Yuk Ubah Gaya Hidup Untuk Menahan Laju Perubahan Iklim!

Tahun 2004, kali pertama saya menginjakkan kaki di kota Cimahi. Saya adalah pendatang baru dari kota Bekasi yang hendak menimba ilmu di kota Tentara ini. 

Masih sangat lekat dalam ingatan saya, takkala beberapa minggu di Cimahi saya harus bulak balik masuk UGD RS. Dustira karena sesak nafas saya yang kambuh. Tubuh saya belum bisa beradaptasi dengan kondisi suhu Cimahi yang dingin.

Dari kota Bekasi yang menurut orang-orang letaknya dekat dengan sang surya saking panasnya lalu saya pindah ke Cimahi dengan kondisi jauh berbeda yakni suhu yang dingin. Seperti membuka jalan untuk penyakit kambuhan saya menjajah tubuh ini. 


Saya tak bisa jauh dari jaket, kaos kaki dan selimut, 3 barang yang harus saya kenakan setiap malam kalau tidak mau sesak nafas saya kambuh karena kedinginan. Dan setiap pagi, maka akan saya dapati mulut saya berasap saking dinginnya.





Cimahi Kini...


Sejak lulus kuliah, saya kembali lagi ke Bekasi dan akhirnya menjadi warga Cimahi sejak menikah tahun 2012 silam.

Tak seperti dulu, Cimahi banyak berubah dari mulai adanya pembangunan Mall Cimahi beserta sederet perumahan membuat padatnya Cimahi semakin kentara.

Dan tentu saja cuaca ekstrim menjadi kondisi pelik yang harus saya rasakan selama tinggal di Cimahi saat ini. Tahun 2016 tercatat Cimahi alami musim hujan selama 282 hari tanpa adanya musim kemarau. Dan di tahun 2019, menjadi momen dimana harus alami musim kemarau berkepanjangan dan alami krisis air.

"Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cimahi, mencatat sebanyak 2.765 kepala keluarga dengan 9.371 jiwa di daerah tersebut alami krisis air akibat musim kemarau panjang tahun 2019"
Badan Penangguulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cimahi mencatat sebanyak 2.765 kepala keluarga (KK) dengan 9.371 jiwa di daerah tersebut terdampak krisis air akibat musim kemarau panjang tahun 2019

---------
Artikel ini sudah Terbit di AyoBandung.com, dengan Judul Kemarau Panjang, 9.371 Warga Cimahi Alami Krisis Air, pada URL https://www.ayobandung.com/read/2019/10/05/65989/kemarau-panjang-9371-warga-cimahi-alami-krisis-air

Penulis: Tri Junari
Editor : Adi Ginanjar Maulana
Badan Penangguulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cimahi mencatat sebanyak 2.765 kepala keluarga (KK) dengan 9.371 jiwa di daerah tersebut terdampak krisis air akibat musim kemarau panjang tahun 2019

---------
Artikel ini sudah Terbit di AyoBandung.com, dengan Judul Kemarau Panjang, 9.371 Warga Cimahi Alami Krisis Air, pada URL https://www.ayobandung.com/read/2019/10/05/65989/kemarau-panjang-9371-warga-cimahi-alami-krisis-air

Penulis: Tri Junari
Editor : Adi Ginanjar Maulana
Badan Penangguulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cimahi mencatat sebanyak 2.765 kepala keluarga (KK) dengan 9.371 jiwa di daerah tersebut terdampak krisis air akibat musim kemarau panjang tahun 2019

---------
Artikel ini sudah Terbit di AyoBandung.com, dengan Judul Kemarau Panjang, 9.371 Warga Cimahi Alami Krisis Air, pada URL https://www.ayobandung.com/read/2019/10/05/65989/kemarau-panjang-9371-warga-cimahi-alami-krisis-air

Penulis: Tri Junari
Editor : Adi Ginanjar Maulana

Kesejukan udara mulai terkikis dengan musim kemarau panjang hingga terjadi KEBAKARAN hutan di Gunung Bohong. Tak mengira musim kemarau ini membuat keringnya tanaman sehingga dugaan sementara ada yang membuang puntung rokok menjadi pemicu bergerilyanya api di hutan Gunung Bohong.

Terlebih lagi hembusan angin yang cukup kencang membuat kobaran api merambat kemana-mana. Saya bersyukur karena tim DAMKAR kota Cimahi mampu mengerahkan usahanya untuk memadamkan api.

Domisili tempat tinggal saya yang memang berdekatan dengan Gunung Bohong sehingga saya agak sedikit khawatir takut merambatnya ke pemukiman warga.

Fenomena ini menjadi bukti nyata jika Perubahan iklim dan global warming tak sekedar isu belaka namun nyata terasa untuk saya.

credit by Indonesia baik

Perubahan iklim yang terjadi salah satunya juga disebabkan oleh kegiatan manusia seperti perubahan penggunaan lahan dan pemakaian bahan bakar fosil.

Secara garis besar ada beberapa faktor yang menjadi penyebab utamanya perubahan iklim, diantaranya adalah :

🌎 Efek gas rumah kaca
🌎 Pemanasan global
🌎 Kerusakan lapisan ozon
🌎 Kerusakan fungsi hutan
🌎 Penggunaan CFC yang tidak terkontrol
🌎 Gas buang industri

Langkah Menahan Laju Perubahan Iklim di Cimahi


Dengan terjadinya fenomena serta dampak yang meresahkan, hal ini menjadi landasan untuk berupaya dalam menahan laju perubahan iklim di kota Cimahi.

Beberapa upaya yang telah dilakukan di Cimahi sebagai langkah untuk menahan laju perubahan iklim diantaranya :

🌎 Penanaman 6.000 Pohon di Cimahi


source : galamedianews


Tahun 2018, Walikota Cimahi mengajak seluruh komponen untuk turut serta dalam program Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) dan Bulan Menanam Nasional (BMN) untuk menambah ruang terbuka di Cimahi.

"RATUSAN bibit pohon ditanam di lokasi Taman Keanekaragaman Hayati (Kehati) Cimenteng RW 18 Lebak Saat, Kelurahan Cipageran, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi, Jumat (21/12/2018). Kegiatan tersebut dalam rangka gebyar Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) dan Bulan Menanam Nasional (BMN) Tingkat Kota Cimahi Tahun 2018"

Hal ini juga dilakukan untuk meningkatkan kepedulian seluruh komponen masyarakat akan pentingnya fungsi pohon guna mengurangi emisi gas rumah kaca dalam mengurangi pemanasan global.

🌎 Adanya Program Kampung Iklim (PROKLIM)

ProKlim merupakan program yang memberikan pengakuan terhadap partisipasi aktif masyarakat yang telah melaksanakan upaya mitigasi dan adaptasi perubahan iklim yang terintegrasi, sehingga dapat mendukung target penurunan emisi GRK nasional dan meningkatkan ketahanan masyarakat terhadap dampak perubahan iklim.

Manfaat Program Kampung Iklim meliputi:

1. Meningkatnya ketahanan masyarakat dalam menghadapi variabilitas iklim dan dampak perubahan iklim;
2. Terukurnya potensi dan kontribusi pengurangan emisi GRK suatu lokasi terhadap pencapaian target penurunan emisi GRK nasiona
3. Tersedianya data kegiatan adaptasi dan mitigasi perubahan iklim serta potensi pengembangannya di tingkat lokal yang dapat menjadi bahan masukan dalam perumusan kebijakan, strategi dan program terkait perubahan iklim;
4. Tersosialisasinya kesadaran dan gaya hidup rendah karbon;
5. Meningkatnya kemampuan masyarakat di tingkat lokal untuk mengadopsi teknologi rendah karbon.

🌎  Gerakan EARTH HOUR

Saya sangat mengapresiasi dengan gerakan Earth Hour yang diselenggarakan kota Cimahi. Hal ini mendukung upaya untuk menghemat energi dengan cara memadamkan semua lampu dalam waktu 1 jam.

"Tema #RedupkanCimahi diambil untuk mengajak masyarakat Kota Cimahi ikut meredupkan Kota Cimahi sebagai komitmen awal merubah gaya hidup ramah lingkungan dan menjadikan sebagai kebiasaan. "Earth Hour bukan hanya seremonial belaka, tetapi komitmen nyata untuk menjadikannya sebagai kebiasaan gaya hidup ramah lingkungan di hari-hari berikutnya," M. Rony Kepala Kantor Lingkungan Hidup

Dengan langkah  ini bisa menjadikan gaya hidup yang baik untuk menahan laju perubahan iklim yang terjadi.

Pandemi Corona :  Titik Balik Ubah Gaya Hidup

Membicarakan gaya hidup ramah lingkungan serta hemat energi ditengah kondisi pandemi corona ini justru menurut saya pribadi merupakan momen titik balik untuk bisa mengubah gaya hidup yang bijak dalam menggunakan energi serta mulai "menyayangi bumi" sebagaimana mestinya.

Dengan himbauan pemerintah untuk tetap #dirumahaja merupakan salah satu dampak positif dari pandemi corona ini sebagai usaha mengembalikan kondisi BUMI menjadi baik.

Beberapa poin yang bisa dirasakan dengan adanya pandemi dan himbauan masyarakat untuk di rumah aja, diantaranya adalah :

🌎 Menurunnya polusi pabrik, sehingga berkurangnya pembakaran energi fosil serta menurunnya emisi karbon di udara secara keseluruhan
🌎 Menurunnya polusi penerbangan
🌎 Meningkatnya kualitas air dikarenakan menurunya aktifitas dan mobilitas yang menjadi polutan di perairan berkurang
🌎 Berkurangnya kemacetan

Namun demikian, di rumah saja berimbas dengan peningkatan penggunaan energi listrik dan gas. Tentu saja menuntut kita untuk bijak dalam menggunakan energi tersebut.

Membicarakan bijak berenergi ditengah pandemi corona, hal ini menjadi salah satu pembahasan pada talkshow KBR.ID Ruang Publik serial perubahan iklim yang dipandu oleh Don Brady.

Dalam talkshow ini, menghadirkan Direktur Program Coaction Indonesia Ibu Verena Puspawardani dan perwakilan dari anggota komunitas Peduli Energi Earth Hour Cimahi, Bapak Andrian Permana. 

Ibu Verena menekankan perlunya sikap bijak dari masyarakat untuk menggunakan listrik ditengah pandemi corona ini.

"Awalnya kita mengira penggunaan listrik akan biasa saja, tapi setelah bulan Maret ternyata biaya listrik yang harus dibayarkan meningkat. Ini disebabkan banyaknya aktivitas yang dilakukan di rumah,"

Selain peningkatan penggunaan listrik, ibu Verena juga membahasa peningkatan pembelian online. Jujur saja saat mendengarkan part ini, saya merasa tertampar karena memang saya sebagai konsumen pecinta belanja online 😂 apa yang disampaikan juga betul sekali bagaimana pengemasan belanja online yang memang tidak ramah lingkungan.

Pun sama dengan Pak Andrian yang menyarankan agar masyarakat bisa mengetahui besaran listrik setiap harinya sehingga bisa mengantisipasi adanya pemborosan listrik.

Dari talkshow bertemakan bijak berenergi ditengah pandemi ini,  Ibu Vena dan Pak Andrian memberikan tips agar berhemat utamanya untuk hemat listrik. Diantaranya adalah :

💡 Matikan lampu yang tidak perlu
💡 Gunakan cahaya alami
💡 Cabut kabel listrik
💡 Hemat gunakan air
💡 Gunakan laptop daripada komputer meja
💡 Matikan AC dan gunakan ventilasi

Terkait dengan ventilasi dan bangunan seperti rumah panggung, saya jadi ingat waktu saya berkunjung di salah satu kampus di Cikarang. Kondisi Cikarang panas namun salut untuk desain bangunannya dimana tidak menggunakan AC namun memang diset bangunannya sehingga sirkulasi udara bisa berjalan baik dan suhu udara di ruangan jadi adem.

Ubah Gaya Hidup Untuk Menahan Laju Perubahan Iklim


So, apa yang bisa saya lakukan sebagai individu untuk bisa menahan laju perubahan iklim ini? tentu saja gaya hidup yang harus saya perbaiki yang perlahan sedikitnya sudah konsisten saya lakukan.

Beberapa hal yang bisa saya lakukan agar menahan laju perubahan iklim demi BUMI ini diantaranya adalah :

💙  Menghemat Penggunaan Listrik

Dengan mencabut kabel peralatan yang sudah digunakan. Seperti mencabut listrik Magic Com setelah 5 menit matang agar listrik tidak boros, setelah mencharge HP langsung cabut dan utamanya adalah mencabut kabel TV.


💙  Mengumpulkan Botol Bekas Untuk di daur ulang

Sudah lama sekali saya memiliki kebiasaan untuk mengupulkan botol-botol plastik bekas minuman, sampo maupun sabun dengan tujuan bisa didaur ulang kembali. Seperti foto dibawah ini, dimana botol yang sudah terkumpul saya kirimkan ke Bank Sampah melalui ojek online.







A post shared by ✷ 🎀 𝐻𝑒𝓇𝓋𝒶 𝒴𝓊𝓁𝓎𝒶𝓃𝓉𝒾 🎀 ✷ (@hervayulyanti) on

💙  Membiasakan Penggunaan Peralatan Ramah Lingkungan

Peralatan yang biasa saya gunakan diantaranya membawa tas kain bila belanja hal ini sebagai upaya saya mengurangi sampah plastik. Selain itu jika saya bepergian selalu membawa tumbler jadi tidak perlu membeli air minum dalam botol.



Nah temans, itu dia beberapa gaya hidup yang mulai saya ubah agar bisa berkontribusi untuk bisa menahan laju perubahan iklim. Jika kedepannya ada banyak yang bisa mengubah gaya hidup seperti saya tentu saja bumi bisa kembali sehat.

Karena kelak bumi akan seperti apa ada di tangan kita masing-masing, senantiasa menyadari untuk bisa lebih mencintai bumi dengan baik.


***

Yuk temans kita mulai dari sekarang mengubah hidup untuk bijak menghemat energi dan bergaya hidup ramah lingkungan. Jangan sampai terlambat.

Demikian yang bisa saya sharing semoga bisa bermanfaat..Temans sudah lakukak apa untuk menahan laju perubahan iklim? yuk kita sharing.

Saya sudah berbagi pengalaman soal perubahan iklim. Anda juga bisa berbagi dengan mengikuti lomba blog "Perubahan Iklim" yang diselenggarakan KBR (Kantor Berita Radio) dan Ibu-Ibu Doyan Nulis (IIDN). Syaratnya, bisa Anda lihat di sini.

Source:
https://jabarekspres.com/2017/emisi-gas-rumah-kaca-terus-meningkat/
https://dlh.cimahikota.go.id/article/detail?id=16
https://www.pikiran-rakyat.com/bandung-raya/pr-01251999/cimahi-gelap-selama-satu-jam
http://www.galamedianews.com/?arsip=209996&judul=ditahun-2018-6000-bibit-pohon-ditanam-di-cimahi
https://www.ayobandung.com/read/2019/10/05/65989/kemarau-panjang-9371-warga-cimahi-alami-krisis-air 
http://indonesiabaik.id/infografis/mengenal-perubahan-iklim-faktor-dan-dampaknya
https://ilmugeografi.com/ilmu-bumi/iklim/upaya-penanggulan-perubahan-iklim-global
https://kbr.id/nasional/05-2020/hemat_listrik_di_masa_pandemi_covid_19/103155.html