Mengusir Khawatir, Melepas Anak Kembali ke Sekolah ditengah Pandemi

2 bulan lalu, kepala sekolah Neyna memberitahukan melalui grup WA sekolah, jika anak-anak sudah bisa melakukan pembelajaran tatap muka kembali.

Kabar ini menjadi kabar baik namun sekaligus kabar buruk juga untuk saya pribadi. Kabar baiknya adalah tekanan darah saya pastinya akan stabil kembali karena selepas pulang kerja saya ga perlu lagi jadi guru buat Neyna.

Alhamdulilah mamak bisa langsung rebahan tanpa harus diburu-buru dengan banyaknya tugas yang diberikan oleh  gurunya.

Namun satu sisi, mendengar keputusan PTM bikin saya khawatir karena covid-19 meski angka penyebarannya sudah berangsur turun namun nyatanya saya masih menyaksikan berita jika ada kluster sekolah.

Makin maju mundur untuk menandatangai surat bermaterai yang berisikan jika sebagai orang tua mengizinkan anaknya PTM kembali namun dengan syarat tidak menuntut ke sekolah jika terjadi hal yang tidak diinginkan.

Jujur membaca pernyataan tersebut bikin saya galau akut, terlebih dibulan maret 2021 Neyna itu positif covid tertular dari saya.

Alamak pusing banget dah..



Ikutan Webinar : Mempersiapkan Anak Dalam Menyambut Pembelajaran Tatap Muka

Tanggal 03 Desember 2021 lalu, saya mengikuti blogger gathering secara online bersama Holisticare Ester C kids.

Temanya pas banget dengan kegalauan mamak apakah Neyna tetap belajar online atau baiknya masuk untuk mengikuti pembelajaran tatap muka.

Acaranya dimulai sejak pukul 10.00 wib hingga pukul 12.00 wib, dilaksanakan melalui zoom meeting. Sungkem buat teknologi karena meski saya ada di Cimahi tapi saya bisa mengikuti dengan baik acara ini secara online.

Opening dibuka oleh Kak Funy Alfiani, selanjutnya ada narasumber kece yakni Mba Pritta Tyas seorang psikolog yang juga merupakan Co-founder Bumi Sekolah Montesorri serta Good Enough Parents.Id yakni sekolah untuk parents.

Hadir pula dalam acara tersebut Pak Saef Dwi Setiadi perwakilan dari Holisticare Ester C Kids selaku Brand Manager.


Antusias sekali menantikan sharing dari Mba Pritta, pasalnya saya lagi galau akut butuh alasan kuat untuk mempertimbangkan mengenai keputusan PTM buat Neyna.

Mba Pritta menyampaikan bahwasanya selama hampir 2 tahun pandemi ternyata mengakibatkan dampak bagi mental anak maupun orang tua baik secara langsung maupun tidak

"Dikutip dari UNICEF secara global dari 1-7 yg terkena dampak karantina, 1,6 milyar yg terdampak karena pembelajaaran non tatap muka" Pritta Tyas
Memang yah ga hanya orang tua yang merasakan stress namun juga anak-anak alami kecemasan hingga rendahnya minat untuk berkegiatan.

Lanjut lagi Mba Pritta menjelaskan ketika sekolah daring, fenomena yang sering dijumpai yakni : 

  • Kedisiplinan yang tidak terjaga
  • Mengalamai kesulitan dan berujung menyerah karena ga ada gurunya yang bisa membersamai
  • Anak-anak jadi ga fokus karena belajar online saja
Bener banget apa yang Mba Pritta sampaikan, point-point tersebut nyata terlihat oleh Neyna selama sekolah daring di rumah aja. 

Tak hanya fenomena tersebut, seperti yang sudah disampaikan diawal jika dampak lain sekolah daring bagi kondisi mental anak itu bisa terjadinya stress negatif.

Kok bisa stress negatif? memang terlihat?

Dijelaskan kembali jika stress negatif ternyata bisa tampak dari perilakunya, apalagi anak-anak memang belum bisa mengatakan "aku stress" sehingga peran orang tua yang harus bisa mengamati.

Tanda-tanda alami stress itu bisa terlihat dengan kehilangan nafsu makan, gampang marah, sulit tidur hingga sulit konsentrasi.

Melihat tanda-tanda ini, saya jadi sedih karena Neyna alami tanda tersebut. *astagfirullah* udah sayanya galak cem Singa, belajarnya bosan makin aja ya bikin anak tambah stress 😭😭.

Betul banget ya temans, memang tidak mudah untuk anak-anak menghadapi pandemi ini.

Keputusan PTM & Persiapan Memasuki PTM

Mungkin ada yang sama seperti saya jika akhirnya menyetujui anak PTM adalah solusi bagi mental health saya maupun Neyna.

Dan hal ini pula diperkuat dengan penjelasan Mba Pritta dimana PTM sendiri mempunyai manfaat loh terlebih saat ini sejak 2 bulan terakhir anak-anak sudah tatap muka. 

Dimana manfaat PTM diantaranya adalah bisa responsif terhadap minat anak, sesuai dengan teori psikologi dari Erickson dimana masa anak-anak ini sangat butuh bekerja sama, berlatih bersama-sama yang artinya anak harus bersosialisasi langsung dengan temannya.

Sementara di rumah, anak akan sulit untuk mendapatkan itu semua. Tak hanya itu saja melalui PTM anak jadi bisa belajar emosi yang tidak nyaman untuk dirinya.

So, ini dia tips buat temans persiapan menghadapi interaksi sosial untuk si anak saat kembali ke sekolah :

💓 Mempersiapkan Mental Anak

Karena pada dasarnya anak-anak belum bisa mengantisipasi tantangan di depannya misalnya dia ketemu temen di sekolah yang suaranya kenceng banget jadi di rumah orang tua bisa kasih gambaran seputar kondisi PTM di sekolah.

Di rumah temans bisa role play dulu, apalagi khususnya buat anak-anak yang masih kelas TK atau SD kelas 1 butuh persiapan hadapi PTM setelah di rumah saja.

💓 Menjadi Buffer Stress

Anak-anak sudah alami stress negatif baiknya orang tua itu belajar sebagai buffer stress mereka jadi membantu untuk bisa mengelola stressnya anak-anak.

💓 Menjadi Tempat Nyaman

Ditengah kondisi stress pastinya ga cuma orang dewasa yang butuh tempat curhat namun anak-anak juga karenanya jadilah tempat curahan hati anak-anak berikan dukungan. Berlatih untuk menjadi tempat nyaman untuk validasi emosinya. 

💓 Mempersiapkan Dari Sisi Kesehatan

Ga cuman mental yang dipersiapkan namun juga ternyata salah satu agar anak bisa PTM dengan mempersiapkan juga kesehatannya melalui pemberian vitamin C.

Holisticare Ester-C Kids 


Salah satu rekomendasi vitamin C buat anak-anak adalah Holisticare Ester C. Merupakan suplemen vitamin C yang diformulasikan khusus untuk anak-anak yang debut dari Ester-C Haiti kalsium askorbat yang dipatenkan dan melalui proses unit sehingga tidak perih di lambung. 

Yang membuat saya jatuh hati dimana Holisticare Ester C ini sudah melalui riset dan memiliki keunggulan PH-nya netral, tidak asam, bisa bertahan pada tubuh selama 24 jam.

Dan paling utama itu tidak mengandung gula sehingga baik untuk kesehatan gigi anak.

Cara konsumsinya juga seperti makan permen tinggal dikulum, namun di rumah Rayi lebih suka dikunyah dibandingkan diemut.

Yas..anak-anak di rumah konsumsi vitamin c yang satu ini. Sebagai salah satu ikhtiar saya sebagai orang tua untuk membentengi anak agar tetap sehat selama PTM di sekolah.

Memang vitamin C satu ini diperuntukkan untuk anak-anak diatas 2 tahun yah yang sudah bisa mengulum.

Kalau saya kasih vitamin C ini sebelum Neyna berangkat sekolah. Bentuknya yang lucu seperti gajah serta rasa yang alami buat Neyna makin suka padahal biasanya suka susah konsumsi vitamin.

vitamin-c-aman-untuk-anak

***

Well, temans demikian yang bisa saya bagikan kali ini. Alhamdulilah makin mantap saja saya untuk melepas Neyna sekolah kembali karena sudah mempersiapkan fisik dan mental anak serta orang tua juga yes, insya Allah terlindungi. Yakinkan langkah sehatmu setiap hati juga ya Moms.

Jangan lupa ya temans jaga kesehatan fisik maupun mental kita.