Tuesday, August 22, 2017

Kapan Sebaiknya Bercanda?

Halo temans semua apa kabar?semoga sehat-sehat yah dan tetap semangat 45 setelah merayakan hari kemerdekaan kita yang ke 72. Gimana liburannya?diisi dengan lomba?atau hanya diam dirumah?ikut lomba atau tidak yang penting hepi ya temans.

OKe temans, Tulisan kali ini lagi-lagi terinspirasi dari Film yang saya tonton. Judul filmnya adalah "Don't Hang Up". Ceritanya adalah 2 remaja bernama Sam dan Brady yang suka mengerjai orang-orang lewat telepon dan hasilnya mereka unggah ke youtube.

Salah satu keisengan dua remaja ini yang fatal adalah ketika mereka menghubungi seseorang pukul 03.30 dini hari mereka menelepon acak dan didapati nomer HP seorang ibu. Mereka mengaku sebagai polisi yang melihat kediaman si ibu dimasuki sekelompok orang. 

Sementara Si ibu ini sedang ditinggal dinas oleh suaminya dan di rumah tinggallah ia bersama putrinya. Kedua remaja ini meminta si ibu untuk menutup pintu kamar dan jangan menutup teleponnya serta menyuruhnya diam di kamar karena menurut mereka para penjahat sedang beraksi di ruang bawah. 

Dalam kondisi panik tentunya si ibu hanya memikirkan keselamatan putrinya, sang ibu mencari senjata hingga HP yang masih dalam keadaan ON terlempar kebawah kasur. Bagaimana akhirnya?Sam dan Brady begitu puas mendengar kepanikan ibu dan mengunggahnya di youtube bahkan mendapatkan apresiasi yang banyak dari para netizen yang menonton serta mendengar rekaman telepon tersebut.

Waktu semakin berlalu, kebiasaan Sam & Brady masih terus berlanjut mengerjai orang-orang lewat telepon namun siang itu mereka mendapati teror telepon. Kepanikan muncul dari Sam & Brady yang awalnya sempat tidak mempercayai jika merekalah yang sedang dikerjai oleh seseorang. 

Klimaks filmnya ditandai dengan adegan-adegan yang bikin tegang bahkan saya kaget dan tidak menyangka dengan alur ceritanya. Bagaimana kisah akhirnya?mangga temans tonton sendiri.

Nah yang saya mau ulas adalah keisengan dan bercanda kedua remaja dalam film tersebut yang saya rasa itu keterlaluan. Loh kok keterlaluan gimana?kan korbannya baik-baik saja?SALAH. Salah satu korban yaitu si ibu yang pagi-pagi buta di telepon ditemukan mati bersama anaknya. Nah loh?

Temans dalam kehidupan sehari-hari tentunya kita tak luput dari yang namanya bercanda. Seolah hidup tanpa bercanda maka garing aja hidup LO! bener ga?terlalu serius ga baik juga, kebanyakan becanda juga ga baik apalagi seperti kejadian dalam film tersebut hingga sebabin orang lain meninggal dunia rasanya kita tidak pernah menyangka dari bercandaan doang bisa sebabin itu.

"Berbeda dengan Sabar yang tidak terbatas maka Bercanda itu ada batasannya"

Fungsi bercanda sendiri kan agar kita terbawa suasana yang santai, tidak kaku, ingin agar urat-urat saraf yang tegang bisa kendor, pokoknya RILEKS. Betul tidak?kalau saya sih betul. Apa jadinya kalau hidup dibawa serius kayaknya bakalan stress mulu baik di kerjaan maupun di rumah. Bawaannya "senggol bacok". 

Saya pun pernah mengalami situasi dimana saya sebagai pelaku bercanda yang keterlaluan. Kala itu saya masih duduk di bangku SD, seperti biasa jika libur tiba saya mengunjungi rumah nenek yang mana disana ada sepupu saya tinggal. 

Kami biasa bercanda namun naas bagi saya pada hari itu akhirnya kena omelan ibu. Pasalnya saya bercanda dengan memasukkan buah seperti leunca kedalam piring yang mana sepupu saya sedang makan. Alhasil sepupu saya langsung membuang makanannya, saya sendiri selain kena omelan ibu juga kena seret karena diminta untuk meminta maaf kepada sepupu.

Saya tidak menyangka bercanda yang saya maksudkan hingga membuatnya kehilangan selera makan padahal saya cuman menaruh beberapa buah leunca yang saya petik dari kebon. Bahkan dengan kejadian tersebut akhirnya membuat kami perang dingin hahaha. 

Temans pernah mengalami hal serupa?maksud hati bercanda namun ditanggapi serius?maksud hati bercanda namun akhirnya membawa LUKA, maksud hati bercanda namun akhirnya membawa PETAKA. Yuk Think Before ACT.

Berfikir terlebih dahulu seharusnya menjadi MANTRA sebelum kita bertindak?adakalanya Penyesalan menjadi hasil akhir yang tiada henti kita ucapkan setelah kejadian tersebut terpampang nyata. Bahkan tak heran kita merutuki diri sendiri "Mengapa sebegitu bodohnya berkata, berbuat demikian kepada orang lain?"

Penyesalan selalu datangnya belakangan ya temans, saya pun masih belajar untuk berfikir dulu kalau saya mau melakukan sesuatu bahkan untuk menuliskan secercah tulisan di blog ini saya memikirkan kalimat yang tepat, adakah pembaca yang baca tulisan saya ini bisa mengambil sesuatu dari inti tulisan saya?*tsaahhh beraaat banjet 😂.

Beberapa Masalah ternyata bisa timbul dari bercanda, makanya sebisa mungkin saya mencoba untuk menarik kesimpulan Kapan Sebaiknya Bercanda?

💟 Tahu Kondisi

Menurut saya kondisi menjadi satu awalan untuk kita agar bisa mencairkan suasana dengan becandaan. Mengtahui kondisi hati seseorang tentunya menjadi modal untuk kita sebagai teman, sahabat, rekan yang baik mengerti dan boleh untuk menghibur lewat bercanda. 

Iya kali kita bercanda disaat teman sedang berduka 😓. Saat teman ditinggal orang yang dicintainya Kita bercanda maksud hati untuk menghibur yang ada malah menghancurkan. Maksud hati terkadang tidak sampai jika kondisi orang yang sedang kita ajak bercanda dalam keadaan ga mood. Bener ga?

Seperti yang dalam film juga kondisinya si ibu panik yang akhirnya menyebabkan si ibu hilang akal sehatnya yang mengira becandaanya Sam & Brady adalah nyata.  Untuk itu pandailah membaca kondisi seseorang yah biar bercandannya juga enak. Aseeekk karena belum tentu orang yang kita ajak bercanda mau menerima becandaan kita!


💟 Tahu Situasi

Berkaca dalam film "Don't Hang Up" situasi dimana si ibu sedang sendirian, dalam kondisi panik menyebabkan dirinya juga hilang kendali padahal konteksnya adalah bercanda. Ga terfikirkan oleh Sam&Brady jika bercandanya menjadi sesuatu yang dianggap serius oleh si ibu bahkan kematian mengintai si ibu dan anaknya.

Pun sama dalam hidup sehari-hari jika situasi formal maupun non formal ini juga mesti kita perhatikan. Ga mungkin dalam situasi meeting dengan Boss besar kita banyakin porsi becandanya sementara meetingnya bahas apa?pleaselah jangan mencoreng arang di muka sendiri. 

Atau kalau lagi kumpul sama teman, diajak bercanda kitanya lagi sensitif berujung dengan perkelahian deuhhh ga banget. Makanya kalau bercanda hati-hati ya temans 😄

💟 Tahu Siapa Yang Diajak Bercanda

Rasanya ga mungkin ajakin bercanda sama orang yang ga kita kenal bukan?alih-alih ingin cairkan suasana yang ada kita di labeli ODD 😂. Porsi bercanda juga disesuaikan dengan siapa kita berhadapan. 

Dengan yang lebih tua tentunya kita tahu bercanda yang seperti apa yang baik dilakukan?mungkin bercanda ala Srimulat masih masuk untuk mereka yang lebih tua. Berbeda dengan yang seumuran mungkin bercanda ala Sule masih masuk akal. 

Intinya kita bisa membedakan jenis bercandanya kepada siapa saja kita mampu untuk memberikan candaan. Seperti yang di film, kasih bercanda yang seperti itu, ibu mana sih yang ga ketakutan membiarkan anaknya tidak aman.

💟 Tahu Batasan

Tidak ada yang melarang bercanda bukan?namun sebagai pribadi masing-masing pleaselah kita tahu batasan-batasannya. Bercanda No Sara, NO Suku, No Agama, NO RAS, NO FISIK pokoknya hindarilah becanda mengarah kepada hal-hal sensitif. 


Belum tentu semua orang bisa menerimanya bahkan bisa jadi hal ini memicu pertengkaran. Dari Meme sederhana yang beredar di Medsos mengakibatkan pro-kontra sana sini. Yuk temans kita mulai batasi untuk tidak bercanda secara berlebihan apalagi yang arahnya berbau fitnah atau tuduhan kepada orang lain. Jangan deh coba-coba bercanda hal demikian

"Dan katakanlah kepada hamba-hambaKu, hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik. Sesungguhnya setan itu menimbulkan perselisihan diantara mereka. Sesungguhnya setan adalah musuh yang nyata bagi kalian (Qs. Al-Isra :53)"
*** 

Akhirul kalam dari tulisan kali ini adalah bercanda boleh saja namun ingat batasannya. Kalau bercanda tidak ada batasan namanya NGELUNJAK. Dan untuk batasan bercanda itu menurut saya tergantung pribadi masing-masing namun adakalanya bahwa memahami orang lain bahwa mereka tidak melulu memahami kondisi kita itulah yang terpenting. Mau di dunia nyata atau di Medsos please perhatikan rambu-rambu dalam bercanda 😄.

Temans mau sharing juga tentang bercanda?atau pengalaman yang tidak enak karena bercanda?mangga sharing yuk ^^

75 comments:

  1. Harus tau karakter yang diajak bercanda ya mbak... juga situasinya pas apa nggak... dan tempat becandanya, suka sebel kalo di WAG becandanya berlebihan... suka salah paham klo becanda dengna media tulis gt soalnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mba ga semuanya punya karakter sama makanya harus tau siapa yang diajak bercanda :D

      Delete
  2. aku juga nggak suka klo becanda kelewatan
    gak asyik juga
    lama2 bisa bertengkar
    ato kena UU ITE jaman sekarang ini

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya adakalanya mood kita lagi ga bagus nanggepin becandaan orang akhirnya yang terjadi malah tengkar :)

      Delete
  3. Bunda, aku termasuk orang yangs ering banget ngerjain orang keterlaluan dan itu nggak sekali dua kali. Dan kalau ingat hadis ttg adab bercanda, kayak tertampar. Tapi abis itu ya isengin lagi. Hahhaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha gpp ummi becandaannya masih fineeee :p

      Delete
  4. Setuju Teh Bel, lihat dulu mood lawan bicaranya ya bisi lagi PMS hhe btw nanti mau nonton filmya ahh

    ReplyDelete
    Replies
    1. nah iya mba San :) sok atuh nonton filmnya mba :)

      Delete
  5. setuju mbak,bercanda memang harus ada batasnya.

    ReplyDelete
  6. setuju mbak,bercanda memang harus ada batasnya.

    ReplyDelete
  7. gagal fokus liat yg ngomong don't try again, ihi..
    iya mbak, kalau teman ada yg becanda kelewatan langsung bye bye deh, gak langsung aku tanggepin. Kasian kalau ada yg digodain, kadang ujung-ujungnya malah seperti merendahkan

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya kadang kitanya lagi ga mood ya males ladenin yang begituan y mba :)

      Delete
  8. Pernah ada yang bertengkar di WAG sekolah anakku gara-gara bercanda. Nggak lucu tapi bikin masalah kan.

    ReplyDelete
  9. Setujuuuuuu
    Iya bcnda mmg kudu ada batasnya, biar gk kelewatan,
    Kalau aku, mau becanda, lihat2 karakter orgnya dlu mbk, kn ada org yg suka guyon, ada ndak suka guyon,

    ReplyDelete
    Replies
    1. betul mak Ken liat2 dulu orangnya yang suka serius diajak becanda jatuhnya krik..krik..haha

      Delete
  10. Nah, tapi sampai saat ini masih banyak yang bercandanya nyinggung fisik *cry. Setuju sih sama teh Herva, bercanda ada batasnya dan harus liat sikon. Aku sendiri kalau mood lagi jelek (terutama pas pms), atau seluruh tubuh lagi lelah, bercandaan sekecil apa pun kumasukin ke hati. Ujungnya males aja kalau ketemu si a,b,c. *eh malah curhat ngahaha.

    Aku jadi penisirin sama filmnya. Nyari ah.

    Boleh di share nggak teh ini blogpostnya? *hee

    ReplyDelete
  11. Bermanfaat banget mba, apalagi kalau soal jodoh.. niat hati bercanda eh malah didiamin karen dikira ngebully . 😅

    ReplyDelete
  12. Setujuuu. Tp susah ya, kadang asal nyerocos bercanda

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehhee iya maksud hati kemana tapi ditanggepinnya gimana :p

      Delete
  13. Dari kecil emang harus dikasih tau, bahwa becanda yg tidak pada tempatnya itu bisa bikin celaka, biar udah gedenya sadar... Tapi kadang orang gede jg belegug, malah segala macem dibikin becandaan & ngga ngerti pengaruhnya buat yg dibecandain. Kl udah gitu aku mah mending minggir & ngga usah terlalu deket sama orang2 yg kayak gitu, dibilang ngga asik jg EGP... Becanda biasa sih ok, kl udah keterlaluan mah no way #gaya :D

    ReplyDelete
  14. Nah, pas nih tulisannya..suka!

    Teman di WAG bercanda kebangetan. Perasaan kayak masih berseragam putih biru...padahal kini rambut sudah kelabu..heuheu. Akhirnya yang dicandain keluar grup..Sayang, padahal ngumpulin teman-teman juga ada banyak manfaatnya..bukankah silaturahmi memanjangkan usia:(

    Btw, TFS Mbak..belum nonton filmya itu saya:)

    ReplyDelete
    Replies
    1. makasi uda mampir mba dan juga sharingnya :) selamat menonton mba

      Delete
  15. Saya suka deh dengan captionnya mbak, kalau sabar itu tidak ada batasnya, tapi becanda ada batasnya.

    ReplyDelete
  16. betul ya, kadanag kita kebanyakan bercanda gak lihat siapa yang kita ajak bercanda

    ReplyDelete
  17. Bercanda sudah jadi bagian kehidupan khususnya di dunia maya, sampai apapun dibecandain, dibuat guyonan. Ya, sebagian orang fine2 aja, tapi sebenarnya banyak yang nggak cocok juga, loh. TFS, Bunda imut.

    ReplyDelete
  18. Saya sering tuh jadi korban becanda fisik. Awal2 baper, tapi lama2 saya dengan santai akan balik becanda yg bikin si pelawak fisik baper juga hehehe.. jadinya jelek kan ya.. bales dendam. Tapi slrg llo ada becanda yg nyakitin cuma bisa diem sambil bedoa dlm hati, semoga dia bs merasakan yg sy rasakan skrg.. *duh doa lebih serem lagi ya.. hahaha.. sama aja ama dendam aaah perlu perbaikan lg nih akhlaknya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. nah betul mba Ufi yuk ah perbaikan ahlak makasi sharingnya mba :)

      Delete
  19. Bener mba, bencanda yang kelewatan itu malah jadi enggak seru. Jatuhnya seringkali jadi Bully tanpa sadar. Pernah jadi korban becandaan yang kelewatan dan akhirnya melekat kaya trauma kalau ketemu orang tersebut.

    ReplyDelete
    Replies
    1. makasi sharingnya mba kadang bercanda berlebihan akibatnya ga baik :)

      Delete
  20. Ada itu temen saya, kalau bercanda emang lucu mbak, sering buat temen-temen ketawa. Etapi kadang suka kebablasan. Ngga jarang banyak juga yang sering ngambeg gegara gaya bercandaan dia yang *mungkin* cukup kelewatan dan bikin sakit hati, Hehehe.

    Kudu ati-ati ini, harus berpikir kedepan juga misal mau bercanda. Apalagi sama orang tua / orang yang sensitif, salah-salah bukannya ketawa malah kita kena karma :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. jadi mesti hati2 tahu kondisi, tahu siapa yang diajak bercanda

      Delete
  21. Aku suka bercanda tapi nggak yang porno, nggak yang ngejek...
    Enakan bercanda yg romantis :))
    Kalau bercanda biasanya sama suami aja atau tmn yg udah dekeut alias sahabat..
    Selera bercanda orang memang beda2.. paling melipir kalau nggak sreg :))

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mendingan sama orang terdekat y mba :) makasi sharingnya mba

      Delete
  22. Setiap orang punya hak untuk becanda, menghina sekalipun. Tapi orang lain yg dibecandain pun juga punya hak untuk terima atau enggak. Jadi ga ada kamusnya ketika dia becanda lantas saya harus nerima. Dih, enak aja, hahah...

    ReplyDelete
  23. Nice sharing mbaak beeelll. . Sepakat banget kalau bercanda haruslah terbatas. Tau situasi dan kondisi. Karena kadangkala banyak yg bercanda seenaknya atau bahkan keterlaluan sehingga merugikan pihak lain. Pernah dibecandain sama temen dan akhirnya akunya badmood seharian. Alhasil semua kerjaan berantakan deh. Hmm. . :"

    ReplyDelete
  24. setuju Mba bercanda ada batasnya, makanya sekarang saya juga enggak nonton acara yg isinya bercandaan lagi di TV karena menurut saya bercandaan di TV sudah mulai diluar batas hehe :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. klo itu sih uda ngelunjak mba hahaha aku uda ga pernah nonton TV jd beneran uda terputus sama acara begituan wkwkwk

      Delete
  25. Aku suka bercanda, tapi jaim kalo sama orang baru, soalnya kalau udah disebut bercanda enaknya sama yg emang udah kenal, terus kita tahu kalau doi gak baperan. Hihihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. setuju lebih enak sama yang udah kenal :)

      Delete
  26. Saya udah pernah liat filmnya, lumayan lah. Becandanya kebablasan itu mah.

    Setuju banget, becanda itu boleh, hanya jangan sampe melewati batas, misalkan menghina, memfitnah, berkata bohong, merendahkan, mencela dan lain sebagainya...

    Very nice sharing teh

    ReplyDelete
  27. Iya betul neh, sekarang orang banyak bercandanya berlebihan.

    Bercanda itu dapat mencairkan suasana, tapi kalo bercandanya berlebihan itu bisa membuat orang lain tersinggung, yang ujung-ujungnya tak terima, bahkan sampai berantam, banyak yang kayak gini

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya betul kang :) makanya liat2 sikon juga makasi uda mampir

      Delete
  28. Bercanda lah sesuai porsinya wkkkk
    Hmmm btw memang iya jg sih, aku uda bisa nganalisis sbenernya mn yg tipe orang suka guyon, basa basi, ngenyekan, ato kalu hahaaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. iyes betul mba Nit mesti sesuai porsinya hahaha klo makan bakso porsinya kebanyakan juga bikin muntah ya ga?hehehe

      Delete
  29. Bercada itu memang harus lihat-lihat sikon ya. Kadang kita suka lupa tujuan bercanda itu adalah buat bikin suasana rileks, bukan malah jadi bikin ribut apalagi celaka.
    Filmnya kayanya rame. Aku belum nonton. Mau nonton ah.
    Terima kasih sudah diingatkan kembali agar berhati-hati dalam bercanda, Mbak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. nah itu mba kadang kita suka kebablasan juga klo bercanda :)
      makasi uda mampir mba

      Delete
  30. ya sesuai sikon aja ya kalau bercanda sama lihat teman yang diajak bercanda lagi bisa bercanda atau serius, jangan nanti malah jadinya BT hehe

    ReplyDelete
  31. Aku suka banget sih film-film bergenre kayak gitu,
    barusan langsung aku cari di Ganool tapi link filmnya pada mati semua.
    aaah penasran pengen nonton dont hang up.

    Masalah becanda memang harus melihat situasi dan kondisi.
    sayangnya orang sekarang suka lupa, malah sengaja lupa suka becanda seenak jidat, tanpa sadar sudah nyakitin perasaan orang lain,
    aku pernah tuh jadi korbanya wk

    btw, teh Herva kalo punya link filmnya aku minta yaa,
    mau ta download nih sekarang :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. yang donlod suamiku kang ahhaha jadi ga tau linknya :p

      Delete
  32. Kalo baru kenal, ngga berani becanda aneh aneh wekekek
    apalagi klo di media sosial, soalnya tulisan beda banget ama ngomong langsung

    ReplyDelete
  33. ini bisanya kalau ketemu teman yang suka ngobrol mbak, sampai ngebuli malah, haha

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya kalau sama teman yang uda tahu karakternya si rapopo tapi jg mesti hati2 jg kadang mood seseorang ga bisa ditebak

      Delete
  34. kudu inget kondisi dan orang yang diajak becanda ya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya kang supaya tidak ada berantem diantara kita 😂

      Delete
  35. Huwa.. jadi inget ada temen yg suka bercandanya kebangetan, kebabalsan dan bikin bete Mbak. emang harus ada batasnya ya

    ReplyDelete
  36. bercanda itu kdg saya liat juga adalah bullying terselubung. Kl yg diajak bercanda marah langsung deh komen, ah saya hanya bercanda. padahal memang maksudnya ngejek dan bikin malu...

    ReplyDelete
  37. Becanda yang keterlaluan bisa jadi malapetaka, bener banget ini sih teh. Aku pikir becanda harus lihat sikon. Suka bete kalo dibecandaain kalo pas suasananya butuh keseriusan, atau becandanya lebay kebangetan.. tp mungkin aku jg pernah seperti itu ke orang, jd intropeksi diri lagi..

    ReplyDelete
  38. aku pernah iri sama temen yg kayaknya gampaaaaang banget ngucapin hal2 lucu ke orang lain :). Jadinya dia supel dan banyak dikenal orang.. Tapi lama2 dipikir, kalo becandaan itu bawa fisik ato segala hal yang sensitiv, kok ya nyakitin juga buat yg denger... sejak itu, aku cendrung lbh suka diam daripada salah bicara... biarin deh ga gampang ngucapin hal2 lucu, asal apa yg tersebut dari mulutku ga nyakitin orang2 lain :)

    btw, aku jd penasaran ih ama filmnya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya aku juga dulu begitu mba suka iri sekarang sih ya santey saja hahaha sok atuh nonton mba :)

      Delete

Selesai baca yuk tinggalin jejak komennya ^^
Haturnuhun

 

Bunda Nameera's Blog Template by Ipietoon Cute Blog Design