Friday, October 21, 2016

On Job Training di Toko, Siapa Takut?

Tepatnya tahun 2010, setelah saya memutuskan resign dari tempat kerja sebelumnya akhirnya saya lolos mengikuti serangkaian tes dan interview user yang mengubah status saya menjadi Karyawan. Sungguh tak terduga dari bayangan karena saya bisa diterima menjadi bagian di tim recruitment & selection salah satu ritel terkemuka di Indonesia dengan icon Lebah unyu tersebut.

Menjadi karyawan baru tentunya ada tradisi yang harus saya lewati disana agar memahami sekali jobdesc sebagai recruitment. Tradisi tersebut adalah training, selain mendapatkan training seputar knowledge mengenai human capital khususnya mengenai Planning and Development. Ternyata manajemen memutuskan saya dan rekan-rekan dalam batch training tersebut harus mengikuti training tentang Toko setelah pembelajaran Planning and Development selesai. Karena core business kantor saya dahulu ya ada di Toko Minimarket tersebut.

Training pengenalan seputar toko saya ikuti dengan menggunakan atribut pakaian hitam putih lengkap dengan sepatu dan kaos kaki hitam. Bagi saya menggunakan pakaian hitam putih ke kantor tidak seperti biasa itu adalah tantangan, terlebih memasuki area kantor seringkali mendapatkan perlakuan yang tidak enak sama security kantor. Mereka selalu galak bagi mereka yang berpakaian hitam putih dikarenakan mereka yang berpakaian hitam putih adalah para pramuniaga dan kasir.

Saya pun kena marah security karena selalu menggunakan sweater (kutandai kau pak hahaha). Namun akhirnya reda pula kemarahan security setelah tahu bahwa saya bukan kasir beneran. Training in class pengenalan seputar toko sangat membingungkan bagi saya yang bukan passionnya. Saya mengikutinya juga setengah hati terlebih tidak nyaman dengan kerudung yang harus dimasukin, baju hitam putih plus pantofel dan kaos kaki hitam bikin gerah.


Saya bersama beberapa rekan 1 batch pembelajaran P&D

Beres training inclass seputar toko dan pengoperasian mesin kasir, saya kira berakhirlah sudah pembelajaran saya sebagai karyawan baru dan bisa mulai menjalankan rutinitas saya sebagai recruiter. Dugaan saya salah, manajemen mengharuskan saya OJT terlebih dahulu di toko selama 10 hari dengan sistem shift yang tidak boleh shift pagi terus menerus tetapi juga bergantian hingga merasakan shift malam. Rasane mau pingsan denger arahan mentor kami seperti itu bak diajak foto selfie sama si Ganteng Reza Rahardian tapi saya belum mandi dan make up-an *kebayang kan :D

Salah satu penentu kelulusan sebagai karyawan baru ditentukan keberhasilan saya OJT selama di toko. Maka dengan hati gundah gelisah saya memilih toko minimarketnya yang ada di Bekasi dekat dengan rumah tapi ga terlalu keliatan tetangga. Yes karena saya malu kalau ketauan sama tetangga saya yang tadinya nganggur ko sekarang jadi kasir minimarket. Maklum tetangga suka menyinyir xixixi.

Hari pertama saya OJT di toko, saya bertemu dengan kepala toko dan memberikan surat penugasannya. Lalu saya langsung disuruh elapin rak-rak toko, "ampun deh baru juga dateng suruh ngelapin produk dan rak" membatin saya kala itu. Namun demi kelulusan maka mau tidak mau saya lakukan. Setelah beres ngelap yang menguras tenaga rasanya saya pengen banget duduk tapi ternyata di meja kasir itu tidak disediakan kursi. Yap silakan dibayangin seharian kerja berdiri karena aturannya memang demikian.

Menjelang siang karena melihat saya yang sudah keletihan kepala toko memberikan kursi agar saya bisa istirahat duduk. Walaupun sebenarnya tidak diperbolehkan namun beruntung karena saya bukan kasir sebenarnya akhirnya lega bisa duduk juga. Namun sayang belum juga saya duduk tiba-tiba saya dikagetkan dengan kedatangan kasir senior dengan muka garang sambil menendang tong sampah seraya berkata "itu anak baru enak banget duduk-duduk".

Saya langsung bengong melihat sikap kasir senior tersebut sambil melenggang ke ruang belakang sambil dumel. Dan akhirnya sikapnya melunak setelah tahu saya bukan kasir sebenarnya. Takut kali ya ada anak Head Office dikirimin ke toko hahaha. Hari pertama dilalui dengan kaki pegal-pegal ingin rasanya besok ga kembali ke toko tapi mengingat kembali mengenai kelulusan karyawan maka semangat itu muncul lagi.

Di hari ke-3 saya OJT, siang itu toko sangat sepi memang toko rame menjelang sore hingga jam 8 malam. Biasanya yang berjaga di satu shift minimal ada 1 kasir dan 2 pramuniaga. Siang itu 1 pramu sedang istirahat dan 1 pramu lagi sedang stock opname harian keliling rak. Maka sayalah yang berada sendirian di meja kasir. Lalu datanglah konsumen seorang pria di tangan kirinya menggenggam sebuah botol.

Pria itu bertanya kepada saya "Mba ada minyak pelumas ga?" sambil berbisik. Saya yang masih newbie mengira pelumas yang dimaksud adalah Oli buat motor. Lalu saya menjawab "owh oli y pak?" jawab saya polos. Si pria itu berkata "bukan mba yang begini" sambil menyodorkan botol yang ada digenggaman tangan kirinya. Saya hanya bisa mengeryitkan dahi karena belum pernah melihat botol seperti itu. Karena saya tidak tahu maka saya memanggil pramu yang sedang SO tersebut.

"Mas ada yang nyari pelumas beginian, ada ga?" teriak saya. Lalu pramu mendekati si pria itu dan bertanya "pelumas apaan y pak?" pria itu menjawab "itu loh pelumas buat burung saya" setengah berbisik namun cukup terdengar oleh saya. Rekan pramu saya langsung berkata "maaf pak disini ga jualan yang begituan coba ke apotek" jelas rekan pramu. Si pria hanya ber"owh" lalu pergi begitu saja. Dan saya langsung ngakak berdua dengan rekan pramu. Gilani tuh bapak-bapak mana ada minimarket jualan begituan.

Kejadian salah tafsir juga terjadi lagi saat saya sedang berjaga di meja kasir sendirian. Kala itu seorang ibu berkerudung tergopoh-gopoh memasuki toko dan langsung menuju saya. "Mba fiesta dimana?" tanya ibu tersebut. Lagi-lagi saya yang newbie dan polos ini menyangka Fiesta itu adalah produk chicken nugget itu. "Owh disini belum ada bu kalau chicken nugget" saya mencoba menerangkan. Muka si ibu memerah seperti mau makan saya atau karena malu.

Tak jauh dari meja kasir ada rekan kasir lain yang mungkin mendengarkan percakapan saya dari awal langsung mendatangi saya dan menunjuk barang yang ibu itu minta. Si ibu langsung mengambil dan membayar lalu pergi tanpa berkata apa-apa lagi. Saya baru tahu ternyata Fiesta yang dimaksud adalah alat kontrasepsi. Saya ngakak bersama rekan kasir kala itu.

10 hari OJT di toko memberikan banyak pengalaman berharga untuk saya. Kebersamaan bersama tim, menumbuhkan rasa tanggung jawab, merasakan sekali capek, merasakan komplain konsumen, merasakan pulang malam, merasakan bagaimana mengelap rak, menghitung uang jangan sampai minus. Meski menguras banyak tenaga tetapi saya merasakan jerih payah teman-teman di toko. Selama di toko teman-teman kasir dan pramu banyak yang mencurahkan kesulitan, kesedihan mereka yang tentunya tidak akan saya tahu jika saya tidak pernah terjun langsung ke toko. Yang pada akhirnya saya angkat topi untuk mereka semua.

Sesi pemotretan acting sebagai kasir
Beban kerja mereka sungguhlah berat, mereka diamanahkan barang-barang yang ada di toko dan juga uang hasil penjualan. Bahkan nyawa mereka menjadi taruhan. Mereka yang berada di depan saat harus berhadapan dengan konsumen menyebalkan, mereka yang harus kena marah ketika ditanyakan kemana uang kembalian untuk donasi, mereka yang merelakan gajinya terpotong jika ada konsumen jahat mengutil dan mencuri barang di toko, mereka yang mengikhlaskan senyumannya meski hati sedang galau demi pencitraan perusahaan. Dan saya belum tentu sanggup seperti mereka. Jika beredar kasir tak jujur kita tidak boleh mengeneralisir bahwa semuanya tidak jujur masih ada mereka yang niat bekerja dengan memegang teguh integritas.

Saya sangat menghargai mereka yang ada di toko, saya banyak belajar dari mereka semua. Tak jarang mereka yang memutuskan bergabung menjadi kasir maupun pramu adalah mereka yang berasal dari keluarga ekonomi bawah, tak jarang mereka menangis haru jika pernah interview dengan saya. Kisah sedih dan menyenangkan bersama mereka selama di toko menjadi pengalaman dan moment yang tak terlupakan bagi saya. Hingga kini saya masih menjalin hubungan dengan mereka walaupun hanya di facebook pasalnya hp saya hilang yang menyimpan pin bb mereka.

Seperti yang pernah saya singgung apapun pekerjaannya tetap disyukuri dan jangan pernah minder dengan pekerjaan yang kita miliki. Dan saya bersyukur bisa OJT di toko yang banyak memberikan pelajaran hidup untuk saya. Berkat bantuan teman-teman toko saya berhasil lulus menjadi karyawan baru.





60 comments:

  1. wah seru banget ya mbak OJT nya
    ampe capek dan salah kaprah sama mas2 bawa botol *ngakak

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mba moment tak terlupakan banget itu yang beli pelumas siang bolong wkwkwk

      Delete
  2. Kami yang muda2 juga ngak mau kalah donk tentunya hehe

    ReplyDelete
  3. wakakakakaka fiesta nya beda kemasan ahahahaha pasti malu juga itu ibunya ^_^ salam kenal mbak. Kita saling follow di IG dan twitter yuk

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mba yang lebih malu ibunya hahahaha
      Oke mba lgsg folbek haturnuhun uda mampir ^^

      Delete
  4. Sebagai konsumen saya akui juga pernah kesal sih, Mbak, sama kasir. Dan membaca tulisan Mbak ini, seakan mengajak merenung, bagaimana beban tanggung jawab yang mereka jalani dalam pekerjaannya. Angkat topi dah, buat para kasir yang masih tampil sumringah meskipun dalam keadan sedih maupun capek berdiri seharian.

    Btw, aku ngakak lo, Mbak, pas bagian perumpamaan diajak foto selfie sama Reza Rahardian, tapi belum mandi. Haha

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehe ga semuanya kasir seperti yg pernah kita temui mba masih bnyak yang integritasnya tinggi ;p

      hahahaha hanya itu yang ada difikiran mba ;p

      Delete
  5. kenapa satpam suak galak gitu sih sama kasir ada alasannya kah?

    ReplyDelete
    Replies
    1. ga tau mba mungkin krn suka gerombol dan berisik kali hahaha

      Delete
  6. Mbaaakkk, lucu amat sih dikau mbk, fiesta = produk chicken nuget, wkwkwkwk,

    ReplyDelete
  7. Wah... Mbake pernah kerja di Alfamart yak ..hhee... Lucu banget itu ada aja bapak-bapkanya nyariin barang yang jelas nggak ada di toko :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya yak ada aja yang salah tapi akhirnya jadi moment yang tak terlupa mba hehehe

      Delete
  8. Lebah unyu apaan sih Mbak? ini toko apa ya? sekalinya jadi kasir itu berat juga ya kerjanya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. minimarket mba yang sudah menggurita di Indonesia ayo apa mba?
      iya mba bebannya berat kasian hehehe

      Delete
  9. Waaaaah, keren bundaaa
    semoga menang yaaa lombanya
    udah cakep tuh ceritanya :))

    ReplyDelete
  10. saya dulu juga pernah kerja jadi kasir waktu kuliah kadang pengalaman saat kerja part time gitu terbawa sampai sekarang misalnya bagaimana cara menangani komplent orang atau lebih bersabar ngadepin orang heheheh

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mba jadi belajar y mesti sabar dan teliti :) ceroboh dikit mesti ganti rugi deh

      Delete
  11. Kasir nakal? Ah, itu kan oknum ya.
    Aku kalau ketemu kasir nakal ya tak tegur langsung Mbak, misal kasirnya ramah banget ya selalu kuucapkan terima kasih atas pelayanannya.
    Namanya pelayan masyarakat memang berat ya Mbak tugasnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mba bebannya berat membawa nama baik, judes dikit diomomngin, lama kerjanya di komplen hahhaa mesti sabar lahir batin

      Delete
  12. Yang kupikirkan satu, pekerjaan yg paling harus punya managemen emosi yg tinggi adalah yg berhadapan lgsg dg kondumen ya mb, aku ga bisa karena plg flat urusan beramah tamah dg metode face to face, susah basa basinya hihi
    Klo ojt itu kudu siap dilempar di divisi mana aja yernyata ya, sbg screening awal penentuan minat #tsahhh ngomong opo to mbul

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mba betul mesti pandai buat kelola emosinya ;p

      Delete
  13. Jhahaha pas mengarah ke viesta tadinya aku jg mikir naget ternyata kond#m ya hkkkk

    ReplyDelete
    Replies
    1. wkwkwk kan ada yang sepemikiran kyk aku ;p ternyata kita gadis polos mba nita hahaha

      Delete
  14. Hadehhh saya ngakak. Fiesta pun yg saya tau itu nugget, hahah... Senior cap kampret di mana2 emang ada ya, haha...

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha iya kan ternyata ga cuman aku doank yang mikirnya nugget :p

      Delete
  15. Gagal fokeuss sama seragam alfamartnya lalu sudah diklarifikasi. Sekian. Hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. wkwkwkwk..ternyata y aku ini seperti kabel bisa menyambungkan siapa saja *ngomong opo toh* :p

      Delete
  16. Ga boleh duduk ya mbak kalau kasir? Kalau saya jadi kasir di toko orangtua selalu duduk. Hehehe... Yang Fiesta lucuuuu... Wkwkwkwk.. Berarti lebih kuat branding nugget ya daripada yang ituuu...

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya y mba wkwkwk branding nugget lebih familiar dibdg yang sarung itu :)

      Delete
  17. Pekerjaan yang dari kecil saya lakoni ini, Mbak. Meski beda, secara garis besar pengalaman ngadepin konsumen, lebih lebih mereka yang ngebon berbulan2 dan kalau ditagih selalu ngeles...rasanya itu lho...hahaha...


    ReplyDelete
  18. hahaha OJT nya lucu banget mbak, aku ngakak di bagian chicken nugget!!! padahal lagi makan juga bacanya hehehe

    ReplyDelete
  19. Baru kepikiran nih beratnya mbak2 kasir minimarket berlogo lebah. Nice sharing Mba :D

    ReplyDelete
  20. Mbanya... kamu bikin saya ngakak gegara pelumas & fiesta hahahahahah!! Ngakak maksimal XD Aku dulu pernah jadi SPG yang seharian berdiri doang kerjanya, aseli pegel, hiks.. jadi kalau ada mba2 yang senasib berdiri mulu kerjanya, pengen rasanya aku kasih bangku.. apalagi kl bumil yg kerja huhuhuhu... ngga tegaaaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha makanya membekas dalam ingetanku mba :p
      ya mba aku ngerasain banget sumpah pegelnya ga umum makanya salut y mau kasir atau spg dan sejenisnya rela diri dan rela senyum meski jigong udah kering wkwkwk..

      Delete
    2. kenapa kamu babawa jigong hahahah! Emang salut sama orang2 seperti itu & bersyukur aku kerjanya ngga berdiri & keabisan jigong, alhamdulillah ya Allah

      Delete
    3. wkwkwk iya mba disesuaikan dengan demand jigongnya akan semakin bertambah setelah bangun tidur :D

      Delete
  21. Kalau saya mah sudah lama sih teh ngalamin hal seperti ini waktu masih awal merintis karir profesional kerja ahiw, tapi akhirnya saya memutuskan untuk tidak terus menekuninya karena masih ada bakat lain yang bisa saya coba juga pada waktu itu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. pilihan menurut kata hati y kang :) selagi masih bisa mewadahi bakat kenapa ga mencari yang lebih baik lagi

      Delete
  22. wah ternyata jd kasir capek jg? ga semudah kelihatannya

    www.travellingaddict.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya kang capeknya luar biasa, bebannya cukup berat lagi :)

      Delete
  23. Saya malah kadang kasihan dengan kasir dan penjaga toko supermarket. Mereka melayani dengan sibuk, tapi bayaran juga gak begitu besar. Belum lagi tetap harus wajib pasang wajah ramah, padahal udah lelah bin capek. Apalagi kalo udah ketemu pelanggan yang resein banget, itu aja kadang elus dada ga cukup. Alhasil berpengaruh ke pelanggan selanjutnya.

    Mereka yang kerja manusia juga, tapi sering tidak dimanusiakan. Meski ada juga pekerja yang PEAK kalo kata saya mah, ga ada tata krama, tapi ga bisa dipukul rata sih.

    #inikomenapasihyaaa :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Komennya bagus mba semoga mereka akan mendapat yg setimpal y mba :)

      Delete
  24. Kasir yang integitrasnya baik tentu saja masih buanyak ya, Mbak :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. y kang masih banyak yang berintegritas meski terhimpit beban ekonomi :) *syaelahhh :p

      Delete
  25. mbakkk aku fokus ke dirimu yang cantik hehe, jangan pernah minder terhadap pekerjaan kita apapun itu, yang penting halal

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah makasih mba hahaha jd melayang :p
      betul mba jgn pernah minder krn setiap pekerjaan halal

      Delete
  26. Wakaka... lucu seru ya va pengalamannya XD dr pelumas smp nugget kontrasepsi, hihi..

    Btw trainingnya ampe segitunya ya? Keren..

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya Na trainingnya mesti di toko biar tahu banget bisnis proses

      Delete
  27. Waaah ternyata tanggung jawab pramuniaga mini market itu besar juga ya mak. Jadi haru bacanyaaa. Makasi sharingnya ya Maaak, untungnya kalo aku sih gapernah galak-galak sama kasir manapun. Eheheheee

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mba sama-sama makasi uda mampir semoga kita tetap ramah kepada siapapun :)

      Delete
  28. saya pernah menjadi pramuniaga di sebuah toko Mba dan rasanya memang capek banget. baju, dandanan , sepatu bahka untuk duduk pun diatur, benar-benar kerjaan yang penuh tekanan menurut saya. Apalagi untuk kasir, aturannya lebih ketat lagi, hehe..

    terimakasih sudah berpartisipasi di GA saya yah.. :*

    ReplyDelete
    Replies
    1. betul mba semuanya serba diatur hehehe..
      sama-sama mba senang bisa ikut berpartisipasi apalagi kalau sampe terpilih menang hahaha aamiin ;P

      Delete
  29. Seru ya OJT nya, jadi membuka mata tentang para penjaga toko, bahwa tak semuanya buruk. Nice sharing Mba'.. :)

    ReplyDelete

Selesai baca yuk tinggalin jejak komennya ^^
Haturnuhun

 

Bunda Nameera's Blog Template by Ipietoon Cute Blog Design