6 Cara Perusahaan Untuk Lindungi Karyawan Dari Wabah Corona

6 Cara Untuk Lindungi Karyawan Dari Wabah Corona, Semenjak penyebaran corona makin meluas beberapa perusahaan akhirnya menetapkan ada yang meliburkan karyawannya secara full namun adapula yang mewajibkan karyawannya masuk seperti biasa.

Tentu saja keputusan yang berat, bahkan adapula yang harus merumahkan hingga berakhir dengan pemutusan hubungan kerja (PHK).

Saya termasuk salah satu karyawan yang masih tetap bekerja di tengah pandemi corona ini. Bagaimana rasanya? sudah saya bagikan full cerita tentang ini di postingan sebelumnya.


Membicarakan tentang perusahaan yang tidak meliburkan karyawannya. Nah berikut pengalaman saya yang masih bekerja di tengah pandemi corona dan upaya perusahaan melindungi karyawan dari wabah corona ini.


Memberlakukan WFH ( Work From Home ) 2x Dalam Seminggu, Memberlakukan Social Distancing di Beberapa Area, Melakukan Penyemprotan Desinfektan, Cek Suhu Dan Masuk Desinfektan Chamber




6 Cara Untuk Lindungi Karyawan Dari Wabah Corona


Ruang lingkup kantor yang dirasa bebas dalam artian banyak tamu yang datang tanpa tahu track recordnya dari mana tentu memberikan rasa was was kepada kami selaku karyawan dalam kantor.

Untuk itu, sesuai dengan anjuran pemerintah, kantor tempat saya bekerja memberikan upaya perlindungan bagi karyawannya terhindari dari wabah corona ini.

Berikut 6 cara yang dilakukan untuk lindungi karyawan dari wabah corona, diantaranya :

👉 Memberlakukan WFH ( Work From Home ) 2x Dalam Seminggu

Upaya agar social distancing, adalah pemberlakuan hari kerja dengan jadwal min 2x bisa work from home. 

Waktu akhirnya diputuskan WFH 2 hari, saya riang gembira karena ga terlalu cemas lagi kalau keluar. Sayangnya tydack semudah itu Redondo, karena sebagai HRD akhirnya sudah seminggu ini harus full again.
Sementara untuk departemen lain sih enak banget WFH udah jalan terus. 

👉 Memberlakukan Social Distancing di Beberapa Area

Sebagai upaya mencegah penyebaran dan menuruti anjuran pemerintah. Akhirnya di kantor dimana tim HRD lain membuat kebijakan dengan menempelkan sign merah agar karyawan menjaga jarak namun hanya di area-area tertentu saja seperti di sofa yang ada di lobby, di musola serta di area absen biasanya karyawan suka berkumpul gitu pengen cepet finger soalnya.

Di musola juga diberlakukan membawa alat solat dari mukena hingga sajadah sendiri. 


👉 Melakukan Penyemprotan Desinfektan

Saya lupa kapan waktunya yang jelas diawal keputusan karyawan kantor saya masuk ada himbauan untuk melakukan penyemprotan desinfektan di seluruh ruangan.

Waktu itu akhirnya setengah hari deh masuknya karena siangnya dilakukan penyemprotan. Itupun pagi harinya saya harus beberes semua barang yang ada di meja harus dilindungi karena konon katanya cairannya itu bisa menempel.


👉 Cek Suhu Dan Masuk Desinfektan Chamber

Memasuki area kantor, di pintu masuk security sudah berjaga membawa termometer tembak jadi karyawan yang masuk diukur suhunya. Serta diharuskan masuk desinfektan chamber.

Apabila ada yang suhunya diatas 37 sekian maka akan dipulangkan kembali.


👉 Menyediakan Masker Dan Hand Sanitizer

Bentuk perlindungan lain yang dilakukan oleh kantor adalah dengan membagikan masker serta hand sanitizer yang diracik sendiri oleh tim QA kantor. 


👉 Mengisolasi Karyawan Yang Terduga Dari Zona Merah

Jadi beberapa waktu lalu, ada karyawan yang mudik ke zona merah alhasil di kantor membuat kebijakan untuk isiolasi karyawan tersebut dengan konsekuensi tidak dibayarkan gajinya selama 2 minggu karena memang alasannya mudik.

Beda dengan kasus karyawan yang bolak balik RS maka diisolasi tapi tetap dibayarkan gajinya.

***

Alhamdulilah dengan beberapa kebijakan ini perusahaan sudah berusaha untuk melindungi karyawan dari wabah corona ini.

Saya berdoa semoga wabah ini segera berakhir dan bisa kembali beraktifitas normal.