Menepis Khawatir Kasus Gagal Ginjal Akut Pada Anak

Betapa terkejutnya saya saat menemukan kasus yang viral di media terkait dengan peningkatan kasus gagal ginjal akut pada anak. Kasus ini mencuat pada akhir tahun 2022, dilansir pada kemenkes.go.id jika sebanyak 206 dari 20 provinsi dengan angka kematian sebanyak 99 anak.

Hal ini tentu saja sangat meresahkan saya sebagai seorang ibu, bahkan sepertinya tidak cuma saya saja yang resah dan khawatir dengan mencuatnya kasus gagal ginjal akut pada anak yang konon disebabkan oleh obat sirop dengan kandungan cemaran bahan pelarut Propilen Glikol (PG) / Propilen Etilen Glikol (PEG) yang diganti dengan Etilen Glikol (EG) / Dietilen Glikol (DEG) oleh satu oknum perusahaan supplier kimia.

Kekhawatiran yang besar, takkala sirop obat paracetamol yang dinyatakan berbahaya bagi anak-anak. Padahal sudah sekian lamanya jika obat paracetamol berbentuk sirop menjadi andalan orang tua sebagai pertolongan pertama yang diberikan.

Saya sendiri adalah pengguna obat sirop paracetamol jika anak-anak mengalami demam. Oleh karena itu biasanya di rumah saya selalu sedia obat sirop paracetamol karena memang anak-anak di rumah seringkali alami demam secara tiba-tiba.

Jika di sekolah ada temannya yang sakit, maka sepulang sekolah terkadang langsung demam tinggi. Atau cuaca yang kini tak menentu kadang panas sekali lalu hujan deras membuat anak-anak itu rentan sekali terkena demam.

dialog-interaktif-GPFI-kasus gagal ginjal akut

Ketika Sirop Obat Untuk Anak Dilarang Beredar

Saya masih ingat sekali akhir tahun lalu, saat kedua anak demam berbarengan sementara obat demam sirop di rumah sudah habis. 

Saya dan Akang suami kelimpungan mencari obat bentuk sirop untuk redakan demam. Pasalnya anak-anak sudah cocok dan terbiasa minum obat dalam bentuk sirop sementara akhir tahun lalu saya pergi ke apotek yang ada di Cimahi taksatupun memberikan obat sirop.

Bahkan saya mencoba untuk membeli secara online melalui e-commerce sayangnya pembelian melalui e-commerce harus dengan syarat menyerahkan resep dari dokter.

Padahal dulu sebelum kasus gagal ginjal akut pada anak, saya bisa dengan bebas membeli obat sirop demam melalui toko online. Ya ampun, betapa susahnya saat itu karena pada akhirnya apoteker menyarankan saya memberikan obat dalam bentuk puyer.

Sementara anak-anak di rumah tidak ada yang biasa meminum obat dalam bentuk puyer. Terbayangkan oleh temans, bagaimana drama minum obat dalam bentuk puyer ini harus saya alami sementara memang anak-anak butuh asupan obat untuk redakan sakitnya.

Yang menyedihkan pulak, tak hanya obat bentuk sirop saja yang susah saya dapatkan untuk multivitamin anak dalam bentuk cairan juga susah sekali saya dapatkan.

Astagah..sebesar itu dampak dari adanya kasus ini, meskipun ada substitusi obat namun tetap yah anak-anak itu identik dengan pemberian obat serta multivitamin dalam bentuk sirop.

GPFI Tepis Khawatir Masyarakat Terkait Kasus Gagal Ginjal Akut

Melihat pentingnya untuk memberikan informasi yang akurat, pasti dan terpercaya mengenai keamanan penggunaan sirop obat atau yang umumnya disebut obat sirup, kepada orangtua dan Dokter Spesialis Anak, Gabungan Perusahaan Farmasi Indonesia (GPFI) bersama dengan Kementerian Kesehatan, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) dan Pakar Farmakologi menyelenggarakan acara Dialog Interaktif Kesehatan: Sirop Obat Aman Untuk Anak yang diadakan di Royal Kuningan Hotel, Jakarta, pada 21 Maret 2023.

Hadir dalam acara tersebut narasumber diantaranya :

1. KEMENKES, dihadiri oleh : 
* Dr. Dra. Apt. Lucia Rizka Andalucia, M.Pharm., MARS, Selaku Direktur Jendral Kefarmasian dan Alat Kesehatan. 
 Dr. Dra. Agusdini Banun Saptaningsih, Apt., M.A.R.S., Selaku Direktur Produksi dan Distribusi Kefarmasian Direktorat Jendral Kefarmasian dan Alat Kesehatan, Kementerian Kesehatan RI.

kasus gagal ginjal akut

2. BPOM, dihadiri oleh : 
*  Dra. Tri Asti Isnariani, Apt, M. Pharm, Selaku Direktur Standarisasi Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor & Zat Adiktif (ONPPZA) dan Plt. Direktur Registrasi Obat Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia.

3. IDAIdihadiri oleh : 
*  dr. Piprim Basarah Yanuarso, Sp. A(K), Selaku Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia.

4.  IAIdihadiri oleh : 

-        * Apt. Noffendri Roestram, S.Si, Selaku Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia.

5.   AKADEMISI,  dihadiri oleh : 
Prof. Apt. I Ketut Adnyana, Msi., Ph.D, Selaku Guru Besar Farmakologi – Farmasi Klinis, Institut Teknologi Bandung.
Prof. DR. Rer. Dr. rer. nat. Apt. Rahmana Emran Kartasasmita, selaku Guru Besar Kimia Farmasi, Institut Teknologi Bandung.

6. Momfluencer, dihadiri oleh :
* Mona Ratuliu

kasus gagal ginjal akut

Pada dialog interaktif tersebut, sejumlah narasumber menyatakan jika Sirop obat aman untuk anak. Issue seputar kandungan yang beredar serta menjadi pemicu kematian dalam kasus gagal ginjal akut pada anak juga dijelaskan dalam kesempatan tersebut jika penyebab kematian Gagal ginjal akut pada anak (GGAPA) bisa disebabkan oleh multifaktor bukan sekedar dari obat sirup dan kandungan Etilen Glikol (EG) / Dietilen Glikol (DEG).
Kasus GGAPA pada tahun lalu terjadi karena adanya intoksikasi obat yang tercemar oleh EG/DEG yang melebihi ambang batas sehingga berdampak masal. Namun perlu diketahui bahwa GGAPA bisa disebabkan oleh berbagai faktor lainnya (multifactorial) seperti status kesehatan pasien (riwayat penyakit), alergi terhadap suatu bahan tertentu, infeksi (termasuk Covid-19), status nutrisi (dehidrasi), obat, makanan, logam berat, toksikan (EG/DEG dari berbagai sumber), dan lain sebagainya. Prof. apt. I Ketut Adnyana, Msi., Ph.D selaku Guru Besar farmakologi – Farmasi Klinis, Institut Teknologi Bandung.

kasus gagal ginjal akut

Perkembangan Terbaru Mengenai Keamanan Sirop Obat

Jadi pertanyaan yang timbul saat ini adalah "Apakah sirop obat untuk anak aman?" tentu saja aman temans kini kita bisa kembali lagi membeli dan memberikan sirop obat untuk anak. 

Investigasi serta kajian ulang dari semua pihak dan menyatakan sirop obat yang ditarik bisa kembali lagi beredar dan dikonsumsi kembali karena melalui proses pemeriksaan serta sudah lolos BPOM.

Fakta sudah berbicara bahwa hasil verifikasi ulang produk sirop obat oleh BPOM per November 2022 lalu sudah aman, sehingga produk sirop obat yang sudah dirilis kembali oleh BPOM, bisa diresepkan kembali oleh dokter dan bisa dikonsumsi masyarakat dengan tenang selama mengikuti aturan pakai. Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia, dr. Piprim Basarah Yanuarso, Sp.A(K).
kasus gagal ginjal akut

Hal senada juga disampaikan oleh Dra Tri Asti Isnariani, Apt, M. Pharm selaku Direktur Standardisasi Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor & Zat Adiktif (ONPPZA) dan Plt. Direktur Registrasi Obat, Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia :

BPOM telah melakukan langkah-langkah antisipatif, seperti intensifikasi surveilans mutu produk, penelurusan dan pemeriksaan terhadap sarana produksi dan distribusi, hingga pemberian sanksi administratif, termasuk melakukan verifikasi pemastian mutu terhadap sirop obat yang beredar. Upaya-upaya penindakan juga terus dilakukan terhadap sarana produksi dan distribusi jika terdapat unsur pidana bidang kesehatan. Daftar produk sirop obat yang aman untuk dikonsumsi selama mengikuti aturan pakai, kini bisa dilihat di website /sosmed BPOM atau melalui kanal publikasi resmi BPOM lainnya. Masyarakat, pasien, fasilitas layanan kesehatan dan dokter diminta untuk tidak lagi khawatir dan ragu. 
kasus gagal ginjal akut

Memang rasanya sulit sekali untuk mendapatkan substitusi obat sirop karena obat sirop identik untuk anak-anak, namun kini sebagaimana disampaikan oleh Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia, apt. Noffrendi Roestram, S.Si :

Namun dengan tidak adanya lagi kasus GGAPA masal sejak dirilisnya produk sirop obat oleh BPOM bulan Desember tahun lalu membuktikan keamanan produk tersebut. Dengan demikian pasien dan orangtua tidak perlu lagi khawatir dan dianjurkan untuk membeli sirop obat di apotek resmi, baik yang berdasarkan resep dokter ataupun untuk pembelian obat bebas.
kasus gagal ginjal akut

*** 

Acara dialog interaktif ditutup dengan kesimpulan dari Bp. Tirto Kusnadi selaku Ketua Umum GP Farmasi yakni :

Pertama, ada 2 faktor penyebab GGAPA. Yang pertama adalah GGAPA individu yang terjadi karena faktor medis individu tersebut dan yang kedua adalah gagal ginjal anak masal yang ditandai dengan terjadinya sejumlah besar kasus secara bersamaan, yang disebabkan karena terjadinya pencemaran. Yang kedua, dengan sudah dinyatakannya oleh otoritas kesehatan yang berwenang bahwa sirop obat yang sudah melalui verifikasi ulang dan sudah dirilis oleh BPOM adalah sirop obat yang aman, maka Dokter Spesialis Anak tidak perlu ragu lagi untuk meresepkan sirop obat kepada pasien dan masyarakat juga bisa kembali menggunakan sirop obat dengan mengikuti aturan pakai.

Demikian temans, yang dapat saya bagikan semoga informasi ini bisa diterima oleh semuanya jika sirop obat aman untuk anak. 

Jadi jangan khawatir dan krisis kepercayaan lagi, sebab dalam prosesnya pihak-pihak yang berkepentingan memeriksa ulang sehingga kini sirop obat untuk aman layak dikonsumsi kembali serta bisa dibeli kembali baik secara bebas maupun berdasarkan resep dari dokter.

Temans bisa dapatkan informasi aktual dan update seputar obat dengan mengunjungi instagram Gabungan Perusahaan Farmasi Indonesia (GPFI) melalui akun instagram @gpfarmasi.id.