Tuesday, December 27, 2016

Semua Karena "Nyaris"

Nyaris Bunuh Diri

Saya baru ingat peristiwa di Bank West Tower berbulan-bulan lalu. Ada orang yang melompat bunuh diri karena tragedi besar dalam hidup mereka. Nah, kisah ini serupa. Ada seorang pelukis dan karena kecelakaan motor dokter harus mengamputasi lengan kanannya-lengan yang ia pakai untuk melukis. Akibatnya ia tidak bisa melakukan hal yang paling ia cintai di dunia.
Segera seyelah ia keluar dari rumah sakit, ia memanjat gedung tinggi, berdiri di pinggir puncak gedung itu. Ketika hendak melompat, ia melihat ada orang berjalan di bawah, pria tanpa lengan sama sekali, sedang menari di teras depan gedung itu. Ia ternganga melihat pemandangan yang tak disangka-sangka itu. Ia berfikir, "Ya Tuhan?aku baru kehilangan satu lengan saja sedangkan ada orang tanpa lengan sama sekali dan ia menari penuh sukacita!Apaan sih yang kulakukan sampai ingin bunuh diri segala ?".
Ia membatalkan niatnya, memutuskan untuk tetap hidup. Namun ia ingin tahu rahasia orang yang tak punya lengan ini, bagaimana ia masih bisa menari-nari sebegitu bahagiannya!Lalu ia lari turun hingga ke teras, berhasil menyusul pria itu, "Pak, Anda telah menyelamatkan nyawa saya?saya baru kehilangan lengan dan hampir saja bunuh diri. Anda selamatkan saya ketika saya melihat Anda, tak punya lengan, menari gembira di jalan. Kok Anda bisa begitu?Beritahu saya!".
Pria tanpa lengan itu berkata "Pak! Saya tidak menari gembira. Saya Cuma ingin menggaruk pantat saya." (dikutip dari Buku Cacing dan Kotoran 2- Hal 20).
****

Sengaja saya mengawali cerita ini yang saya kutip dari sebuah buku. Menarik isinya bukan?sering terjadi dalam kehidupan kita juga terutama berkaitan dengan keputusasaan lalu akhirnya kita mendapatkan satu moment yang menjadi titik balik perubahan diri kita. Saya juga pernah nyaris gagal wisuda karena ibu meninggal, nyaris gagal bikin paspor cuman gara-gara Kartu Keluarga, nyaris saja ketabrak mobil ketika hendak nyebrang. Dan peristiwa paling parah adalah nyaris saja jatuh ke jurang sewaktu saya duduk di kelas 4SD karena mobil bapak tetiba bannya gelosor sehingga mobil terguling ada di mulut jurang dan kami berasa main enjot-enjotan.


Kejadian itu hampir merenggut nyawa kami, alhamdulilah takdir kami tidak terhenti karena kejadian itu. Kecelakaan mobil itu sama sekali tidak meninggalkan bekas trauma meskipun kami hampir terjatuh. Namun peristiwa itu masih melekat dalam memori saya. Bagaimana tatapan para kuli bangunan yang kami lewati mereka hanya terdiam menyaksikan mobil ban kami terselip. Warga berdatangan, berteriak, ramai oleh teriakan warga berbondong-bondong yang ingin menarik kami keluar mencoba menyelamatkan kami. Saya hanya diam duduk dibangku belakang mobil hingga warga menyelamatkan saya, ibu dan bapak keluar lewat jendela mobil. Semua pintu sama sekali ga bisa dibuka seolah-olah menghendaki kami terjun ke dalam jurang.

Ibu menangis dan menjerit, saya melihat luar biasa ketakutan dari teriakannya. Bapak begitu tenang dan hanya meminta ibu saya diam. Saya pun hanya diam tergencet di bangku belakang mendengarkan dengan seksama ibu yang panik dan bapak yang sudah pasrah. Saya tidak memikirkan apapun kala itu, semuanya mendadak hilang dari memori bahkan PR dari guru pun luput dari ingatan saya. Tangan-tangan warga masuk melalui jendela sempit, saya diteriaki untuk bisa bangun dan meraih tangan mereka.


Saya terbebas dan sudah berada di luar mobil, ibu-ibu berdatangan sembari memberikan segelas air yang disiapkan untuk saya. Saya diminta untuk menghabiskan minumnya dan duduk di bawah pohon. Warga masih berusaha keras mengeluarkan bapak dan ibu, terutama ibu yang memiliki bentuk badan yang melebar sementara kaca mobil yang bisa dibuka cukup untuk badan kurus dan kecil seperti saya. Saya hanya bisa bengong, mungkin linglung atau bingung. Tak lama ibu akhirnya selamat keluar dari mobil bergegas menghampiri saya dan memeluk.

Kami lalu pergi pulang menggunakan bis, di bis saya masih bengong. Sesampainya di rumah, keluarga dari ibu panik berdatangan menanyakan kondisi kami. Saya masih tetap diam lalu tiduran dan yang saya ingat luka bekas suntikan di sekolah membengkak karena terbentur dan tergencet. Kejadian itu berlalu, namun ibu dan bapak masih mengulas kejadian tersebut seolah kecelakaan mobil itu seperti berita gosip seseartis yang tayang di lambe turah *lah nyambung kesini* hahaha.

Ibu berkali-kali menyebutkan kata nyaris pun sama dengan bapak menyebut kata untung tiap kali membahas kecelakaan tersebut kepada sodara, tetangga, kerabat maupun teman yang datang berkunjung ke rumah kami. Saya masih 8 tahun kala itu, tak banyak yang saya fikirkan selain sekolah dan tes sumatif yang bikin badan saya demam tiap kali diumumkan waktunya oleh wali kelas.

Mengingat kata nyaris seolah ada kekuatan yang melindungi padahal sudah jelas setiap peristiwa yang dialami memiliki skenario dari sang Pencipta. Bahkan sehelai rambut jatuh pun tak luput dari kuasa dan catatNya. Sama seperti cerita di awal padahal sudah jalannya si pelukis itu melanjutkan hidupnya dan saat yang bersamaan Alloh hadirkan orang lain tanpa tangan itu untuk membuka fikirannya.

Sama juga dengan kejadian saya, sebenarnya tidak kata nyaris yak karena bagi saya itu semua udah ada yang ngatur tergantung keyakinan dan kencengnya doa kita. Saya nyaris ga dapet paspor karena Kartu keluarga yang asli ga jadi, tapi itu semua bukan penghalang kalau sudah kehendak Alloh. Kalau Alloh sudah kehendak saya bisa ke Malaysia ga ada satupun penghalang yang bisa mencegahnya. Dan alhamdulilah saya bisa juga menjejakkan kaki ke Malaysia.

Baca Lagi : Jalan-jalan Gratis Ke Kuala Lumpur

Akan ada tanda dari Alloh ketika kita dihadapkan dengan satu masalah besar, tanda untuk mensyukuri, tanda untuk mulai berubah dan tanda untuk memperbaiki diri. Gimana?masih percaya dengan semua kata nyaris?percayalah gaes itu semua sudah ada ketetapannya dan kehendaknya dari yang maha Kuasa.

43 comments:

  1. Bayangin gimana paniknya orang2 yang melihat kejadian itu Mbak.

    Kena musibah pun masih tetap bisa bilang untung ya Mbak :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mba tapi kala itu aku stay cool karena anak kecil ga punya beban apapun jadinya aku biasa aja hahaha..
      dan selalu bilang untung :p

      Delete
    2. sepakat dengan kalimat terakhir bahwa segala sesuatu masalah adalah bagian kecil dari peringatan-Nya agar kita berubah menjadi lebih baik.

      maaf ikut klik G+ nya

      Delete
  2. mungkin nyaris adalah pertanda, untuk apapun yang kita alami saat selamat dari nyaris ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. betul mba :) tanda untuk kita waspada, tanda untuk membuka fikiran, tanda untuk mulai berubah ^_* makasi udah mampir mba

      Delete
  3. Peristiwa yg menegangkan juga ya, mba. Tapi Alhamdulillah semua sehat2 ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Miss Alhamdulilah semua selamat dan sehat

      Delete
  4. Wah, kebayang paniknya ibunya waktu itu. Alhamdulillah masih dalam keadaan baik ya Mbak..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mba, ibuku sampe teriak2 histeris berderai air mata dan aku cuman bisa dengerin :) alhamdulilah kami sehat hanya saja ibu sudah duluan bertemu sang pemilik 8 tahun silam :)

      Delete
  5. Ngomongin musibah, setiap orang pasti selalu pernah mengalaminya. Saya juga pernah dan sampai sekarang masih ingat jelas bagaimana keadaannya waktu itu.

    Karena sekolah yang jauh, jadi lebih milih ngontrak rumah daripada ngekos. Sedihnya adalah ngontrak rumah sendirian, karena gak ada teman satu kampung yang melanjutkan sekolah.

    Malam itu, lagi pemadaman listrik giliran daerah saya tinggal. Biasanya hanya 3-5 jam, tapi ini dari pukul 4 sore belum juga hidup sampe pukul 10an. Entah kenapa, saya ketiduran di dekat lilin.

    Tau dong yang terjadi apa?

    Yap. Guling terbakar dan karpet juga ikutan hangus. Gak tau sekitaran jam berapa saya terbangun dan pernapasan udah sesak. Inisiatif langsung buka pintu, padahal saya itu takut gelap tapi daripada makin sesak, beraniin aja.

    Ada tetangga yang bantuin untuk bersihin barang-barang yang terbakar, dan dia menawarkan saya untuk tidur malam itu di rumahnya. Skenario Allah begitu menegangkan.

    Jadi cerita panjang :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku pernah juga ngalamin gegara obat nyamuk sih cuman akhirnya aku selamat karena bapak sama ibu mendobrak pintu kamar :)
      semoga kejadian spt itu tidak terulang y kang makasi uda mampir

      Delete
  6. Iya, Mbak. Kita sering menggunakan kata nyaris ya. Padahal memang sesuatu itu sudah diatur. Saya juga pernah ngerasa nyaris mau tabrakan. Saya emosi waktu naik motor, jadi sembarangan di jalan. Nyaris ketabrak orang.. Kaget saya dan kemudian sadar kalau keselamatan itu nomor satu. Ga boleh diabaikan walau suasana hati begitu buruk.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul mba :) akhirnya tersadarkan juga y mba akibat peristiwa nyaris tersebut

      Delete
  7. Ya Allah Mbak. Aku nahan nafas bacanya.
    Jadi inget anakku baru 3 th nyeir sendiri karena lalai atau entahlah, terus bablas ke halaman tetangga, remuk semua. Alhamdulillah, anakku selamat. Tetangga yang panik sama kakek neneknya, seminggu nangis kalo inget kejadian itu. Alhamdulillah lagi yg nyaris ini bikin aku lebih hati2 jangan biarkan anak main di mobil

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mba dulu si aku ga rasain apa2 tapi sekarang diinget2 keknya bakalan bereaksi kyk almh. ibu hehhe

      Delete
  8. Kalau ada musibah si nyaris laku keras ya mbak.. hehe.
    Kalau lagi naek sepeda motor saya sering tuh ketemu nyaris, pas lagi ngantuk, lagi ngelamun, lagi mikir utang, dll pasti ketemu dengan nyaris :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha utang jangan difikirin mba ntar malah sakit :)

      Delete
  9. nyarsi dan kata untung saja itu sering ya diomongin saat kena musibah. untung gak ini... , aduh nyaris saja...

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya betul mba padahal tiap moment uda ada yang ngatur :)

      Delete
  10. Setiap orang pasti ada peristiwa nyaris yang dialami, tapi peristiwa mbak ini sungguh bikin deg-degan. Saya juga nyaris gak bisa wisuda tapi karena usaha dan dibantu banyak orang akhirnya bisa wisuda juga. xD

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehehe iya akan selalu ada pertolongan :)

      Delete
  11. Alhamdulillah Allah selamatkan dari musibah, ya sudah menjadi kebiasaan dari kebanyakan orang dengan kata nyaris dan untung
    semoga kita termasuk orang yg sll pandai bersyukur dlm setiap keadaan

    ReplyDelete
  12. memang setiap kejadian belum ada yang tahu hanya Allah lah yang punya rencananya..

    ReplyDelete
  13. Tadi pas nyebrang Raya sempet nyaris ketabrak motor!!! Asli KZL karena kita udah ditengah tetiba ada motor yg nyalip mobil dan main ngebut didepan kita.. Alhamdulillah ngga kenapa2 dan alhamdulillah herva sekeluarga selamat tak kurang dari apapun... Kadang kita belajar dari peristiwa nyaris tersebut, belajar bahwa hidup ada yg sudah mengatur, dan meski sudah hati2, semua diserahkan lagi pada Allah :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. betul mamih semuanya diserahin sama Alloh :)

      Delete
  14. Aduh, aku bacanya jadi ikutan ngeri. Alhamdulillah gak ada apa-apa ya

    ReplyDelete
  15. MasyaAllah mba Herva, membaca tulisannya aku jadi ikut deg-degan. Alhamdulillah masih diselamatkan oleh Allah. Allah tahu mba akan menjadi orang yang berharga dan baik bagi sesama *ketjup manja*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulilah mba Lid sudah TakdirNya :)

      Delete
  16. Agak sama mb pernah ngalamin juga, cuma waktu itu kecelakaan karena kendaraan diseruduk kopaja yang belok padahal aturan lagi lampu merah...abis itu aku trauma berat sih, pas lagi hamisun yang akhirnya belom berhasil goal sampe lahiran en harus dikiret, jadi agak2 mentraumakan sebenernya

    Tapi memang setiap peristiwa selalu ada terselip hikmah..karena kita jadi makin waspada ya en selalu inget yang namanya hidup mati itu bisa terjadi kapan saja

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya ampun ngeri mb Nit :( semoga akan ada jalan yang indah nanti y mba *peluk kenceng

      Delete
  17. Alamakkk! Hororr banget Mbak. Jiwamu strong luar biasa. Kalo seandainya aku yg ngalamin ini keknya sampe tua pun gak bakal bisa lupa. Bisa-bisa trauma berkepanjangan & kemana-mana jalan kaki *lah

    ReplyDelete
  18. mbaak request dong .. font nya diperbesar :( aku suka alur ceritanya, tapi mataku cepat lelah karena tulisannya terlalu kecil :( IMHO

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehhehe makasi mba masukannya nti qu coba y mba :)

      Delete
  19. setuju mba, semua sudah ada ketetapan dari Yang Maha Kuasa

    ReplyDelete
  20. kakak kau jahap, nggak boleh klik kanan..saya maunya kan buka tab banyak2 :D :D
    Alhamdulillah ya mbak dirimu baik2 saja. Jari saya nyaris putus sewaktu kecil akibat memotong belimbing, sampai sekarang ada bekasnya. Nyaris... serupa untungnya orang Indonesia: untung nggak sampai putus ni jari.

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha...
      ga tau lupa lagi mau nyetting lagi mb :p

      Delete

Selesai baca yuk tinggalin jejak komennya ^^
Haturnuhun

 

Bunda Nameera's Blog Template by Ipietoon Cute Blog Design