I'm writing about...

Pengalaman Berobat ke H.Obay di Citapen

Apa kabar temans semua? semoga senantiasa sehat selalu yah..Awal tahun 2026 ini ternyata penuh kejutan dar der dor bagi saya pribadi.

Oke...exhale inhale 😤

Senin tanggal 26 januari 2026 *eh...kok cantik bener ya 26-26 apakah ada yang menikah pada tanggal cantik ini* intermezzo sikit..

Baik dilanjutkan kembali, jadi senin pagi rutinitas saya selain anterin Akang Suami juga menjadi supir anter Neyna dan Ayi ke sekolah. 

Pagi itu di Cimahi memang diguyur hujan namun semangat kami beraktifitas pada hari senin tidaklah padam terlebih saya dan anak-anak memulai hari senin pagi itu dengan sahur. *alhamdulilah habit untuk shaum sunnah sudah ada*.

Well, sedari pagi setelah antar Akang Suami rasanya tuh ga nyaman buat saya entah apa? tapi bawaan saya tuh ga enak banget hingga setelah anterin Ayi (rute terakhir pengantaran) tambah emosi lagi menghadapi macetnya lalu lintas yang bikin saya teriak *Shiiiiiibb*******llll* 😂😂😂 (katanya puasa ya?) abis ga habis fikir aja sama pengendara lalin yang seenak udel ambil jalur orang. 

Sampe sini? gimana? sudah terbayangkan beratnya rutinitas yang diawali dengan umpatan? yesss setelahnya makin ga enak hati aja.

Pengalaman Berobat ke H.Obay di Citapen

Kabar Tidak Baik dari Sekolah

Feeling so bad, apa yang saya rasakan terjadi juga. Siang itu tepatnya pukul 11.49 wib bunyi notif WA dan tidak diduga yang WA adalah walas-nya Ayi.

Huffttt...suka deg-deg-an kalau ada WA dari sekolah tuh (ada yang sama?)

Baca ini lagi deh: Ketika Anak Lelakiku Baku Hantam di Sekolah 

Tanpa menunggu lama, saya membaca dengan seksama WA dari walasnya yang kebetulan untuk jenjang kelas 2 ini, Ayi mendapat walas guru laki-laki.

Berisikan chat "Assalamualaikum mom, punten saya izin info. Tadi di kls, ayi main sama ***, hampir kaya berantem2an, becanda bilangnya, tapi tadi pas Ayi bangun kaya bengkak jadinya susah jalan. 🙏"

Saya membayangkan tidak separah itu mungkin bengkaknya hanya dikit saja. Jadi saya masih tetap tenang karena walasnya pun bercerita kronologisnya saja tidak detail mengenai kondisi bengkaknya.

Tapi dugaan saya ternyata salah...

Pulang sekolah Ayi dijemput oleh yang biasa kami panggil Abah, sore itu Abah menelepon saya bilang "Neng, ieu Ayi kasian jadi Abah nemenin". Saya pun mengiyakan saja tidak berfikir bahwa kondisi Ayi itu akan parah.

Tidak lama, saya memastikan lewat CCTV ternyata kondisi Ayi sedang dipangku oleh Abah beneran tidak bisa jalan sama sekali. Tanpa banyak waktu, saya memutuskan izin dari kantor untuk segera pulang ke rumah.

Drama Klinik dan UGD tanpa Tindakan

Sesampainya di rumah, saya langsung lemas mendapati Ayi terkulai lemas ditambah senin itu ia sedang shaum makin lemas saja kondisinya.

Saat hendak diganti baju Ayi menjerit kesakitan, kakinya terlihat bengkak besar. Saya coba untuk gendong memindahkan ke kamar, lagi-lagi menjerit kesakitan hingga tak mau mengenakan celana pendek sehingga saya menggunakan sarung saja untuk menutupinya.

Berhubung waktu masih menunjukkan pukul 15.30 wib dan adzan magrib masih lama, saya meminta Ayi untuk batalkan saja puasanya karena tak tega melihat kondisinya yang merintih kesakitan. Setelah berbuka tak lama kemudian Ayi tertidur.

Saya tinggalkan untuk setrika baju di lantai atas, hingga pukul 17.20 wib terdengar suara Ayi memanggil dan meminta saya untuk menemaninya.

Di sinilah drama kumbara dimulai, ia menangis sejadi-jadinya karena kesakitan plus juga ga mau dibawa ke dokter. Saya gimana? ya saya nangis juga wkwkwk.

Saya memutuskan untuk bawa saja ke klinik tempat biasa kami periksakan kalau sakit. Karena kondisinya yang harus digotong maka sore itu saya memutuskan menggunakan mobil online dan meminta supirnya gotong Ayi. 

Sepanjang perjalanan Ayi tak henti menangis hingga membuat supirnya jadi agak panik juga sampe ngebut 😂. Tiba di klinik, kami harus menunggu antrian yang lama hingga akhirnya nama Ayi dipanggil.

Di ruang periksa ternyata dokter hanya memberikan saran "tidak kasih obat baiknya langsung ke UGD rumah sakit saja agar terlihat penyebab bengkaknya".

Saya pun putuskan langsung gotong Ayi bawa ke RS terdekat, kami tiba di UGD pukul 20.00 wib sampe pukul 20.35 wib tidak dapat tindakan apapun. 

Maka umpatan  *Shiiiiiibb*******llll* kembali bergema...ooo bergema...bergema😂 akhirnya malam itu tidak dapat tindakan apapun. Sementara bengkak di kaki Ayi masih terpampang. Kami pulang tanpa dendam demikian secuil lirik lagu Sheila on 7. 

Pengalaman Berobat ke H. Obay Citapen

Berhubung saya ga kuat terus menerus gendong Ayi, salah satu rekomendasi dari saudara Akang Suami untuk pergi berobat saja ke H. Obay ahli pijat keseleo, patah tulang dll. Maka selasa pagi itu, dari rumah tanpa mandi langsung gas ke sana. 

Letak rumah prakteknya masuk ke dalam gang, namun tenang saja temans bisa cukup untuk mobil dan area parkir yang mumpuni.

Kami tiba di sana kurang lebih pukul 07.50 wib dan prakteknya belum buka namun pasien sudah ada yang menunggu di luar.

Tak lama duduk di depan, ada petugas administrasinya dan kami bergantian mendaftarkan sesuai kedatangan. 

Saya mendapat nomor urut ke-3, di meja pendaftaran ini ditanyakan nama, keluhan serta alamat. Tak lupa juga membayarkan seikhlasnya uang pendaftaran dan uang jasanya juga tidak ditarif tapi seikhlasnya saja.

Tidak menunggu lama, tibalah Ayi yang masuk ke ruang praktek. Saya mengira yang akan memijatnya adalah kakek bernama H. Obay ternyata bukan yang menangani Ayi adalah nenek-nenek. 

Selama pijat Ayi sudah tidak jejeritan seperti sebelumnya hanya menahan sakit dan juga berkaca-kaca saja. Sang nenek pun meminta saya untuk membelikan perban berukuran sedang untuk membalut yang bengkaknya.

Tenang, beli perban juga di depan tempat praktek ada. Harganya Rp 20.000,- setelah dibalur dengan perban. Saya memberikan amplop serta diberikan juga air doa. 

Setelah pijat, Ayi diminta untuk langsung jalan, ajaibnya bisa menapak lagi kakinya ke lantai padahal sebelmunya harus digendong terus. Alhamdulilah bisa bernafas lega, setelah mendapat tindakan demikian.

Senang sekali Ayi sudah ga rewel lagi, akhirnya bisa jalan pelan meski harus dipegangin dan masih tertatih-tatih tapi setidaknya tidak digendong terus. Jujurly tangan saya sakit buanget ternyata Ayi tak seenteng pas masih bayik kicik 😂.

Pengalaman Berobat ke H.Obay di Citapen

***

Nah, temans jika ada yang alami hal serupa bisa berobat saja ke H. Obay di Citapen. Semoga ikhtiarnya membuahkan hasil seperti saya yah. Meski sudah 2 hari ini Ayi tidak masuk sekolah karena takut kesenggol lagi temannya.

Demikian yang bisa saya bagikan pengalaman berobat ke H. Obay di Citapen. Ada yang pernah berobat juga ke sini? boleh dong sharing-nya. Bagi yang punya keluhan keseleo hingga patah tulang banyak yang rekomendasikan berobat ke H. Obay ini loh! 

Alamat lengkapnya: Jl. Raya Citapen No.04, RT.001/RW.003, Citapen, Kec. Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat.