Monday, April 25, 2016

Review Film "The Ant Bully"


Dear anakku, weekend ini kita memutar berulang film The Ant Bully, film yang dirilis dari tahun 2006 namun baru sempat kita tonton tahun 2016 xixixi. Film ini sengaja bunda pilihkan untuk kau tonton agar kau dan bunda bisa sama-sama belajar meskipun saat ini kau belum paham betul yang kau tahu hanya itu tidak baik dilakukan hehehe.
Film ini menceritakan seorang anak bernama Lucas, diawal film dia di bully oleh temannya yang berbadan besar dan berulang-ulang anak besar itu berkata "Saya Besar dan Kamu Kecil, kamu ga bisa melakukan apapun". Lucas yang malang tak punya teman di bully oleh teman-temannya hingga celana dalamnya sering robek karena ditarik dan ia dijatuhkan ke rumput. Setelah itu apa yang dilakukan Lucas?ia melampiaskan kekesalannya kepada semut, ia menembakkan air menggunakan pistol air hingga koloni semut hancur, Lucas pun berkata kepada semut sama dengan ucapan temannya yang telah membully "saya besar dan kalian kecil, kalian ga kan bisa lakukan apa-apa" ekspresi Lucas begitu dendam saat mencoba melampiaskan amarahnya kepada semut. Koloni semut yang tak bersalah menjadi korban atas kekesalan Lucas.

Dalam cerita film ini dimana ayah dan ibunya akan pergi liburan sedangkan Lucas di tinggal bersama neneknya Mommo dan Kakaknya Tiffany. Lucas yang di bully dan membully balik semut memang diceritakan adalah sosok anak pendiam ditambah dengan penampilannya menggunakan kacamata menjadikan ia sebagai sasaran bully temannya. Ia sendiri tak mau cerita kepada ibunya perihal celana dalam yang hilang padahal celana dalamnya rusak di tarik oleh temannya. Ibunya berfikir jika Lucas masih mengompol namun Lucas justru marah tetapi ia juga tak berani cerita. Dirumah ia hanya bermain games pukul memukul sebagai bagian katarsisnya melepaskan emosi dengan games tersebut sedangkan untuk curhat ke orangtuanya sungkan.

Disisi lain koloni semut akhirnya sepakat untuk membuat Lucas jera dengan mengubah bentuk tubuh Lucas menjadi kecil seperti semut. Dalam koloni semut ada penyihir bernama Zoc yang membuat ramuan untuk mengecilkan badan Lucas. Di malam hari setelah siangnya sudah menghancurkan, sekelompok semut masuk ke dalam kamar dan meneteskan ramuan ke telinganya sampe akhirnya Lucas mengecil seukuran semut. Lucas diadili oleh dewan semut dan keputusan ibu ratu semut, Lucas akan berubah menjadi manusia lagi jika ia sudah belajar menjadi semut. 

Film itu mengajarkan bunda sebagai ortu untuk bisa memberikan perhatian sehingga kelak kau bisa membentuk konsep diri karena menurut buku yang bunda baca pelaku maupun korban bullying memiliki konsep diri yang rendah. Sementara konsep diri diawali dengan cara penerimaan ortu kepada anaknya. Selain konsep diri tentunya bunda sebagai ortu untuk mengajarkan kendali diri dalam emosi serta mengajarkan problem solving. Ketidakmampuan dalam menyelesaikan masalah akan menjadikanmu emosi. Seperti kasus si Lucas, ia tidak tahu apa yang mesti ia lakukan untuk menghadapi temannya itu akhirnya ia bertindak tanpa berfikir untuk membully semut yang tidak bersalah. 

Kadang orang dewasa pun masih suka melampiaskan kekesalannya pada objek yang salah. Misal dikantor ia di marahin boss-nya sampe rumah ia marah-marah ga jelas. Bunda pun pernah melakukannya kepadamu karena kesyel sama pihak lain xixixi maafkeun anakku. Ga kan terulang lagi, jika terulang maka bunda ga belajar yah hehehe.
Ada banyak hal yang membuat kita emosi namun intinya adalah pengendalian diri. Jika saat ini suara bunda meninggi itu untuk mengajarkan kemandirian untukmu, hal ini bertujuan karena bunda ga ingin melumpuhkan kemampuanmu sendiri. Hal lain yang membuatmu masih ketergantungan dengan bunda sementara kau sudah mampu melakukannya sendiri. Mari kita saling belajar y nak.

Kembali ke film ini, sebagai anak tentunya kau akan bercermin dari Lucas untuk belajar menyadari bahwa apa yang dilakukan itu salah dan berani untuk menghadapi teman yang membullynya. Diakhir cerita film ini, Lucas kembali menjadi manusia karena berhasil menyelamatkan koloni semut dan ia sudah mengerti mengenai kehidupan menjadi semut. Setelah berubah menjadi manusia ia kembali berhadapan dengan anak besar itu, namun kali ini Lucas berani dan mempengaruhi teman-temannya yang berbadan kecil untuk membully si anak besar itu.
Sumber Google

Sekian review dari film The Ant Bully, semoga bermanfaat y :)

17 comments:

  1. ini masih ada di bioskop kan bunda? :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Film lama tahun 2006 ini hehehe ;D produsernya Tom Hanks

      Delete
  2. coba cari di internet ah, siapa tahu nemu filmnya :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. saya juga dapet dari TV kabel hehehe di HBO on demand semoga nemu y :D

      Delete
  3. wah kayaknya film kartun yang menarik buat anak" y mbak...

    ReplyDelete
  4. wah kayaknya film kartun yang menarik buat anak" y mbak...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya bagus buat anak dan jg ortu biar dampingin jg saat ntn bhw jd ortu jg hrs aware biar tdk ada bullying pd anak maupun dilinkungan :)hehhe

      Delete
  5. aku udah pernah liat ini, filmnya baguss buat ditonton emang. jempol jempol

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehehe..iya bagus ceritanya mereflesikan diri jika menjadi kaum lemah maka sbg kaum yg kuat tdk perlu melakukan hal yg semena-mena :)

      Delete
  6. Dulu tiap minggu siang suka diputar ulang di rcti ini mb herva
    Cuma sekkarang ga pernah nongol lagi keganti acara dahsyat yang ga jelas juntrungannya durasinya huhu
    Tokoh di ant built ini pas jadi manusia cakep juga ni
    Tapi bukannya lucas tinggal bareng nenek kakeknya ya mb

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah qu malah ga tau mba taunya film ini durasi 1 jam lebih langsung beres gitu :p mungkin ada versi serialnya y hehehe. Thx infonya loh mba :)

      Delete
  7. Sudah nonton ini bareng anak-anak berkali-kali. Memang bagus filmnya. Anak dan orang tua bisa belajar dari film ini.

    Yang selalu saya bilang ke anak-anak pas nonton film ini adalah "jangan malu cerita apapun sama bunda."

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasi Mba Uwien sudah berkunjung, hehehe iya kadang karena sbg ortu jg jarang untuk membangun komunikasi yg baik akibatnya niat anak untuk cerita jd sungkan :)

      Delete
  8. Sepertinya filmnya bagus, coco ditonton bersama keluara. Makasih reviewnya mbak

    ReplyDelete
  9. bener banget .... peran ortu memang sangat menentukan... Kasihan kalau ternyata nga tahu apa-apa tentang anaknya

    ReplyDelete

Selesai baca yuk tinggalin jejak komennya ^^
Haturnuhun

 

Bunda Nameera's Blog Template by Ipietoon Cute Blog Design