Tantangan Era Digital: Orang Tua Fasilitasi Kreatifitas Anak

Tantangan era digital ditengah pandemi covid-19 memang memiliki banyak impact termasuk dalam proses pembelajaran hingga gaya parenting yang saya lakukan karena jadi "guru dadakan". Tanpa saya sadari, menjadi guru dadakan selama membersamai Neyna si sulung ini menjadikan saya seperti orang tua yang otoriter.

Lebih banyak menekan karena berkejaran dengan limit waktu pengumpulan tugas sementara tugas banyak dan anak belum paham. Sebagai ibu bekerja kondisi pembelajaran jarak jauh menjadi tantangan luar biasa sehingga pola pengasuhan yang sudah dibentuk hilang kendali karena kondisi .

*halah defence saja ini sih hahaha...

Contohnya adalah bagaimana saya memberikan intruksi kepada Neyna dengan kondisi tugas bejibun setiap harinya tapi anaknya malah santai banget dengan gadget.

"Ayo belajar jangan main HP terus!"

"Sudah ngerjain tugasnya belum? kok ngegambar terus"

Ini adalah bentuk teguran saya kepada Neyna si sulung ketika di rumah mendapati Neyna yang asik banget dengan gadget.

Tugas memang selesai namun dikerjakan dengan tekanan dan bergelimang air mata dari Neyna dan tentu saja materi pelajarannya tidak bisa terserap dengan baik oleh Neyna.

Inilah yang dikhawatirkan menjadi pemicu stress Neyna, sudah ga ketemu teman dan gurunya giliran belajar di rumah kena teriakan terus sama ibunya. 

Larinya kemana? 

Ya kemana lagi kalau bukan ke gadget..sebagai cara untuk hilangkan jenuhnya di rumah denger mamaknya teriak terus.

Memang gadget di era pandemi ini menjadi sahabat anak-anak, terlebih ditengah proses belajar jarak jauh gadget menjadi salah satu senjata untuk ikut serta dalam zoom sekolahnya.

Lalu apa dong yang harus dilakukan sebagai orang tua? agar anak tidak kelamaan terpapar gadget?

Tantangan Era Digital: Orang Tua Fasilitasi Kreatifitas Anak

Yuk Jadi Orang Tua Peka Kebutuhan Anak

Saya kira pandemi ini menghantam stress hanya kepada orang dewasa saja. Ternyata saya salah, karena anak-anak juga alami stress sebagai korban terselebung dari covid-19. 

Agak denial juga jika anak itu ga mungkin terpapar stress karena kan fikir saya kegiatannya cuma main beda dengan orang dewasa yang kudu banyak mikirin A-Z.

Saat ini yang terlihat sejak pandemi adalah Neyna lama-lama jadi bersahabat dengan gadget! Abis zoom sekolah main gadget, abis kursus main gadget..Alamak..

Hal ini jadi PR banget buat saya sebagai orang tua, lantas apa yang harus saya lakukan?

Bersyukur sekali ditengah kehilangan arah dengan gaya parenting yang mulai berubah. Pada tanggal 25 september 2021, saya mengikuti webinar bersama Faber Castell.

Dalam acara tersebut hadir Kak Yohana Theresia, M.Psi Psikolog yang memberi secercah pencerahan untuk saya yang sudah tidak seperti ibu yang dulu. duh...

Terdapat peningkatan perilaku dan emosi yang muncul pada anak akibat paparan stress di masa pandemi covid-19. Soetikno, Agustina, Verauli dan Tirta (2020)

Masalah yang muncul pada anak selama pandemi ini diantaranya : withdrawal, problem berfikir, atensi, problem sosial, anxiety dan depresi.

Ada banyak hal yang bikin anak bisa stress di masa pandemi, Kak Yohana menjelaskan beberapa hal diantaranya adalah :

💣 Ruang gerak yang terbatas

💣 Sulit mendapatkan pendidikan yang berkualitas

💣 Orang Tua sibuk dengan masalah masing-masing

💣 Kondisi psikologis tidak stabil

Dengan berbagai kondisi tersebut, seperti yang dialami oleh Neyna, kebanyakan anak-anak larinya adalah ke gadget! 

Gadget is win-win solution? benarkah itu? Sebenarnya ga melulu negatif kok untuk gadget sendiri, karena ada dampak positifnya juga salah satunya ya HIBURAN. 

Tapiii...ada tapinya nih temans, karena berdasarkan penuturan kak Yohana jika terpapar gadget berlebihan bisa menyebabkan hal berikut :

😢 Masalah kesehatan fisik terutama area matanya, postur tubuh yakni area leher dan tulang belakang saking kelamaan nunduk main gadget.

😢 Terlambat bicara, utamanya bagi anak-anak yang usia dini yang biasa dikenal dengan Speech Delay.

😢 Masalah atensi dan konsentrasi, yang berdampak pada jangka panjang.

😢Masalah pada Executive Function, merupakan sekumpulan keterampilan kognitif yang memungkinkan anak untuk berfikir kreatif 

😢 Masalah perilaku seperti tantrum jadi ngamuk karena sudah kecanduan gadget dan ga mau lepas akhirnya keluarlah tangisan sebagai bentuk agresi.

😢 Masalah kualitas kelekatan orang tua dan anak. Dan ini saya alami juga karena Neyna jadi lebih suka sama gadgetnya dibanding sama saya.

Ngeri banget yah dampak negatif dari gadget, penting sebagai orang tua untuk peka benar ga sih anak kita tuh butuhnya gadget? 

Jadi renungan untuk diri saya sendiri jangan-jangan saya membolehkan gadget karena memang saya ga mau keganggu saat kerja atau anak bisa lebih bahagia karena gadget bukan karena kehadiran orang tuanya. 

Tamparan banget untuk saya dan suami yang memang kami berdua sebagai pekerja sehingga sudah seharusnya bisa lebih mengontrol kegiatan dan kebutuhan anak-anak.

Tantangan Era Digital: Orang Tua Fasilitasi Kreatifitas Anak

Tantangan Era Digital : Being Creative Is A Way Of Life

Apabila mengikuti perkembangan zaman, jelas banget yah anak-anak pastinya makin dekat dengan gadget. Namun gimana nih caranya biar ga melulu main gadget nah saatnya tugas orang tua biar bisa menentukan kegiatan pengganti yang berfaedah.

Menghadapi perkembangan teknologi, yang mana semuanya serba canggih maka dituntut banget untuk bisa berfikir kreatif. Eranya 4.0 kayaknya apa-apa bisa digantikan dengan robot dan peranan manusia udah kian minim untuk bersentuhan langsung dengan pekerjaannya.

Maka dari itu penting banget untuk bisa mengajarkan anak-anak ga ketinggalan zaman serta bisa terus kreatif.

Dulu saya selalu men-judge diri sendiri sebagai orang yang GA KREATIF. Nyatanya Kreatifitas itu sesuatu yang bisa dipelajari dan ditanamkan pada anak selama kegiatan sehari-hari. Jadi tidak ada yang ga kreatif tapi tidak ada kesempatan untuk mengembangkan kreatifitasnya.

Terjawab sudah nih yah temans, semoga kita bisa mencetak anak-anak yang punya pola fikir kritis dan tentu saja harus kreatif.

Tips & Trik Kembangkan Kreatif Anak

Sebagai sesuatu yang dipelajari, pastinya ada berbagai hal yang bisa menumbuhkan kreatif pada anak. Saya sampai mencatat nih point-point apa saja yang dijabarkan Kak Yohana seputar tips & trik dalam mengembangkan kreatif pada anak.

Adapun tips & triknya adalah sebagai berikut :

✔ Menghargai proses belajar, karena kreatifitas butuh proses begitupun dengan anak butuh waktu untuk selesaikan masalahnya. 

✔ Mempersiapkan ruang khusus untuk anak eksplorasi dan eksperimen agar anak bisa terstimulasi nih temans dengan memepersiapkan tools art di rumah. Kayak meja kecil kemudian dikasih pensil warna, cat air maupun kertas. 

✔ Memberi kebebasan anak, sehingga anak makin mudah untuk membangun kreatifitasnya.

✔ Menjadi contoh nyata "menjadi kreatif" daripada sekedar nasehatin "Nak jadi kreatif dong" semuanya justru bermula dari orang tuanya loh!

✔ Memberikan berbagai sudut pandang dengan memperkaya pengetahuan anak, jadi bisa diskusi sama anak-anak kemudian baca buku.

✔ Menjadi orang tua yang support, keratifitas itu terbentuk karena motivasi intrinsik dalam anak so sebagai orang tua perlu amati apa yang anak suka dan kembangkan apa yang anak sukai.

✔ Mengapresiasi usaha anak

Maka jika sudah ada tips & triknya, pasti ada yang menggelitik untuk kita tanyakan. Adakah aktifitas yang bisa membangun kreatifitas anak? tentu saja ada. Temans bisa lakukan kegiatan berikut ini nih :

  1. Alternate uses tasks yakni seperti kegiatan brainstorming contohnya main tebak-tebakan manfaat suatu benda. Misalnya : Pensil apa sih manfaatnya? nanti anak-anak bisa menjawab dengan jawaban unik maka disinilah ada proses berfikir kreatif dengan jawaban yang unik. 
  2. Guided Fantasy, contohnya membacakan buku cerita atau anak membaca 
  3. Open Ended Toys, lagi hits banget yang namanya Lego dimana anak bisa bangun apapun sesuai dengan imajinasinya.
  4. Exposure to art activities, contohnya melukis, mewarnai. Nah salah satunya adalah dengan Creative Art Series 2 dari Faber Castell. 
Tantangan Era Digital: Orang Tua Fasilitasi Kreatifitas Anak

Creative Art Series 2 Dari Faber Castell

Setelah pemaparan yang luar biasa kumplit dari Kak Yohana, akhirnya webinar softskill ini diakhiri dengan workshop bersama Neyna dan Rayi untuk membuat jam melalui Creative Art Series 2 Faber Castell. Ini yang kami nantikan. 

Tapi sebelumnya temans sudah tahu belum sih tentang Creative Art Series 2 Faber Castell? 

Produk Creative Art Series ke-2 merupakan kelanjutan produk Creative Art Series yang pertama kali diluncurkan pada tahun lalu, produk ini diharapkan mengulangi kesuksesan dari edisi pertama. Produk ini dikembangkan sesuai dengan melihat kondisi yang terjadi pada saat ini, dimana pandemik menyebabkan anak mengalami kebosanan, serta dengan produk ini diharapkan akan memberikan kesempatan bagi orang tua dan anak untuk bisa meluangkan waktu bersama. Harsyal Rosidi_ Product SPV Faber Castell

Produk Creative Art Series 2 terdiri atas 4 (empat) produk, yakni :

❤ Basketball Arcade

❤ Glow in the Dark Clock

❤ Colour Your Own Drawstring Bag

❤ Finger Printing Art Set yang melengkapi edisi sebelumnya Stone Deco Art, Origami Fashion Design, Colour Your Own Tote Bag, Air Jet Sport Car, Make Your Own Kite dan 3D Frame Art. 

Back to workshop

Pada kesempatan siang itu, kami mendapatkan product Glow In The Dark Clock. Prosesnya sendiri gampang karena setiap dus sudah dilengkapi dari kuas, cat, hingga stiker yang akan ditempelkan.

Neyna senang banget bisa bikin Jam Gajah, untuk mempercepat prosesnya sendiri Neyna sampe mengusulkan menggunakan Hair Dryer agar cat-nya bisa lebih cepat kering. Ga cuma Neyna yang antusias tapi Rayi juga seneng banget bisa bantuin ngecat.

Kejadian lucu saat membuat jam ini adalah saya yang sok tahu sehingga nempelin untuk stiker gajahnya kebalik wkwkwk. Nah ini, padahal baru aja dapat pemaparan dari Kak Yohana kalau sebagai orang tua harus juga mau dengerin anaknya ealah malah kejadian akhirnya ulangi lagi.

Senang banget hadir dalam workshop Faber Castell, menurut saya ga cuma ngasah kemampuan kreatif dan seni Neyna tapi juga melatih kerjasama antara ibu dan anak, beneran butuh komunikasi satu sama lain agar menuntaskan pekerjaannya dengan baik.

Ga kerasa banget webinar selama 3 jam ini begitu menarik buat saya yang baru pertama kali ikutan dan langsung workshop bareng anak sendiri.

Alhamdulilah mengikuti webinar kali ini, sungguh membuat saya tertampar untuk membenahi lagi cara saya sebagai orang tua untuk bisa memfasilitasi anak bukan untuk menekan dan berekspektasi tinggi semantara stimulasi yang saya berikan saya tidak maksimal.

Tantangan Era Digital: Orang Tua Fasilitasi Kreatifitas Anak

 

***

Demikian temans yang bisa saya bagikan kali ini, semoga bisa bermanfaat yah! untuk temans yang pastinya tertarik dengan produk-produk Creative Art Series Faber Castell bisa langsung aja temans dapatkan di : 

1. Shopee
2. Tokopedia

Tersedia juga loh program reseller-nya jadi bisa dapat untung lumayan juga selain bisa memfasilitasi anak-anak di rumah agar tidak terpapar gadget dan makin kreatif bersama Faber Castell.

Terima kasih Faber Castell, yang terus berinovasi dan kreasi menciptakan produk-produk keren untuk menunjang kegiatan produktif bersama anak di rumah.