Apakareba temans? ya ampun sudah lama banget meninggalkan dunia tulis menulis di blog ini. Sedih rasanya melihat blog isinya "Iklaaaannnnn muluuuuuu".
Blog apa etalase jualan nih? huaahahaa. Sebenarnya hasrat ingin menulis itu buesar sekali sih sampe draft dalam blog ini berjumlah puluhan 😂. Bilang aja sih malesssss....
Oke gapapa...kita tinggalkan sejenak defence-nya jadi kali ini mumpung saya lagi pengen nulis maka saya mau mencurahkan pengalaman saya sebagai Tutor Universitas Terbuka *yeay*.
Saya nanti akan jabarkan alasan mengapa tertarik ((ga perlu udah langsung ke intinya)) mmmm iya juga bolehlah langsung saja nanti saya ceritakan pengalaman dari mulai seleksi Tutor hingga akhirnya tahun 2026 ini saya dipercaya memegang 2 kelas *Alhamdulilah*.
Jadi pengen pidato kemenangan kalau udah gini tuh wkwk...10+6 = 17 ealah arahnya kemana nih? 😂😂. Please...sudahi kelamaan intro ga pentingnya.
Inhale...exhale...

Lolos Seleksi Tutor UT Tahun 2025
Semenjak perusahaan tempat saya bekerja Off sementara, akhirnya saya mencari ke sana kemari alamat palsu kegiatan yang berfaedah untuk mengisi waktu kosong saya di rumah.
Pagi hari setelah anterin anak-anak, beresin rumah dan tugas lainnya selesai, saya pun terbengong manjah atau rebahan. Benar-benar tidak produktif.
Sampe akhirnya saat scroll Threads, ada utas yang menginfokan terkait penerimaan Tutor UT. Apah??ini dia yang saya nantikan.
Seketika sindrom rebahan pun pergi, saya bergegas buka laptop dan memulai untuk membaca persyaratan menjadi Tutor UT.
Syarat utama menjadi Tutor UT adalah berpendidikan minimal S2. Lalu bagaimana jika bukan Dosen? iyah tidak apa-apa kok meski S2 bukan Dosen, bahkan yang saya dengar juga jika IRT pun bisa lolos asalkan minimal pendidikan S2 jadi tidak terikat instansi manapun diperbolehkan.
Bagaimana mengumpulkan administrasinya? nanti ada laman Tutor, di sana temans bisa isi dan upload sesuai dengan yang dibutuhkan dalam persyaratan seperti: Ijazah, transkrip dll.
Dalam laman tersebut juga hanya diperbolehkan untuk melamar 1 jurusan, waktu tahun 2025 saya memilih jurusan Psikologi Industri. Karena sesuai background plus pengalaman di Industri juga sudah hampir 16 tahun.
Apakah saya percaya diri? tentu saja makanya saat pengumuman tiba, nama saya terselip sebagai tutor UT. *jingkrak--jingkrak*. Sebelumnya tahun 2024, saya sudah pernah masukin hanya saja tidak terpilih pokoknya lupalah.
Sehingga dibulan September 2025 saat ada pembukaan kembali saya mencoba kembali dan Alhamdulilah lolos.
Seleksinya sendiri terhitung cepat, karena awal oktober sudah dapat undangan mengikuti webinar bagaimana tata cara menjadi Tutor.
Pengalaman Menjadi Tutor UT
Setelah pengumuman dan undangan webinar, akhirnya saya tahu jika saya mendapat 1 kelas dan mendapatkan surat tugasnya. Sayangnya kelas yang saya lamar diawal kan Psikologi Industri nyatanya saya mendapat kelas Pengantar Bisnis.
Awalnya saya ragu takut tidak bisa tapi alhamdulilahnya bisa menjalankan juga selama semester ganjil periode 06 Oktober 2025 hingga 21 Desember 2025.
Bagaimana rasanya menjadi tutor UT? uh mantap....karena saya pegang 1 kelas isinya adalah 50 mahasiswa.
1 semester ini terdiri dari 8 sesi, setiap sesinya diawali dengan membuat sapaan yang saya unggah ke youtube begitu seterusnya hingga 8 sesi.
Namun, semester genap tahun 2026 ini meringankan tugas Tutor karena sapaan hanya diawal saja (legaaaa).
Jadi tugas Tutornya apa nih? memeriksa hasil diskusi setiap minggunya. Catat yah setiap minggu. Yang bikin keteteran itu jika sudah memasuki sesi 3, 5 dan 7 selain harus memeriksa jawaban diskusi maka saya juga harus periksa tugas.
Pengalaman selama awal menjadi tutor, saya menemukan mahasiswa yang ISTIQAMAH menyalin jawaban temannya diatas dari sesi 1-sesi 8 wkwkwk. Awal-awal saya kasih feedback private tapi karena tidak berubah juga akhirnya saya berikan feedback TERANG BENDERANG biar teman-temannya juga baca wkwkwk. Eh kirain akan ada efek malu atau jera tidak ges! beneran istiqamah copas jawaban teman.
Tapi yang tidak kalah bikin merinding saya adalah yang copas dari AI, bayangkan dalam jawabannya tuh masih ada kata-kata "adalagi yang ingin ditanyakan?" 😃😃😃 tidak bisa berkiti-kiti.
Jangan heran kalau nilainya bisa saya kasih 0 wkwk. Maaf bukannya tidak baik tapi agar mau berubah. Saya sangat mengerti zaman sekarang akses informasi bisa dengan mudah didapatkan sama seperti mengerjakan tugas kuliah, tinggal ketik prompt di AI keluar hasil jawaban.
Boleh ga sih pake AI? boleh dong tapi mohon untuk tidak ditelan bulat-bulat bisa combine juga dengan opini maupun sumber referensi lainnya sehingga akan kaya hasil jawabannya. Gitu ya! Jangan jadikan AI sebagai sumber utama jawaban justru bisa compare juga dengan sumber lainnya.

Feedback Sebagai Tutor UT di Sesi 7
Selama 2 semester menjadi Tutor, dengan total 3 kelas yang saya ampu, alhamdulilah pada sesi 7 itu ada yang namanya angket untuk Tutor, mahasiswa bisa memberikan feedback untuk masing-masing Tutor.
Dan saya pun mendapat feedback sebagian besar BAIK. Apakah ada yang menilai tidak baik? ada dong bahkan memberikan kata mutiara saya dibilang "Stress" wkwkwkwk.
Gimana yah sudah diberikan feedback terkait cara menjawab masih belum maksimal dalam mengumpulkan tugasnya, masa iya saya kasih nilai bagus. Kisanak emang punya hubungan apa dengan Paduka Mahabrata sampe berani pengen nilai bagus sementara jawabannya saja kurang. 😂😂😂
Tapi diantaranya feedback demikian, selalu terenyuh juga dengan message privat dari beberapa mahasiswa yang mengucapkan terima kasih karena jadi tahu tata cara penulisan sumber referensi bahkan tak lupa mendoakan yang baik untuk saya. *uluhhh jadi terharu akutuh*
Cair Honor Setelah Upload Report
Dan bagian yang paling menyenangkan sebagai Tutor UT adalah yess tentu saja mendapatkan honor. Untuk honornya 1 kelas sendiri mendapat Rp 1.600.000,- yang akan cair setelah menyelesaikan tugas lalu upload laporan serta saran pada laman report untuk Tutor.
Waktu itu cairnya dibulan Januari 2026 setelah saya menyelesaikan semester diakhir bulan Desember 2025. Alhamdulilah, menyenangkan bisa mendapat honor UT yang akhirnya saya tabungkan untuk Qurban tahun ini. Barakallah.
Dan untuk semester ini saya berharap bulan Juli sudah cair, lumayan pegang 2 kelas bisa untuk menambah tabungan.
***
Demikian temans yang bisa saya bagikan kali ini, pengalaman menjadi Tutor di Universitas Terbuka. Sesuai harapan saya bisa menjadi manfaat untuk orang lain dan ilmu yang saya miliki bisa berguna dan menjadi amal jariyah, InsyaAllah.
Doakan semoga semester selanjutnya bisa nambah kelas lagi syukur-syukur lebih dari 2 kelas. Aamiin..





