Thursday, August 25, 2016

Pertimbangan Dalam Memilih Tempat Kerja Yang Sesuai

Banyak dari “Jobseeker” yang “asal-asalan” bahkan kesulitan dalam memilih perusahaan yang hendak dilamar. Sama halnya ketika siswa yang baru lulus sekolah kemudian memilih jurusan dan perguruan tingginya. Biasanya mereka akan mengikuti teman-teman satu kelompoknya dalam memilih perguruan tinggi dan jurusan. Lalu apakah sama dengan para “jobseeker” yang akan mengikuti teman kelompoknya?dunia kerja akan berbeda dengan dunia ketika kuliah, disini akan terjadi persaingan dan belum tentu teman kelompok kita akan mudah berbagi informasi untuk memberikan pekerjaan kepada temannya meskipun adalah sahabatnya sendiri.

Memasuki gerbang baru ketika sudah lulus kuliah, tentunya ada banyak tuntutan-tuntutan yang diajukan baik dari keluarga bahkan pacar atau siapapun yang dekat. Karena itu biasanya “jobseeker” akan memilih perusahaan yang cepat menerima ia sebagai karyawan. Tidak peduli dengan background perusahaan, jenis perusahaan dan lain-lain. Hal ini terkait pula dengan gengsi serta gelar pengangguran yang tidak ingin lama-lama dimiliki oleh para “jobseeker”. 

Jika menjadi seorang Fresh Graduated maka hal yang perlu difikirkan pertama kali tentang melamar kepada suatu perusahaan adalah prioritas yang ingin dicapai ketika bekerja, apakah memang ingin bekerja karena tidak ingin disebut sebagai seorang pengganguran, atau karena hanya ingin mengisi waktu luang, atau ingin mengejar karier, atau  ingin prioritas salary yang besar.  

Pada umumnya, mereka yang bekerja karena tidak ingin mengganggur dan punya penghasilan sendiri. Jika target kita hanya ingin punya penghasilan sendiri dan punya pengalaman maka kita bebas memilih perusahaan yang ada lowongan tanpa melihat kualifikasi yang anda miliki bahkan background pendidikan anda. Setiap kali saya membaca dan menanyakan perihal tujuan mengapa siy pengen kerja?atau mencari kerja di tempat yang baru?rata-rata jawaban pelamar adalah "Mencari Yang Lebih Baik".
 
Saya suka bingung indikator lebih baik yang seperti apa?apa karena perusahaannya?apa karena gajinya atau seperti apa?namun bisa saya pukul rata jawaban mereka karena pengen dapet perusahaan yang baik dari segi manajemen hingga sallary. 2 bulan yang lalu suami saya menjadi pengangguran. Seperti yang sebelumnya sudah saya bahas alasan mengapa ia resign. Sebagai istri dan juga bekerja di HRD, saya mencoba membantu suami untuk mencarikan info lowongan kerja. Jika requirementnya sesuai maka saya bantu untuk mengirimkan CV serta lamarannya ke Perusahaan. Alhamdulilah suami saya sekarang bekerja kembali di perusahaan yang lumayan bonafit. Setelah dilema memilih 2 perusahaan yang tertarik dengan skill suami saya.

Baca Juga : alasan untuk membuat surat Resign 

Tentunya setiap orang menginginkan bekerja sesuai dengan background pendidikannya, seperti jurusan S1 Psikologi ia akan melamar ke bidang HRD sehingga ia bisa optimalkan kemampuan dan background yang ia miliki. Tetapi banyak juga yang bekerja tidak sesuai dengan background pendidikan karena memang ia memiliki kemampuan dan keterampilan lain yang ia miliki seperti suami saya dengan background dari akuntasi namun karena memiliki kemampuan komputer yang baik ia menjadi seorang IT programmer.  Jika target kita adalah pengembangan kemampuan dibidang akademik maka pilihlah perusahaan yang menerima lowongan pekerjaan yang sesuai background pendidikan kita.

Baca Juga : Kerjaan sesuai minat atau kerjaan dengan gaji besar 

Sebelum menjatuhkan pilihan pada perusahaan tentunya banyak dari kita menjadi dilema dan bingung. Nah ini tips dari saya untuk memilih baiknya dalam memilih perusahaan :

  •  Pilihlah perusahaan yang memiliki bidang pekerjaan yang jelas seperti bidang perbankan, pertambangan atau ritel. Hal ini dimaksudkan kita bisa estimasi untuk pendapatan yang kita dapatkan, karena range sallary yang ditawarkan oleh berbagai bidang perusahaan akan berbeda-beda.
  • Pilihlah perusahaan yang memiliki visi dan misi sehingga kita bisa tahu perusahaan ini longterm atau sewaktu-waktu gulung tikar karena tidak jelas dengan target kedepannya. Darimana kita tahu tentang visi misi, ada baiknya sebelum kita apply kita baca dulu company profile perusahaan. Biasanya perusahaan ternama sudah memiliki web tertentu yang bisa diakses oleh public dan bisa dilihat progress kemajuan perusahaanya.
  •    Perusahaan yang sudah memiliki branch atau cabang kantor dimana-mana tentunya nilai plus buat seorang pelamar karena ini berarti perusahaan tersebut memiliki progress yang baik. Jangan terpaku hanya karena status sudah bekerja, kita akan mengabaikan perusahaan yang kita lamar. Belum tentu perusahaan yang tidak punya anak perusahaan tidak baik tetapi bisa kita lihat kemajuan perusahaan tersebut ketika sudah memiliki cabang kantor yang tersebar dimana-mana.
  • Pilihlah perusahaan yang jelas struktur organisasinya sehingga jelas pula jobdes pekerjaannya, hal ini penting untuk menghindari pekerjaan yang overlap. Jangan mau jika kita dibayar untuk satu posisi tetapi kita merangkap mengerjakan semua pekerjaan. Hal ini juga penting agar kita bisa melihat ukuran perusahaan yang kita lamar termasuk perusahaan besar atau kecil. Hal penting untuk diingat : Struktur yang jelas serta jobdes yang jelas imbasnya kepada range sallary Karena pekerjaan kita sudah terspesifikasi 1 bidang maka sallary yang akan didapatkan lebih kecil tergantung dengan bidang perusahaannya juga.
  •  Pilihlah perusahaan yang jelas kontrak kerjanya, mungkin hal ini sepele bagi sebagian orang. Ada beberapa perusahaan bahkan tidak mengeluarkan kontrak kerja dan cukup dengan simbolis jabat tangan mereka sudah deal antar atasan dengan calon karyawan, hal ini tentu akan merugikan calon karyawan jika sewaktu-waktu ia dimanfaatkan oleh perusahaan. Dalam surat kontrak kerja akan tercantum hak karyawan, status, serta benefit yang akan didapatkan untuk kita. Karena itu berhati-hati jika ada perusahaan yang tidak memberikan surat kontrak kerja.
Semuanya tergantung dengan pribadi masing-masing, apa yang sebenarnya ingin dicari. Jika memang hanya karena ingin bekerja di satu perusahaan yang bonafit tetapi bekerja bukan dibidangnya akan sayang sekali karena kemampuannya tidak akan berkembang. Kecuali memang kita tidak memiliki prioritas dalam menentukan karir dan masa depan kita sendiri.
Untuk mereka yang sudah memiliki pengalaman bekerja tentunya sudah pasti bisa membaca perusahaan mana yang hendak akan dilamar lagi. Karena pengalaman dikantor sebelumnya akan memberikan banyak pelajaran sehingga rata-rata bagi mereka yang sudah punya pengalaman bekerja akan memilih perusahaan yang lebih baik dengan menimbang status karyawan, jenjang karier dan salary tentunya.
Ada baiknya sebelum melamar, kita punya target tersendiri sehingga kita tahu langkah-langkah apa yang akan kita lakukan memasuki dunia bekerja dalam perusahaan.
Selamat mencoba dan sukses selalu....

Sumber : Google

38 comments:

  1. Terakhir kali saya bekerja (di perusahaan jasa pendidikan brand luar) ada pengalihan dari franchise tempat saya kerja ke kantor pusat. Nah si HRD pusat ini yang bertele-tele masalah kontrak kerja. Saya mundur saat itu juga.

    ReplyDelete
    Replies
    1. keputusan tepat mba karena ga ada surat kontrak jelas2 ada upaya menenggelamkan hak karyawan hehehe alias licik pengalaman suami pernah bekerja hingga 5 tahun tidak diberikan surat kontrak hanya simbolis jabat tangan pas mau resign bossnya nuntut ini itu lucu kan ckckck...thx u sharingnya mba :)

      Delete
  2. Alhamdulillah kelima hal penting di atas sudah dipenuhi oleh perusahaan tempat saya bekerja sekarang :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tinggal nunggu pengembangan karirnya y mba :)

      Delete
  3. Kadang perusahaan impian agak berpihak pada kriteria tertentu mb herv

    Misal bisa dari penampilan fisik gitu
    Hmmm

    ReplyDelete
    Replies
    1. Untuk posisi tertentu pasti ada yang begitu mba..kalau qu negrekrut yg ptg kompetensi dan skillnya itu oke plus attitudenya wis itu pasti jadi pelamar idaman user ehehe

      Delete
  4. Artikelnya pas banget buat adik saya yang mulai bekerja neh mba. TFS

    ReplyDelete
  5. duuhh aku bgd dlu itu, nyari kerja cm biar gk dibilang pengangguran aja. tp mungkin krn niatnya begitu, alhaisl aku gk bertahan lama kerja di situ, resign deh, nyarik tmpt lain yg gajinya lumayan dan bisa buat ditabung,
    nice share mbk, bermanfaat bgd loh, cb aku baca artikel ini dulu, mungkin aku gk bakal tersesat *halah*, hehe

    ReplyDelete
  6. Sedikit pertimbangan mengenai point jobdesk,terkadang rangkap jabatan itu perlu karena itu akan menguji ability kita,atasan tdk akan tutup mata dan menjadi positif karena kita akan mempunyai label multitasking.contohnya saya dulu seorang salesman,karena pada saat itu karyawan ada yg resign maka saya menjadi pelaksana tugas menggantikan seseorang yg resign tadi,hasilnya atasan saya mempercayakan seluruh tim untuk saya handle.maksud sy adalah jangan takut ketika kita disuruh mengerjakan yg bukan pekerjaan kita,tidaklah mungkin bos kita akan menyuruh untuk cuci piring dan ngepel juga heheh...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Setuju tapi memang point penting yang saya tekankan disini untuk sallarynya hehehe. Jika multitasking dibayar separuhnya kasian sx padahal diluar sana masih bnyk yang mau membayar lebih untuk talentnya.
      Nice sharing, thx u uda berkunjung ^^

      Delete
  7. Inspiratif banget tulisannya mba... Saya salut dengan ibu bekerja yang bisa meluangkan waktu untuk menulis. Saya sempat bekerja di perusahaan swasta namun resign karena menikah dan harus ikut suami dinas ke Papua.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mkasih banyak Mba Sri ^^ mengekor suami Jannah jaminannya mb :)

      Delete
  8. Awalnya saya pikir juga seperti itu, tapi sekarang beda :D
    yang penting emang nyamanya dulu ya mbak..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya betul :) klo sdh nyaman maka bwkerja dg hati. Terimakasih sdh berkunjung

      Delete
  9. setelah bekerja di salah satu perusahaan di jakarta selama dua tahun, sekarang saya memutuskan untuk menjalani hidup sesuai passion, kembali ke kampung halaman dan menjadi ibu rumah tangga :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Selamat y mba sudah bisa menemukan passionnya :) makasih sudah berkunjung ^^

      Delete
  10. Nice sharing, Mbak. Dulu...sekali saya pernah cari kerja biar tdk nganggur saja. Malu dilihat tetangga.:D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Thx u Mba sudah berkunjung ^^...mesti kebal kuping y mba hehehe

      Delete
  11. iya sama mba aku juga kalau milih tempat kerja sesuai passion, tapi kadang orangtua menuntut yang terlalu lebih, kadang disini saya merasa sakit hati T_T

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semoga kelak anak kita bisa tumbuh dan berkembang sesuai passionnya kita fasilitasi tdak pake intimidasi y mba hehehe :)

      Delete
  12. untuk newbie mungkin mencari perusahaan yang memiliki item semua diatas agak sulit juga yak...saingannya banyak pulak. Untuk itulah perlu terus upgrade diri and attitude kerja yang ok..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau sudah berjodoh dan rezeki pasti bisa mba tp sepakat sama upgrade diri dan attitude itu pointnya :)

      Delete
  13. Kalau saya alhamdulillah sudah bekerja sesuai dengan jurusan yang sama saat kuliah dulu mbak :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulilah tinggal dinikmati untuk pengembangan kariernya y mba :)

      Delete
  14. Kalau saya mah pekerjaan satu jurusan dengan saya sudah tinggal ditingkatkan saja mbak biar makin muantappp penghasilannya, ahi hi hi biar dapat banyak bonus gituh.

    ReplyDelete
  15. Ada masukan tidak mba , buat kami kami ini yang susah di terima kerja, dan langkah apa yang harus kami lakukan. Apa karna di daerah kami kurang nya lapangan kerja , atau memang kami nya yang kompetensi kurang ? Terima kasih mba

    ReplyDelete
  16. Ada masukan tidak mba , buat kami kami ini yang susah di terima kerja, dan langkah apa yang harus kami lakukan. Apa karna di daerah kami kurang nya lapangan kerja , atau memang kami nya yang kompetensi kurang ? Terima kasih mba

    ReplyDelete
  17. Ada masukan tidak mba , buat kami kami ini yang susah di terima kerja, dan langkah apa yang harus kami lakukan. Apa karna di daerah kami kurang nya lapangan kerja , atau memang kami yang kompetensi nya kurang ? Terima kasih mba

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Mba Riffil, susah di terima kerja saya harus gali dulu apakah mba gagal di psikotesnya?atau gagal di interviewnya?
      Jika kekurangan lapangan kerja semoga mba bisa menciptakan peluang membuka lapangan kerja berwirausaha, jika belum mumpuni mba bisa hijrah dari daerah tempat tinggalnya. Masalah kompetensi yang kurang bisa dipelajari sama halnya psikotes dan interview semuanya bisa dipelajari. Saya akan coba bahas di satu tulisan mengenai hal ini. Itu saja dlu, Semoga dapat menjawab. Trims sudah berkunjung :)

      Delete
  18. iyah sih mba herva, tentunya pertimbangan menjadi sebuah strategi yang harus kita lihat dan harus sesuai dengan skill yang kita punya dan kadang sesuai dengan gelar yang didpat sewaktu dibangku kuliah...

    ReplyDelete
  19. Aku suka kerja di media, selain kebanyakan media punya jam kerja yang fleskibel. selain itu di media biasanya memberikan karyawannya kebebasan berkembang.
    Tapi karena kenyamanan, ini sekarang jadi susah move on hihihi..

    ReplyDelete
    Replies
    1. hihihi aku juga pengen move on tapi males nyari lagi mba hahaha

      Delete
  20. Tips yang harus dibaca para fresh graduate.
    TFS, Mbak :)

    ReplyDelete

Selesai baca yuk tinggalin jejak komennya ^^
Haturnuhun

 

Bunda Nameera's Blog Template by Ipietoon Cute Blog Design