Pengalaman Menangani Sesak Nafas Tanpa ke Rumah Sakit

Pengalaman Menangani Sesak Nafas Tanpa ke Rumah Sakit, Sebulan yang lalu, tepatnya akhir bulan maret saya merasakan sesak nafas yakni nafas pendek-pendek disertai dengan sakitnya dada. 

Sedari dulu memang saya punya penyakit Bronchitis Kronis apabila kambuh membuat saya batuk tak henti dan sesak nafas. Sungguh keadaan ini membuat saya tidak bisa bekerja dengan nyaman. Dan waktu itu akhirnya saya meminta izin atasan untuk pulang setengah hari.


Apabila sesak nafasnya kambuh saya sudah punya stock obat yang biasa diresekpan oleh dokter. Namun bulan lalu karena kondisi sedang dilanda pandemi corona akhirnya membuat saya tidak diizinkan oleh akang suami ke klinik tempat dokter langganan praktek.

Di rumah juga ga stock obat yang biasanya diresepkan duh betapa lemasnya saya hanya bisa diam saking sakit dadanya karena sesak nafas itu.

Melihat hal tersebut, akhirnya suami pergi ke apotek membelikan obat syrup yang memiliki merk sama dengan inhaler atas rekomendasi petugas apotiknya.

Sesampainya akang suami di rumah, saya langsung minum obatnya namun efeknya jantung saya berdebar-debar dan lemas luar biasa. Sesak nafaspun makin menjadi huhuhu..Fix salah obat.

pengalaman-menangani-sesak-nafas-tanpa-ke-rumah-sakit

Saya jadi ketakutan banget, sampai mikir macam-macam apalagi salah satu gejala terkena virus covid-19 adalah sesak nafas.

Entahlah fikiran saya sudah takut mati sementara anak-anak masih kecil. Saya sudah mikir jauh kalau saya positif covid-19 terlebih kondisi saya harus tetap bekerja di tengah pandemi covid-19 ini.

Pokoknya semua campur aduk, saya memaksa akang suami ke rumah sakit ingin banget diNebu namun yang dikhawatirkan adalah saya akan diisolasi karena gejala batuk dan sesak nafas sudah muncul dan akan menjadi rentan tertular sementara kondisi badan saya sedang tidak fit. Begitulah alasan akang suami yang bersikukuh tak ingin antar saya ke rumah sakit.

Pengalaman Menangani Sesak Nafas Tanpa ke Rumah Sakit

3 hari lamanya, saya merasakan sesak dan sakit di dada. Malam itu saya curhat kepada kakak dan mengatakan jika saya sakitnya kambuh lagi tapi tidak memungkinkan ke dokter.

Kakak saya dengan inisiatif bertanya pada rekannya berprofesi Tenaga Kesehatan, akhirnya untuk menangani sesak nafas yang saya alami coba menggunakan Inhaler Ventolin.

Sayapun segera meminta akang suami untuk mencarikan inhaler tersebut ke apotek, Qadarullah ga ada yang jual di apotek sekitar. Makin sedihlah saya dan merasa sudah ga ada jalan lain obati sesak nafas yang semakin menjadi.

Beli online menggunakan go-sent saat itu sudah diberlakukan penutupan wilayah karena coronavirus pokoknya hari itu saya ga dapat aja dari toko online.


Dalam kondisi hopeless, saya ceritakan kondisi saya kepada soba sobi di WAG. Salah satu sobi saya lalu menyarankan membeli  obat inhaler melalui HALODOC sekaligus disarankan oleh sobi saya untuk konsultasi dengan dokternya. Karena suaminya sering banget konsultasi dengan dokter di Halodoc.

Tanpa mikir lama, saya segera install Halodoc. Tak menunggu lama akhirnya saya bisa menggunakan aplikasi Halodoc ini. 

Dalam aplikasi halodoc tersedia beberapa fitur diantaranya : Chat dengan dokter, Beli Obat, Tes COVID-19, Periksa COVID-19, Buat Janji RS dan ada fitur Pengingat Obat. Berhubung saya butuh membeli obat segera saya buka fitur Beli Obat dalam waktu 60 menit.

review-penggunaan-halodoc

Waktu buka fitur Beli Obat, saya langsung ketikkan nama obatnya yang saya tuju dan segera keluar beberapa pilihan obat disertai dengan harganya. Alhamdulilah jadi tenang bisa beli obat tanpa harus keluar rumah.


pengalaman-konsultasi-di-halodoc

Selepas inhalernya sampai, saya langsung gunakan dengan 3x semprotan duh itu langsung beneran plong lega.Ya Alloh saya beneran berlinang air mata karena bisa kembali bernafas dengan lega. MasyaAlloh.

Inilah pengalaman pertama saya menangani sesak nafas tanpa ke rumah sakit. Biasanya sudah 5 hari sesak nafas pasti saya segera ke rumah sakit. Namun ternyata saya bisa atasi di rumah saja.

***
Well, temans demikian yang bisa saya share kali ini semoga pengalaman ini bisa bermanfaat ya buat temans sekalian.

Jaga kesehatan yah, yang masih kerja seperti saya harus fit dan kalau punya penyakit kambuhan usahakan stock obat. Tapi jangan khawatir kini ada aplikasi Halodoc yang memudahkan temans jika ingin konsultasi atau membeli obat.