahun sendiri pemenuhan kebuthan belajarnya masih bisa di penuhi di rumah, Cuma masalahnya tadi tidak semua orang tua mampu secara waktu, tenaga ataupun PENGETAHUAN.

Apabila dari karakteristik sendiri sih, anak sudah lebih mandiri dan punya kemampuan berfikir yang minimum untuk bisa belajar dan berinteraksi secara social adalah usia 4 tahun. Secara perilaku, anak usia 4 tahun sudah mulai bisa mengerti hubungan sebab-akibat, sudah bisa pergi ke toilet sendiri, sudah bisa bermain bersama, mengantri dan mau menunggu giliran.

Secara bahasa, anak usia 4 tahun juga sudah bisa mengungkapkan kebutuhannya secara jelas. Kalau mau lebih nyaman lagi memasukan anak sekolah usia 5 tahun mereka sudah lebih matang untuk belajar.”

Kemudian saya pun bertanya perihal masalah adanya yang mengatakan jika sekolah terlalu dini kelak anak akan merasa bosan nah seperti itu bagaimana?

Jawabannya dari beliau : “ Pertanyaannya adalah (lah tadi jawaban sekarang pertanyaan consist please :p) apa kegiatan yang dilakukan di sekolah sampe anak bosan?apakah kegiatannya berulang dan begitu-gitu saja disetiap semesternya?mungkin itulah yang membedakan sekolah yang harganya biasa dengan yang mahal karena keanekaragaman aktifitas juga mempengaruhi. Dan juga aktifitas yang diberikan harus sesuai tugas perkembangan, karena bosan bisa dua sebabnya yakitu kegiatannya tidak menantang atau kegiatannya terlalu sulit”.

Dan pertanyaan selanjutnya dari saya “apakah ada tolok ukur untuk melihat kesiapan anak sekolah?”

Jawaban : “Ada tes untuk melihat kematangan anak umumnya dilakukan saat anak akan masuk SD. Kalau anak pas TK lebih kepada evaluasi perkembangan. Kalau masih ada aspek dengan GAP yang besar jadi bisa ddi fokusin lagi ke pengembangannya.

Misalnya, Di SD sangat dibutuhkan keseimbangan sebagai dasar untuk konsentrasi dalam belajar. Pas di TK dilihat, keseimbangan anak udah sesuai dengan umurnya apa belum?kalau belum nanti kegiatannya lebih banyak di fokusin ke perkembangan keseimbangan. Seperti : Jalan di balok titian, engklek dsb.

Atau kalau Nampak sepele tapi penting, anak belum paham kanan-kiri, koordinasi motorik belum bagus padahal itu penting untuk modal anak membaca dan menulis maka anak lebih banyak diajak untuk kegiatan-kegiatan motoric seperti senam, menari, tebak gerak dan sebagainya”

Gimana temans?sudah bisa ditarik intisarinya?silahkan merenungi masing-masing yah ssstttt ga perlu dibisikin ke yang lain apalagi kepada si nyinyir khawatir bikin ketar ketir karena tersindir *apa coba* 

Kalau teteh Bella sendiri gimana?nah kalau saya mengapa akhirnya memasukkan anak ke sekolah?jadi gini saya sangat mengetahui kondisi Neyna, kalau boleh saya jabarkan sebagai berikut :


  • Neyna memiliki adaptasi yang lambat dalam arti ia membutuhkan waktu untuk bisa menerima lingkungan baru dengan mudahnya
  • Neyna hanya bersosialisasi dengan kedua kucing kami  dan ART kami saja selepas saya dan akang suami bekerja. Padahal Neyna cukup cerewet bercerita kasian kalau pendengarnya cuman dua ekor kucing yang makannya ga pernah kenyang 😉
  • Kondisi lingkungan rumah, kami tinggal bukan di komplek perumahan yang memiliki anak-anak sebaya, karena lingkungan rumah kami dikelilingi kebun dan pohon bambu (bilang saja kampung hehehe) temannya hanya sepupunya yang sudah sekolah
  • Neyna sudah memiliki keinginan untuk sekolah karenanya saya coba diusianya 3 tahun 4 bulan ikut sekolah ngaji dan menginjak usia 3 tahun 11 bulan saya masukin TK A
  • Neyna masih malu-malu kucing jika bertemu dengan orang baru 

Dan dari saya sendiri sadar belum mampu memberikan fasilitas bermain yang mumpuni yang bisa membuat Neyna makin bereksplor mengembangkan kemampuan motoriknya.

Dari keadaan seperti itu saya melihatnya kasian jika mengganggur di rumah dengan rutinitas yang monoton. Dan saya sempat baca-baca artikel namun belum sampe baca bukunya seorang psikolog dari Amerika Serikat, David Elkind, dalam bukunya yang berjudul "Hurried Child, Growing Up Too Fast Too Soon". Didalamnya membahas tentang Hurried Child. 

Noooo saya bukan ingin menjadikan Neyna mengidap syndrome Hurried Child yakni memaksakan kehendak dan harapan saya sehingga mempercepat perkembangannya menjadi tidak sesuai dengan tahapan usianya. Meski memang ada kekhawatiran saya jika anak saya ke-tua-an kalau masuk sekolah yang pada akhirnya bisa kena bully. 

Atau beberapa ambisi pribadi saya yang ga kesampean waktu masih kecil kemudian saya lampiaskan ke Neyna?NO saya bahkan tidak memikirkan seperti itu biarlah ambisi saya selagi kecil menguap bak kentut yang nyaring bunyinya.

Namanya ortu yes? saya pengen tentunya yang terbaeekss untuk si Cintah. Dan masih menurut David Elkind, “jika orangtua mampu menyediakan pendidikan anak usia  pra sekolah di rumah, cukup kompeten serta punya dedikasi, dalam pengertian cukup waktu dan energi untuk menstimulasi anak secara khusus. Sebenarnya preschool tidaklah penting. Terlebih jika lingkungan rumah memungkinkan anak bermain dengan teman sebaya dan bertemu orang dewasa selain orang tua. Namun jika kondisi yang terjadi justru sebaliknya,  itu tandanya preschool menjadi hal yang penting.” *dicomot dari mommiesdaily

Dan akhirnya saya menyekolahkan Neyna di TK dengan kurikulum yang saya suka, fasilitasnya mendukung meski biayanya bikin saya dan akang suami berjanji saling support untuk mencari uang 😊

Jadi masihkah mau menghujat saya sebagai teteh bella orang tua yang tega?itu mah terserah temans hahaha diakui teteh bella syukur sebagai orang tua yang mau berikan yang terbaik atau yang tega mangga feel free saja. Karena bagi saya menyekolahkan anak itu disesuaikan dengan kebuutuhan serta kemampuan saya maupun akang suami sebagai orang tuanya

Akhirul kalam tulisan ini saya buat sekali lagi bukan untuk membela apa yang saya yakini akan tetapi saya mau sampaikan “Anakku sekolah dini, memang perlu?” kalau saya PERLU. Ada yang mau share yuk share yu….



106 comments:

  1. Wah ada baby school ya Teh? Aku gatau heu btw kalimat biarlah ambisi saya selagi kecil menguap bak kentut yang nyaring bunyinya bikin pengen ketawa hihi. Teh Bella kan Psikolog juga ya pasti tau yg terbaik utk Neyna^^ semangat terus, selamat jadi macan ternak (mama cantik antar anak) sekolah eaa hhe

    ReplyDelete
  2. Masing-masing orangtua punya pettimbangan masing-masing ya buat memutuskan anak bisa sekolah dini atau tidak. Dan satu sisi juga harue mempertimbangkan psikologi anak. Apakah anak nyaman atau tidak. Bener kan bener? Hhehehee

    ReplyDelete
    Replies
    1. benar sekali tuh mba, dan apakah anakknya juga mampu untuk sekolah seperti itu :D

      Delete
  3. Sosialisasi dan ketemu orang banyak di daycare tetep ngga ngaruh buat Raya hahaha, ntah kenapa tiap ketemu orang baru selalu menciut kayak putri malu. Makanya aku masih galau mengabulkan permintaan Raya buat sekolah... #tatapnanarkelangit
    Semoga Neyna betah & hepi2 selalu di sekolahnyaaaa..

    ReplyDelete
  4. Hem.. manggut2 bacana Mbak Herva. Anakku yg cukup usia pas sekolah udah langsung paham sekali tanpa belajar njenuk di depan meja belajar. Yang kedua hanya beda bulan (pas masuk sekolah) penalarannya masih jauh. Tapi kalo hitungan cepat nangkep. Beda2 ya

    ReplyDelete
  5. aku belum punya anak sih, nikah juga belum *ah malah curhat hahaha tapi ilmunya manfaat pisan teh buat dipalikasiin nanti. makasih teh Herva :D

    ReplyDelete
  6. iya bener tuh tergantung kondisi si anak ya menyekopahkannya diusia dinipun gak masalah.

    ReplyDelete
  7. Saya dulu jg disekolahin TK, sebenarnya TK itu kan taman kanak-kanak, taman bermain sekaligus belajar. Jadi apa kata mereka, anggap saja angin lalu. Sebab, hanya orangtua yang tau apa yg terbaik buat anak2nya

    ReplyDelete
    Replies
    1. iyes krn orangtua yang lebih tahu kemampuan dan kebutuhan anak2nya makasi mba sharingnya :)

      Delete
  8. kata2 sekolah yg membuat kita berpikir bahwa sekolah tempat belajar. pdhal klo sebetulnya sekolahnya itu dikemas sesuai dg tumbuh kembang dna kebutuhan anak2 di usianya masing2, tidak terlalu masalah yaa.
    masalahnya banyaknya sekolahnya msh konvensional pdhal usia dini adalah usia bermain jd sekolahnya sebaiknya memang isinya bermain

    ReplyDelete
    Replies
    1. makanya kita jeli dengan kurikulumnya y mba dan juga tidak memaksa :) makasih sharingnya mba Ophi

      Delete
  9. Iya sih, tinggal kitanya aja bisa berpikiran positif atau enggak

    Kadang kita mikirnya negatif ke si ibu itu, padahal pastilah si ibunya sendiri lebih tau kondisi anaknya daripada kita

    ReplyDelete
    Replies
    1. itu pointnya makasi mba Rhos sudah mampir :)

      Delete
  10. aq baru tahu ada baby school. tingkatan sekolah anak aja baru ngeh akhir-akhir ini, krn dulu taunya tk-sd-dst,, kalo sekarang ada yang lain juga,, perlu gak perlu sekolah dini, tergantung orang tua yah teh kalo menurut aq, yang paling tahu dan mengerti kebutuhan dan kemauan anak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iyes betul mba sesuaikan dengan kebutuhan dan kemauan :) makasi sudah mampir mba ^^

      Delete
  11. Dari 3 anakku hanya si sulung yang sekolah dini. Sebelum genap 4 tahun sudah sekolah. (Mau bilang 3 tahun kok terlalu dini ya..hihi). Sore ngaji berangkat sendiri. Jarak dekat sih. So far tidak ada masalah.

    Menurutku sih sekolah itu relatif ya anak siap sih nggak masalah. Setiap anak kan beda. Sedangkan anakku yang kedua masuk TK pas umur 4 tahun. 2 thn kemudian mau masuk SD kok kelihatan nggak siap. Jadi TK sampai 3 thn. Dan anaknya juga baik2 saja selama di TK itu. Ada kok beberapa teman yang seperti itu. Jadi kalau masuk SD diusahakan sekali agar anak2 siap.

    ReplyDelete
  12. Ndak masalah anak usia dini sudah sekolah, toh jaman pun sudah berubah. Anak sekarang TK aja udah bisa spik enggres. Usia matang anak berbeda pada setiap anak dan setiap jaman.

    ReplyDelete
  13. Setiap anak itu punya kesiapan sendiri siy. Semua itu relatif

    Kakak umur 4 th masuk PG ternyata gak siap, Nangiiiis ya udah stop. Baru 5 tahun masuk TK

    Adik umur 4 th masuk PG. Masuk siy masuk tapi ya gitu banyak bolosnya. Umur 5 masuk TK, lumayan ada kemajuan dari PG.Masuknya agak mending

    Kan setiap ortu pasti udah mempertimbangkan.Selama anak siap, gak dipaksa masuk dan materi pembelajaran sesuai serta menyenangkan buat anak... Gak salah juga kan

    ReplyDelete
  14. Semangat terus ya Neyna dan family :)

    ReplyDelete
  15. Belum punya anak, tapi manfaat banget ini postingannya. Makasih sharingnya ya Mba..

    ReplyDelete
  16. Kesimpulannya, pertimbangannya pasti panjang. Dan ortu harus punya dasar pemahaman dan pengetahuan yang bagus, ya Mbak.

    Gak boleh asal men-judge kepada ortu yang memutuskan menyekolahkan anaknya sedini mungkin.

    ReplyDelete
  17. kalau menurut saya patokan usia saja masih belum cukup, harus memperhatikan kesiapan anak untuk sekolah juga. Terkadang usia 4 tahun tapi anak belum siap utk bersekolah maka tidak perlu dipaksakan dulu. Bisa jadi usia masih 3,5 tahun tapi sudah lebih siap untuk bersekolah

    ReplyDelete
  18. Aku sih mendukung sekolah dini dengan alasan anak butuh sosialisasi dengan teman seumuran. Selama lebih banyak bermain dan anak punya banyak waktu dengan orangtuanya.

    ReplyDelete
  19. Selamat sekolah neynaaaa, jd ngebayangin neyna klok plg sekolah, pasti ceriwis nyeritain kegiatan nya di sekolah ya teh bella *aseg,
    Aku, klok dlm posisi spri dikau mbk, dan dg karakter anak seperti neyna gitu, mgkin jg aku milih nyekolahin sejak dini mbk. Dah yg nyinyir2 lewatin aja, :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. makasi mak Ken :) iya dilewatin ditungguin diujung jalan pengkolan ahahha

      Delete
  20. PAda intinya orang tua yang lebih tau akan kondisi dan perkembangan anaknya. Tapi ya itu, kadang orang tua balas dendam dimasa kecilnya sehingga dilampiaskan keanak, anak dituntut harus pintar dan harus sudah berhitung dan membaca. Nah masalahnya sekarang sekolah dengan kurikulum yang aneh, pikiran anak dijejeli pelajaran yang berat.

    ReplyDelete
    Replies
    1. betul makanya mesti milih kurikulum juga makasi sudah sharing :)

      Delete
  21. iya mbak setuju pendapatnya...selamat ya neyna udah sekolah

    ReplyDelete
  22. Di tempat ku paling early banget adanya playgroup, cuma anak gak ku masukin dulu ke PG, sekalian aja nanti TK, kebetulan klo di rumah masih banyak teman anak kecil jadi masih banyak aktivitas bersama teman-temannya

    ReplyDelete
  23. Apa kabar aku yg masukin Fylly ke paud umur 2.5 thn yak :p. Tp dulu itu tujuanku masukin fylly bukan maksa dia belajar mba. Hanya pgn fylly bersosialisasi dan berteman dengan anak2 sebayanya. itu aja. Dr awal udh bilang ama gurunya, jgn paksa fylly belajar baca, huruf ato berhitung. Blm wktnya. Biar aja dia puas2in main di paud. Ini jg supaya anaknya ga bakal jenuh dan ttp semangat k sekolah :) ..kalo skr sih dia udah tk. Udh mulailah belajar dikit2.. Tp ttp aku blm mau paksain. Untungnya sih sekolahnya yg skr bgs cara ngajar guru2nya mba. Pinter interaksi dan membujuk murid2nya. Makanya fylly blm ada tanda2 males k sekolah jg sampe skr :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. alhamdulilah semoga Fylly rajin y mba :) makasi sahringnya mba Fanny

      Delete
  24. Orangtua yang lebih ngerti tentang mana yg terbaik untuk anaknya dengan berbagai pertimbangan. Kalau dengerin omongan orang gak habis2 pasti adaa ajaa y mbk..hehehe..
    Yang terpenting anak nyaman & enjoy dengan aktivitasnya. Cemunguudhh 😘

    ReplyDelete
    Replies
    1. yes desrait mb Enny makasi sharingnya :)

      Delete
  25. Iya sih emang kembali lagi ke kondisi masing-masing ortu dan anaknya sendiri, yg paling tau kebutuhannya, dan yang terpenting yang mau menjalaninya. So, kita gak boleh menghakimi orang lain dong ah :D
    Salam buat Neyna ya, Mbak. Semoga selalu semangat bersekolah :*

    ReplyDelete
  26. Setiap orangtua memang berbeda-beda caranya ya, Teh. Ada yang seperti Teh Herva, dan ada juga yang memang menunggu umur yang cukup untuk di sekolahkan. Meskipun aku belum punya anak, eh, jangankan anak, belum menikah..hehe

    Baca hal yang seperti ini setidaknya bisa buat pelajaran dimasa depan kelak ketika sudah berkeluarga dan punya anak.

    Selain pentingnya sekolah dini, orangtua juga sangat penting dan memperngaruhi si anak. Khususnya ibu, seperti teh Herva ini. Ibu merupakan madrasah pertama bagi anak-anaknya ya, Teh :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul Kang Andi makasi sharingnya y :)

      Delete
    2. Sami-sami, Teh Herva :)
      Kalau baca ini, kenapa ya, selalu berhenti diakhir, lihatin terus tuh si minion ciumin aku, Eh, kaca..haha

      Delete
  27. Bener banget itu, umur anak masuk sekolah relatif..tergantung kebutuhan dan sikon, hihi.. Saya sendiri belum sekolahin anak saya yg dua bulan lagi genap 4 tahun. Bukan krn takut dia bosan di kelas, tapi saya aja yg blm siap jauh dari dia..haha lebayy.. Soalnya dia juga jarang bgt ketemu ayahnya,, tapi kami sepakat tahun depan udah harus masuk TK. Saat ini paling saya seringin ajakin ketemu orang2 sama main di playground yg banyak anak2nya..hihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. hihihi yang terpenting memang mba sebagai ortu paham akan kondisi anak y mba :) makasi sudah sharing

      Delete
  28. belom punya anak :( jangankan anak pacarpun belom punya mbakkkk :( gimana dong ko jadi baper ya ? :v

    Dan Sepertinya menjadi orang tua itu sangat berat ya Ya Ampun jadi inget emak yang berjuang membesarkan diriku, hemm ... dan pemaparan di atas cukup jelas buat bekal nanti saya menjadi orang tua yang baik wkwk

    salam kenal ya mbak

    ReplyDelete
    Replies
    1. wkwkwk duh bolehkah saya sebut JONES? :D sabar y mblo jodoh pasti bertemu klo kata bang Afgan

      Iya jadi ortu itu memang berat tapi ga seberat truk pengangkut pasir asalkan kita enjoy dan bersyukur *aseeek

      salam kenal juga y

      Delete
  29. wah neyna sama dengan Abang Fi ya. Adaptasinya lambat. Padahal fikri sering saya ajak jalan biar bisa bersosialisasi. Tapi mgkn karena sama dengan Neyna, lebih sering ditinggal di rumah dengan kegiatan monoton.

    jadi ilmu buat Adek Fi nih.. biar ga kejadian kayak Abang.

    ReplyDelete
    Replies
    1. alhamdulilah 2 minggu sekolah sekarang Neyna uda mau sekolah sendiri jadi baper tadi emaknya nengok dia cuek hahaha

      Delete
  30. Perlu dan tidak perlu itu tergantung keadaan dan kondisi anak dan lingkungan.
    Contohnya aja yg terjadi sama aku.
    Dhia, sekolah dari bayi karena ikut aku ngajar di TK. Sedangkan Akram, karena aku di rumah pengangguran jadi nggak perlu disekolahin sejak kecil karena udah sekolah sama aku di rumah.

    Pastinya kita tahu itu (sekolah sejak dini) perlu atau enggak, ikutin aja insting kita masing2 ya teteh Bella.

    Cemunguuud :*

    ReplyDelete
    Replies
    1. yes mba Wien semuanya fleksibel :)
      makasi sharingnya mba ^^

      Delete
  31. Catatan buat saya juga nih nanti.. Nice Info Teh Bellaaaa...xixi..

    ReplyDelete
  32. Yuuppp...semua dibalikin maning ke kondisi masing2 keluarga ya teh deblo #egimana, uhuhk
    Klo sekiranya neyna bakalan lebih enjoy en banyak ilmu dg disekolain sekarang ya itu kebijakan keluarga mb herv, omongan orang bisa jd masukan tp klo uda mengatur langsung bilang aja emang sikonnya ga sama hihi
    Btw selagi neyna di skul, boleh tuh itu kucing biar saia aja yang ajakin ngobrol wakakk

    ReplyDelete
    Replies
    1. wkwkwk uceeet deh masih inget aja nama panggilan akyu :D mb NIt..
      makasi mb NIt masukannya :)
      beneran mb tuh ambil si Toby hahaha

      Delete
  33. malika mulai ku masukin ke PAUD pas usia 4th, supaya dia belajar bersosialisasi sama orang banyak dan sekalian main2 sambil belajar. Secara gak langsung sebenernya anak akan belajar banyak tanpa kita sadari. saya gak pernah benar2 niat ngajarin baca A I U E O sih, tapi karena dia interest akhirnya ya mau ga mau PAUD memberi peluang anak untuk belajar. dan gak pernah nyesel nyekolahin anak sejak dini...

    ReplyDelete
    Replies
    1. makasih banyak sharingnya mba :) hebat Malika ^^

      Delete
  34. Saya mah, apapun yg bikin anak nyaman ya dukung :)

    ReplyDelete
  35. Wah...iya kasihan kalau Neyna ngobrol ama kucing. Gpp disekolahan, benernya bukan sekolah sih, sosialisasi, bertemu teman sebaya. Cucu saya, Bara, dimasukkan ke toddler class sejak 20 bln, krn dia GDD (global development delay). Bertemu banyak teman sebaya memacu dia u tumbuh kembang mengejar ketinggalan. Kalau di rumah, cuma berdua Mamanya. Dan Bara sukaa banget kucing (tetangga). Hehe...ga nyambung ya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya ibu makasi Bu Hani sharingnya :)

      Delete
  36. mau sekolah umur berapa dan di mana boleh-boleh aja asalkan orang tua sudah cari info tentang sekolah tujuan dan tetap pantau perkembangan anak. Jadi ga cuma disekolahin trus tanggung jawab orang tua selesai.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iyes mamak SID betul sekali :) makasi sharingnya mba

      Delete
  37. tenang aja, jangan kawatir dibilang tega dan lain2, karena kita yg tau yg baik buat anak gmn, mom yang ngerawat dari umur 0, kalo ngasih tau sie ok.. tapi klo orang lain bilang A I U E O.. biarin aja..

    ReplyDelete
    Replies
    1. iyes mba hempaskan yang vokal hahaha makasi masukannya mba

      Delete
  38. Dulu Marwah aku masukin TK A 5thn, TKB 6 tahun jadi ga dimasukin paud karena liat sosialisasi Marwah udah lumayan jadi ga perlu sekolah dini hehe. Dulu juga masukkin Marwah 7 thn ke SD dibilang kasian anaknya ketuaan masuk SD, lah gimana saya dong kan anak - anak saya wkwkwk, jadi eemosi

    ReplyDelete
    Replies
    1. wkwkwk sabar teh nu sabar sok lebar :D

      Delete
  39. setuju ini. tinggal ortu pinter2 nyari sekolah yg kurikulumnya sesuai dg perkembangan anak. anakku th depan masuknya va

    ReplyDelete
    Replies
    1. iyes Na semoga ketemu y sekolah impian :)

      Delete
  40. Sekolah Dini untuk anak adalah di rumahnya sendiri, karena proses ia mencerna, melakukan sesuatu terhadap apa yang dia lihat. Usia 2-5 Tahun adalah tugas Ibu dan Ayah untuk mengajari, tahap ini lah yang penting dalam kehidupan seorang anak.

    ReplyDelete
  41. Setiap ortu pasti punya pertimbangan knp harus masukin anak sekolah..atau tidak..

    Yang jelas jangan sampai memporsir otak anak...

    Tapi pasti sekolah tahu..pendidikan/pelajaran seperti apa untuk anak usia dini..

    Gak mungkin tak disuruh ngapalin kali1 9 hahahaha..

    ReplyDelete
  42. Saya duluu masuk TK umur 4,5 taun mbaaj wkwkw ikut" an kakak soalnyaa. . Terus ya gtu lebih banyaak mainnyaa sampe skrng wkwkwk. .

    Ayah sama ibu gak pernah maksa saya buat sekolaah cuman karena liat kakak kok asik pake seragam akhirnya saya ikutan deeh.suksesss teruss buat neyna cantikk sekolahnyaa. . Stay happy pokoknyaa 😘😘

    ReplyDelete
  43. Hai Teteh Bella, salam kenal ^^ mengaminkan do'a teteh dan mamih supaya konsisten jadi gie sebagai (calon) istri dan ibu bisa nambah belajar ^^
    Emang sih semua kembali ke kebutuhan anak ya teh dan kita sebagai orang tua (harus) paling tau kondisi anak. Sehat2 terus Neyna ^^

    ReplyDelete
  44. Masalahnya Alfi hampir sama dengan Neyna Mbak, makanya merasa perlu banget masukin anak ke Paud. Kebetulan sekolahnya Alfi mainan maupun kurikulumnya setara dengan sekolah2 mahal meskipun tempatnya di kampung dan bayarnya jauh lebih murah. :)

    ReplyDelete
  45. Kemaren pas mau tahun ajaran baru anakku keliatan masih "bayi" banget.. akhirnya memutuskan untuk nunda sekolah, eh tiba-tiba sekarang dia nunjukkin kesiapan buat sekolah. Tapi pedaftaran udah lewat jadi tetep ditunda sampe tahun depan :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. gpp mba biar semakin mau dan matang :)

      Delete
  46. Kalau saya malah baru masukin anak ke TK usia 6th. Tua amat buuuk. Hahaha. Soalnya memang anaknya sendiri yang belum mau sekolah. Dan saya juga stay at home mom, yang kebetulan mantan guru TK. Jadi, Wafa maunya sekolah di rumah aja sama Bunda xD. Pas 6th baru mau, karena sekolahnya masyaAllah, bagus. Jadi dia love at first sight gitu deh. Uhuk.
    Lagi-lagi, perkara parenting itu sesuatu yang sangat personal. Tergantung masing-masing keluarga. Jadi tak usahlan saling menjudge. Bukan begitu, Teteh Bella? :*

    ReplyDelete
  47. Why not? Saya selalu percaya kalau setiap anak berbeda dan mereka memiliki kemampuan serta kebutuhan masing-masing. Early exposure dalam bentuk sekolah sah-sah aja ya mba..

    ReplyDelete
  48. iya tuh teh, sha sempet bosen sekolah karena gitu2 aja, ga menantang hahaha

    ReplyDelete
  49. Selama memebrikan konribusi buat perkembangan anak sih jalani aja ya mba, apakah di sekolah dini, di rumah di asuh sendiri, atau yang lain

    ReplyDelete
  50. Nganu Teteh Bella. Memang di jaman sekarang ini masih ada yg beranggapan kalau yg namanya sekolah itu baca nulis ngitung, trus pulang dikasih PR se-abreg2. Lah baby and toodler school mah ya beda, hahah... Anak diajarin nyanyi, nari, make sepatu, ngancingin baju. Intinya mah ya kreatifitas dan kemandirian. Bunda guru banyak ngasih nasihat untuk anak2. Kalau masalah mahal, selama sanggup ya cari duit emang buat anak kan. Moga Teteh Bella dan suami rezekinya selalu dimudahkan ya.

    ReplyDelete
  51. Keponakanku sekolah sejak usia 4tahun karena mereka pengen sendiri Mbak. Dan keluarga membiarkannya untuk sarana sosialisasi dan tahap bermain tana memaksakannya. Kadang juga bosen dan ga masuk sekolah 😃.
    Jadi memang ortu harus andil sih pada tiap2 anaknya

    ReplyDelete
  52. Yes,,. Bnr bngt dn itu terjadi sama anakku yg pertama mba Aku sklhn waktu usianya 2.5 th, dan pas SD tenyata bosen smpt bilang abang cape sklh terus bun,,. Lah,,. sempet bingung tp untungnya d Bantu sm guru du bujuk2 dn skrng Aku masukin pesantren sesuai keinginan dia,.Karena sistem bljrnya gk duduk d kelas,.

    ReplyDelete

Selesai baca yuk tinggalin jejak komennya ^^
Haturnuhun

 

Bunda Nameera's Blog Template by Ipietoon Cute Blog Design