Search

Alasan Memilih Menjadi Recruiter

Posisi HRD tentunya pasti ada di setiap perusahaan, namun tidak semuanya perusahaan menggabungkan satu fungsi dalam HRD. Ada beberapa perusahaan yang memisahkan sesuai dengan fungsi tugas HRD sehingga ada yang dikenal dengan Recruiter, Trainer, Payroll, Assessment, Personalia, General Affair dan lain sebagainya (ini yang saya tahu sih). 

Dari sekian fungsi HRD ada satu fungsi yang dikenal dengan Recruitment. Yang belum tahu definisi tentang rekruitment oke sekalian saya jabarkan. Sebenarnya ada banyak definisi mengenai recruitment namun akan saya coba uraikan dari salah satunya.

Konon menurut Bapak Henry Simamora (1997:212) Rekrutmen (Recruitment) adalah serangkaian aktivitas mencari dan memikat pelamar kerja dengan motivasi, kemampuan, keahlian, dan pengetahuan yang diperlukan guna menutupi kekurangan yang diidentifikasi dalam perencanaan kepegawaian. 

Dari definisi tersebut jelaslah jika dalam rekrutmen ada tantangan tersendiri karena itulah saya lahir menjadi recruiter. Mengawali karier sebagai recruiter sebenarnya menyesuaikan background pendidikan yang telah ditempuh di Psikologi UNJANI (Universitas Jenderal Ahcmad Yani). Sekilas tentang UNJANI buat yang belum tahu, ni kampus ada 2 yang pertama di Cimahi dan di Daerah Bandung deket PINDAD.

Buat yang suka main ke Bandung dari arah Jakarta kalau lewat tol Cipularang tentunya sebelah kiri (sekitaran km125-an lupa :p) disitu tertulis jelas Kampus UNJANI. Nah saya jebolan sana *kibas jilbab* (mesti bangga sama almamater sendiri).

Balik ke masalah rekrutmen, akhirnya setelah gagal melewati ujiannya PNS (ga kapok-kapok ikut padahal udah gagal selalu) saya mencoba peruntungan di perusahaan swasta. Akhirnya terjun menjadi rekruiter.

Alasan Memilih Menjadi Recruiter

Mengapa saya tertarik menjadi rekruiter? ini dia alasannya :

1. Banyak Dicari Sama Orang

Sesuai definisinya rekrutmen itu suruh cari orang, maka jika departemen lain butuh orang mereka akan hubungi saya. Ga peduli saya lagi koprol, sikap lilin atau kayang pokoe kalau ada yang resign buru-buru hubungi recruiter. Ga kalah kan sama artis yang suka dicari-cari xixixi. *benerin kacamata*


2. Bisa Seleksi Orang

Nah sebagai recruiter kita punya hak prerogratif buat nolak orang entah dari CV, dari hasil tes sampe hasil interview. Kalau CV udah ga ada no HP jangan ngarep saya kirimin surat atau kartu pos ke alamat rumah langsung saya pisahin berkasnya ke kumpulan CV ditolak, kalau pas tes ga dengerin intruksi, nyontek ngerjainnya dah gitu hasilnya jelek jangan ngarep bisa lanjut tahapan berikutnya. So jangan macam-macam sama recruiter *ketawa jahat* :p

3. Bisa Perintah Orang

Berhubung recruiter disuruh seleksi orang jadi ada sesi psikotesnya nah di sesi ini tugas saya adalah memberikan intruksi kepada pelamar untuk bisa ngerjain tes sesuai intruksi. Kesempatan dunk kapan lagi saya bisa perintah-perintah orang. hahaha.

4. Punya Banyak Fans

Ah siapa sangka berkarier jadi recruiter mendatangkan fans pasalnya orang yang suka dites sama saya ada aza kalau ketemu di jalan nyapa saya padahal sayanya belum tentu inget. Manggil-manggil di satu event ah berasa banget famousnya hahaha *mulai ke-PD-an*. Ga perlu jadi artis dulu kalau mau punya fans bukan? hahaha.


5. Paling Banyak Ngabisin Pulsa

Sebagai pencari kandidat tentunya dalam memanggil pelamar, saya suka neleponin pelamar/smsin  dan kalau lagi bernasip ga baik kadang ada pelamar pas ditelepon yang buanyak nanya padahal perintahnya jelas suruh datang psikotes sesuai jadwal pake baju rapih, bawa alat tulis itu azah tapi ada yang rese nanyain bajunya mesti warna apa?kalau pulpennya warna biru boleh ga?kalau rambutnya kayak Andika Kanjen band boleh ga?nah pertanyaannya yang kayak gitu bikin bengkak pulsa perusahaan hahaha. Ntar ujungnya rekrutmen suru pake telepati kalau telepon dicabut :p


6. Jadi Orang Pertama

Sebagai pencari pekerja, recruiter selalu menjadi orang pertama yang tahu kalau si A resign pasalnya atasan akan cari pengganti makanya mesti hubungi saya. Selain itu, jadi orang pertama yang dikenal oleh pelamar dari luar ibaratnya pintu masuk ke dalam perusahaan kalian mesti lewatin saya dulu. Tapi inget saya tidak nerima gratifikasi dalam bentuk apapun buat yang mau gabung ke perusahaan. Integritas tinggi *kuatin iman*.

Itu dia alasan kenapa mesti menjadi recruiter, menarik bukan? apapun pekerjaannya yang penting tetap bersyukur dan selalu berbahagia menjalankannya. Jadi tetap PD mengerjakan semua pekerjaan dengan baik. Gimana tertarik mengikuti jejak saya? saya tunggu y.


Alasan Memilih Menjadi Recruiter
sumber : konsultanpendidikan.com


Комментариев нет

Отправка комментария

Selesai baca yuk tinggalin jejak komennya ^^
Haturnuhun