Sunday, September 11, 2016

Goloso Geloso

pict : google
Milan, Italia, sebuah kota paling metropolis didunia. Tempat orang-orang sibuk berlalu lalang, tempat para model mengarahkan kiblatnya. Tempat di mana orang berharap juga punya kisah cinta yang indah. Begitulah Larasati, pelajar sederhana penerima beasiswa dari Indonesia, beranggapan tentang kota itu.

Petualangan hidup Larasati Si gadis lugu di Kota Mode Dunia pun dimulai. Ia berkelana dan jatuh cinta kepada laki-laki Italia yang baik hati. Bersama Chicco, Larasati menikmati sudut demi sudut kota Italia yang menawan.

Namun ternyata, Milan tak hanya berisi mode dan kisah cinta nan romantis. Larasati baru menyadari hal itu ketika bertemu keluarga Chicco yang memuja AC Milan. Mendadak, kisah cinta mereka berubah menjadi perseteruan dan terancam berakhir tragis atas nama budaya.

Goloso Geloso menjawab rasa penasaran kita tentang sudut kota Milan, makanannya yang terkenal lezat, serta budaya, dan karakter penduduk yang memukau. Lebih dari itu, kisah ini membuat kita sadar, mendapatkan apa yang kita inginkan, berarti juga harus merelakan apa yang kita miliki berlalu.

Che Bella....
------------------------------------------------------------------------------------------------------------- 

Kali pertama baca karyanya Tanti Susilawati. Awal mula saya fikir judulnya diambil dari bahasa Jawa eh ternyata adalah bahasa Italia. Lah iya di sinopsis bukunya aza udah dijelasin diawal tentang Milan, Italia. Saya begitu saja ingin menyelesaikan buku ini, ketertarikan saya mulai meningkat karena di dalamnya tidak hanya berisi kisah percintaan tetapi banyak poin-poin  penting yang memang terjadi di realita.

Kisah di dalam novel ini menceritakan Larasati yang mendapatkan beasiswa untuk menimba ilmu musiknya di kota Milan ini. Dan akhirnya berkat Renata ia bisa bertemu pangeran tampan bernama Chico. Cinta Larasati tidak bertepuk sebelah tangan karena ternyata Chico pun menyimpan rasa yang sama. Saya paling suka cerita mereka pas jadian dimana Chico keceplosan bilang "anak kita" jangan diberi nama Luna Rosa. Baca part ini bikin saya senyum-senyum sendiri. Saya mulai terhanyut dengan kisah romantisnya Larasti dan Chico.

Dan yang saya suka lagi adalah sosok Khayla, ya teman satu apartemen Larasati yang selalu berantem sama Chico walaupun konteksnya becanda tapi ini membuat ceritanya tidak terlalu monoton.Menjadi bumbu penyedap buat buku ini.

Konflik yang terjadi dimulai saat Chico keterima bekerja di hotel dengan sistem shift yang mengakibatkan mereka yang selalu bertemu akhirnya kesulitan untuk bertemu. Ah saya benar-benar merasakan apa yang dirasakan Larasati *eciyeh ingat masa lampau*. 

Awal cerita yang bikin saya ikutan emosi adalah ketika Larasati sudah mengumpulkan uang dengan bekerja di restoran demi membeli tiket pertandingan bola sebagai kejutan ulang tahunnya Chico tapi malang tak dapat ditolak. Tas Larasati dicopet, tak ingin usahanya sia-sia selama ini ia yang sudah menggunakan gaun dan high heels tetap mengejar si copetnya. Pas lagi ngejar copetnya ia ketabrak mobil mewah. Dan ternyata pemilik mobil tersebut adalah pemain sepakbola di club favoritnya yang diakhir memiliki kedekatan dengan Larasati yang bikin Chico Cemburu.

Selain kisah cintanya Larasati dan Chico, didalamnya juga berisi bagaimana Larasati yang membukakan hati Chico untuk membantu sesama. Disini ada tokoh bernama Niku yang diceritakan seorang gelandangan dan juga ada Lele seorang imigran gelap yang Larasati kenal ketika bekerja di restoran. Sedih baca kisah hidupnya Lele berjuang untuk lolos dari maut. 

Dan yang menarik penulis mencoba menceritakan kisah perbedaan kesukaan club sepak bola antara Larasati dan Chico beserta keluarganya yang begitu fanatik dengan club sepakbola yang tak lain adalah mush bebuyutan club sepakbolanya kesayangan Larasati.

Klimaks ceritanya ada di bagian Larasati semakin sukses berkarier di musiknya setelah ia mengenal Fabio tunangannya dosennya Marisa yang memberikan Biola kesayangan peninggalan ibunya kepada Larasati. Kesibukan Larasati tidak hanya di dunia musiknya, tetapi juga ia terlibat dalam komunitas yang Filipo yang merupakan sosok pria idaman semua cewek. Dan awalnya Filipo diceritakan sebagai pemain sepak bola di club kesayangan Larasati. Bisa ditebak kan hubungannya sama Chico seperti apa endingnya?
" Ada apa sebenarnya, Larasati?Milan sudah mengubahmu menjadi musisi ambisius yang mata duitan?Kau sudah begitu banyak berubah tidak lagi sederhana seperti gadis dulu yang aku kenal "-Hal 237

Lumayan membuat emosi saya berubah-ubah bisa senyum-senyum, bisa kesel sendiri, bisa sedih, geregetan iya. Sukseslah membawa emosi saya turun naik. Geregetan itu pas Larasati begitu bersedih dan tidak mau melakukan apapun saat ia berpisah dengan Chico. Untunglah Khayla memberikan nasehat yang nampol banget buat Larasati yang membantu ia tersenyum kembali.

Saya merasakan banget menjadi Larasati yang begitu terlarut dengan kesibukan sendiri lalu down dengan keputusan yang Chico berikan. Saya pernah seperti Larasati jadi cerita ini memang ceritanya simpel namun karena dihiasi dengan macam cerita lain jadi bagi saya lumayan cukup menghibur dengan baca buku ini. Ditambah saya jadi belajar dikit bahasa Italia karena didalamnya banyak menggunakan bahasa Italia jadi diinget-inget yah artinya apa. 

Ada beberapa quote yang saya suka disini :
" Memang ada banyak hal yang tidak bisa kita cegah, tetapi kita selalu bisa memilih bagaimana bereaksi terhadap segala sesuatu yang sudah terjadi dan yang tak bisa kita ubah lagi " - Hal 154
“Mencoba mengubur kesedihan dengan menimbun kebencian adalah suatu hal yang sia-sia. Semakin kau membenci, semakin erat pula tali kepedihan itu akan melilitmu.” - Tanti Susilawati
 Gimana tertarik baca bukunya?pengen tahu kan artinya "Goloso Geloso"? pas saya tahu artinya saya ketawa "owalah ini toh artinya".xixixi selamat membaca.

Judul Buku : Goloso Geloso
Penulis       : Tanti Susilawati
Penerbit     : Gagas Media
Tebal         : 310 halaman
Terbit        : 2009
ISBN 979-780-321-X

29 comments:

  1. Bagus kayaknya itu buku,,kemare sayang di gramedia mataram buku-buku nya terlalu mainstream, mau nyari buku agak kekiri-kirian aja susah. Sempat sesekali ke jakarta bulan lalu maunya sih mampir di kwitang tapi waktunya mepet hihi. Malah kadi curhat. Salam kenal mba admin

    ReplyDelete
    Replies
    1. Lumayan Kang cukup menghibur :)
      Terimakasih sudah berkunjung ^^

      Delete
  2. Hadeuh, jadi pingin baca. Penasaran sama endingnya.

    Btw pas baca judulnya saya jadi keingetan kata nggelosor, hihihi... Emang bener, sih, mirip bahasa Jawa :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ayo mba dibaca hahaha
      Ternyata ada jg yg sama kyk qu ngirain bahasa Jawa

      Delete
  3. Geloso-geloso, mirip bahasa Jawa hehehe.
    Novel yang memiliki muatan budaya dan karakter masyarakat sebuah negara, aku suka.
    Kapan-kapan baca bukunya

    ReplyDelete
  4. Penasaran juga pengen baca. Pinjem atulah, hehe

    BTW, selamat rumah baru, template baru nih. kece banget

    ReplyDelete
  5. Replies
    1. Yuk tukeran buku mba hahaha sambil kita meet up :p

      Delete
  6. Wah, bisa dijadikan buku idaman nih kalo ke gramed

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mba cukup menghibur apalagi kalau suka sama ITaliano :)

      Delete
  7. wuihhh ceritanya seru, cinta yang bercabang-cabang hoho, kalo di filmkan pasti seru

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mba seru klo difilmin konfliknya dan endingnya baiksss

      Delete
  8. selalu tertarik pengen baca kalau menyoal EROPAAAAAAA, ^^
    btw aku kok gagal paham ya bacanya gelongsor-gelongsor :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. wkwkwk kalau udah baca pasti ntar tau artinya bikin ternganga *lebay dikit*:D

      Delete
  9. Ko jadi penasaran ya.. he
    Rasanya enak x ya membaca buku di sore hari sembari minum kopi.. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mangga di hunting bukunya di tobuk klo penasaran kang :)

      Delete
  10. Teh ini nama panjang tokoh ceweknya pasti Larasati Neisia. Pasti itu. #dikeplakpenulisnya :))

    ReplyDelete
  11. Jadii, geloso-geloso artinya apaa yaa mbaaa? Hihii. Jadi penasaran pengen bacaa :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihihi ada aza mba :p pas baca baru tahu oalah ini toh xixixixi

      Delete
  12. Suka dg pilihan tema konfliknya ini, tentang bola. Iya buat sebagian orang, beda kubu tim bola, emang masalah besar, haha...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mba tapi sebenrnya mah cerita dalam hidup sehari2 cuman background dan konfliknya yang ga umum hahaha *ngomong apaan siy?

      Delete
  13. boleh juga ini buku buat ngayal berasa jalan-jalan di italia sambil tenggelam dalam cerita.. hihi.. masukin ke whishlist bulan depan ahh.. :D

    ReplyDelete
  14. Penasaran aku bun :-D
    cari ah :-D
    Geloso-geloso penasaran kenapa membuatmu tertawa

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahhaha coba baca mba ntar jg ketawa oalah ternyata 🤣😂

      Delete

Selesai baca yuk tinggalin jejak komennya ^^
Haturnuhun

 

Bunda Nameera's Blog Template by Ipietoon Cute Blog Design