Thursday, May 5, 2016

Introvert Vs Ekstrovert Atau Ambievert?

Ada satu tes dimana hasilnya akan terlihat jika seseorang itu Introvert atau Ekstrovert. Kebanyakan dari kita mengartikan istilah introvert adalah seorang yang pendiam dan ekstrovert kebalikannya yang banyak bicara. Namun nyatanya tidak seserhana itu definisinya, jika dalam buku yang sedang saya baca mengenai hal ini, bahwasanya introvert dan ekstrovert berkaitan dengan bagaimana seseorang mengarahkan energi mentalna. 

Orang introvert lebih banyak mengarahkan energi mentalnya ke dalam diri, sehingga ia lebih sering melakukan refleksi. Ia membutuhkan waktu soliter lebih banyak untuk melakukan hal tersebut. Oleh karena itu, orang introvert senang melakukan aktifitas soliter seperti membaca, menulis, pelukis dan para penemu seringkali adalah introvert. Mereka lebih menyukai fokus pada satu aktifitas. Mengamati terlebih dahulu sebelum terlibat dalam suatu kegiatan. Dan berfikir serta menganalisis terlebih dahulu sebelum bicara. Berbeda dengan seorang pemalu yang memiliki kecemasan dalam berinteraksi sosial. Orang introvert yan sehat, tidak memiliki kecemasan namun memang lebih suka situasi soliter.
Sementara orang yang ekstrovert lebih banyak mengarahkan energi mentalnya ke luar diri. Ia merasa lebih terbangkitkan bila berada dalam kelompok atau melakukan relasi sosial yang intens. Sehingga ia tampak mudah terlibat dan beradaptasi dalam lingkungan baru.

Ada satu istilah lagi yang relatif kurang dikenal yaiu Ambievert. Tipe seperti ini dapat berubah-ubah antara ekstrovert dan introvert. Pada dasarnya tidak ada orang yang 100% introvert dan 100% ekstrovert. 
Masih ada saja pemikiran bahwa orang sukses adalah mereka dengan tipe eksrovert. Padahal introvert juga bisa sukses loh.

Nah beberapa bulan ke belakang saya sempat menerima share dari salah satu grup HR mengenai sebuah buku yang menarik judulnya adalah ‘The Power of Introvert’ karya Susan Cain. Intinya dia menyoroti bahwa orang introvert memiliki keunggulan karena sifatnya itu. Menurut Susan mereka lebih cermat, lebih teliti, lebih telaten daripada orang ekstrovert. Mereka mampu bekerja sendirian, mandiri, tidak terlalu tergantung pada dukungan kelompok. Mereka adalah orang yang memiliki kreativitas tinggi dan memiliki leadership bagus. Jadi dunia membutuhkan mereka bekerja untuk masyarakat.

Dia sebutkan beberapa nama besar di dunia ilmu, bisnis dan politik sebagai pendukung argumennya. Introversion, katanya, beda dengan sifat pemalu. Pemalu adalah orang yang takut terhadap social judgment sedangkan introversion adalah ‘how do you respond to stimulation, including social stimulation’ Orang introvert peka dengan stimulasi itu. Inilah yang mengganggu mereka. Untuk memaksimalkan bakat kita maka kita harus dihadapkan pada situasi yang mendukung. Dia yakin bahwa selama ini ada bias di masyarakat yang menyebabkan salah pemahaman kepada mereka yang introvert.

Dia juga menyoroti kelemahan di dunia pendidikan yang menurut dia tidak terlalu mendukung orang introvert. Para guru, katanya, masih menganggap bahwa murid ideal adalah murid yang ekstrovert. Mereka dianggap mampu bekerja sama dengan kelompoknya sedangkan orang introvert dianggap kalah mahir dalam bekerja sama. Menurut Susan angapan ini tidak sepenuhnya benar.

Dia sampaikan bukti bahwa banyak orang introvert juga bisa berhasil dalam profesi yang menuntut kerjasama tim. Jadi dia anjurkan agar dunia pendidikan lebih banyak lagi mendukung orang introvert dengan memberi tugas2 yang sifatnya individual. Dia sebutkan bahwa menurut riset Adam Grant para pemimpin introvert memiliki hasil yang lebih baik daripada pemimpin yang ekstrovert karena ketika mereka mengelola anak buah yang pro aktif mereka lebih mampu menampung gagasan anak buah tersebut sedangkan kasus pemimpin ekstrovert sebaliknya.

Akibatnya gagasan anak buah sulit berkembang. Meskipun demikian sebenarnya tidak ada orang yang murni introvert atau murni ekstrovert. Ketika berbicara tentang kreativitas dan produktivitas maka penelitian psikolog menunjukkan bahwa orang yang paling kreatif dan produktif adalah orang yang introvert. Mereka tidak hanya mampu mengutarakan gagasannya dan juga mampu bertukar pikiran dengan orang lain. Hal ini karena solitude adalah salah satu unsur pokok dalam kreativitas. Darwin, DR Zeuss, Steve Wosniak dari Apple Computer, adalah contohnya.

Jadi jangan berkecil hati y kalau kita tergolong introvert, ulasan dari Susan Cain membuka paradigma kita bahwa introvert y ga masalah terima saja dan ada banyak cara memanfaakan kecenderungan introvert tersebut untuk menjadi sukses. Kalau saya sendiri kayaknya masuk Ambievert deh hahaha.

*Bagi yang ingin baca tentang Introvert Susan Cain, saya punya E-Bookna, silahkan tuliskan emailnya dalam kolom komentar dan akan saya kirim. Semoga bermanfaat.
sbr : google

Sumber : - Buku Sebening Air perigi Ananda (Yati Widiati)
                - The Power of Introvert (Quit) Susan Cain
                     

44 comments:

  1. ohh jadi ini cuma paradigma aja ya mba ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Paradigma yg blg klo yg sukses adlh org dg tipe ekstrovert tp tnyata org introvert jg bisa sukses gtu mas :)

      Delete
  2. tolong tulisannya di edite lebih simple ketika membaca agak susah soalnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ini uda simple mas klo ebooknya malah in english hahaha saya suka sedih bacanya jg :p

      Delete
    2. mau dong dikirimin e-booknya ke riatumimomor at gmail dot com :) Selalu menarik baca mengenai introvert dan ekstrovert.
      Mungkin susah juga ya buat guru menghadapi begitu banyak murid dengan kepribadian yang beda.

      Delete
    3. Oke mba ditunggu y..siap meluncur :)

      Delete
  3. Wah, makasih banyak ya Mbak untuk ilmunya. Saya beneran baru denger nih tentang ambievert.

    ReplyDelete
  4. Baru ngerti, Mbak, mengenai definisi yang tidak sesederhana "introvert itu pendiam"...dan baru tau juga ttg ambievert...thanks for sharing, Mbak (y)

    ReplyDelete
  5. aku kayaknya ambivert mbak..gabungan..kadang pengin diem ya diem..kadang crewetnya minta ampun.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wkwkwk toss dulu mba sama kyk saya :p

      Delete
  6. mbak saya baru mendengar Introvert Vs Ekstrovert Atau Ambievert, ini pelajaran di sekolah mana ya mbak soalnya di sekolah saya tidak ada ... hihihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pelajaran kehidupan kang hahaha berat :p

      Delete
  7. Aku pikir malah lebih bagus yang ekstrovert ya Mak, karena mereka lebih condong ke sosial kan, lebih bisa diajak bekerja sama.. Tapi ternyata orang introvert lebih bisa fokus mungkin yaaa. Makasi infonya Maaak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mb dulu jg klo cut pas psikotes u/ posisi MT mesti ekstrovert hhh kesian yg introvert tak ada kesempatan :)

      Delete
  8. Terimakasih buat infonya mba
    kayaknya aku ambivert deh :)

    ReplyDelete
  9. nyimak lagi mbak, masih belum paham nih. Tapi kayaknya daku ambivert deh.

    ReplyDelete
  10. Replies
    1. Coba direnungkan aza kebiasaan diri sehari-hari kyk gmn ntar pasti bisa simpulin apa introvert ato ekstrovert ato ambievert :)

      Delete
  11. Saya kayaknya masuk yang introvert. Nggak suka cerita-cerita dengan orang lain, kalau nggak ditanya. :)

    Tapi suka cerita di blog sih.

    Berarti Ambievert kali yah?

    ReplyDelete
    Replies
    1. bisa jadi mba hehehe mungkin introvert jika menghadapi tipe individu tertentu dan akan jadi ekstrovert ketika berhadapan dengan yang klik dengan kita.

      Delete
  12. Obama kalau nggak salah juga introvert. Dan lihat sekarang dia jadi apa....:)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jadi orang nomer 1 yak :) role model buat yang merasa introvert

      Delete
  13. Saya introvert dan saya bangga :) Keren tulisannya, Mbak. Aku sempat nulis juga tentang introvert. Tapi ciri dan kelebihannya saja. Tulisan mbak ulasannya lebih holistik :)

    ReplyDelete
  14. Kayaknya saya embievert deh. Bukan labil sih tapi lebih berusaha beradaptasi aja hehe. Makasih sharingnya Mbak ^^

    ReplyDelete
  15. aku mau baca bukunya susan chain gak sempet2 deh... baca tulisan ini jadi pengen baca bukunya lagi.

    ReplyDelete
  16. sayang banget banyak yang misunderstanding sama introvert :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. karena paradigma yang terbentuk lebih menonjolkan si ekstrovert hehee

      Delete
  17. Ternyata dalam dunia blogger sampai ada istilah istilahnya juga ya mbak, saya baru tahu mbak tentang istilah introvert, ekstrovet atau pun juga ambievert, mungkin dikarena saya blogger pemula jadi belum terlalu mengetahuinya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Istilah ini merujuk tipe kepribadian kang :)

      Delete
  18. Saya juga sepertinya ambievert.. Bisa berubah rame, bisa jadi pendiam juga. Hehehe..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Toss kita mba :) saya akan mengikuti suasana kondisi makanya ambievert hehehe

      Delete
  19. nice article... saya sepertinya ambievert juga (baru tahu istilah ini)... tapi lebih sering tampak introvert hehe

    kalo ada waktu mampir
    www.sinnalight.blogspot.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. Trimz sdh berkunjung :) nti saya balik meluncur y ^^

      Delete
  20. Selama ini saya menyangka diriku seorang extrovert, mbak. Tapi kalau melihat passion yang cenderung suka bekerja sendirian, tak suka berkelompok....berarti diriku yang cereweeet ini introvert....hahaha...

    ReplyDelete
  21. Aiyaaaa iniii... Ambivert sepertinya saya :) mau ebooknya dong mbak kalau boleh :) terimakasih buat sharingnya ya mbaaa...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Boleh mba emailnya apakah?nanti saya kirim

      Delete

Selesai baca yuk tinggalin jejak komennya ^^
Haturnuhun

 

Bunda Nameera's Blog Template by Ipietoon Cute Blog Design