Tuesday, August 9, 2016

Atas Nama Silaturahmi

Silaturahmi memang di anjurkan sebagai upaya dalam menjaga dan membina hubungan baik dengan orang lain. Namun tidak di anjurkan berdalih silaturahmi untuk hubungan seorang pria dan wanita terlebih keduanya sudah berkeluarga. Tidak ada yang mengharapkan pasangannya mampu berbelok hati hanya demi hubungan semu dan nafsu sesaat.

Media sosial memang menjadikan salah satu wadah bagi mereka yang sedang di landa asmara. Saya dan suami pun dulu kenalan lewat facebook namun berujung menikah. Namanya juga jomblowati dan jomblowan kala itu jadi ga masalah mau chat di messenger dari pagi sampe tengah malam. Tapi beda kasus jika mereka sudah punya pasangan lalu ber-chat ria di messenger tengah malam. Dalih silaturahmi di berikan rasanya ga make sense. 

Apa yang di harapkan dari chat tengah malam dengan pasangan yang bukan muhrim?bahas kerjaan?emangnya ga ada waktu pagi?bahas anak?emangnya ga punya sahabat atau saudara yang bisa menampung pertanyaan dan memberikan solusi atas permasalahannya. Kenapa mesti menjadikan hal-hal sepele untuk di kambing merahkan (karena hitam udah biasa)?

Rasanya sangat di sayangkan ketika pasangan mencari teman ngobrol dengan orang lain di waktu yang harusnya tercurahkan untuk keluarga. Ini adalah bibit dari perselingkuhan, keretakan biduk rumah tangga mulai tercium dari pesan singkat berujung zina.


Ada banyak kasus yang saya dengar, awal mengapa mereka bisa berzina. Alasannya sederhana yang saya sering denger katanya awalnya "ISENG" lalu gayung bersambut dan akhirnya selingkuh. Awalnya suka nebeng pulang akhirnya curhat-curhatan lalu check-in ke hotel. Awalnya project bareng lalu sms-an akhirnya menceraikan pasangan resminya. Niatnya bantuin lalu kasihan akhirnya bablas hamil 3 bulan.

Cinta lokasi ga muncul di tempat kerja saja, tetapi bisa dimana saja karena awalnya ada komunikasi intens. Sebut saja tetangga saya yang terdahulu, zaman dulu cuman rumah ibu mawar yang punya telepon di lingkungan tersebut. Ibu mawar seorang jendes yang punya salon, tetangganya ibu tulip memiliki 2 anak dan suami yang bekerja di luar kota, dan untuk membantu komunikasi dengan suaminya ibu tulip meminta bantuan ibu mawar agar mau menerima telepon dari suaminya dan memanggil ibu tulip jika suaminya nelepon.

Awalnya berjalan mulus lama kelamaan bangkai pun tercium juga sapa sangka di malam hari, sang suami yang pamit ke ibu tulip untuk main ke rumah teman ternyata kepergok ibu tulip di rumah jendes itu. Ah jangan tanyakan saya bagaimana akhir kisahnya namun awal mula perselingkuhan tersebut karena komunikasi by phone.

Saya ga pernah habis fikir sama orang yang melakukan perselingkuhan sementara sudah memiliki keluarga utuh. Silaturahmi di atas namakan menjadi tujuan awal. Entah apapun alasannya selingkuh itu tidak ada jaminan masa depan yang ada kehancuran. Contoh real yang bisa di petik kasus Mas Ahmad dan Mba-nya, karir meluap, hinaan, cacian tak berhenti di layangkan kepada pasangan tersebut. 

Semoga kita di jauhkan dari hal seperti itu aamiin. Cerita ini terinpirasi dari teman yang galau di facebook, semoga cepat di bereskan urusannya y dan berlapang dada untuk menerima dan memaafkannya. Setia itu keren say no buat selingkuh atas nama silaturahmi *pret* tidak ada yang namanya dalih silaturahmi antar laki-laki dan perempuan dengan ngobrol ga jelas di tengah malam yang ada perasaan di hati.


http://gambarfotobbm.blogspot.co.id




18 comments:

  1. Jadi selingkuh itu kesalahan diri sendiri yang tidak bisa menjaga janji pada pasangannya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya jangan mencari kambing merah tp tunjuk lima jari ke dada si peselingkuh hehhee

      Delete
  2. Cerita klasik ya Mbak. Pertama cuma curhat biasa, lama2 nemuin kenyamanan trus membandingkan dengan pasangan. Smg kita terhindar dari yang demikian. Amin

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mba klasik tapi tetap ada aza yang begitu. Aamiin jangan sampe begtu :)

      Delete
  3. aaaahhhh....mudah2an dijauhkan dari hal2 demikian ya Allah...amin :)

    ReplyDelete
  4. Kalau masalah selingkuh saya sering sekali melihat acara di tv yang hostnya kang uya kuya setiap sore itu seru sekali mbak dan itu menguak semua rahasia tentang orang yang menjadi bintang tamu disana dan memang seru juga acaranya, ternyata penting juga ya mbak untuk menjaga kepercayaan terhadap pasangan agar tidak selingkuh.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iyalah jangan sampe terjerumus yang begitu kalau ga mau di sumpahin sepanjang idup hahaha

      Delete
  5. Termasuk reuni ya, cinta lama bersemi kembali.

    Semoga dijauhkan dari hal2 buruk.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mba reuni termasuk salah satu wadahnya buat clbk hehhee tp tergantung individunya siy :)

      Delete
  6. Aamiin, semoga dijauhkan dari hal-hal kayak begini...

    ReplyDelete
  7. Setuju, Mba. Jangankan udah punya pasangan, walau masih single pun, saya batasi chat dengan lelaki yang udah punya pasangan, entah pacar, tunangan, apalagi istri. Saya nggak pernah tau batas saya menjaga perasaan, makanya mending pagerin hati dari awal aja deh.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Setuju mba :) seneng deh dikunjungi mba :p

      Delete
  8. Engg.. resiko cinta lokasi emang gede sih, mba. Apalagi di dunia media, yang jam kerjanya sampe tengah malam. Balik lagi, harus inget keluarga, inget Tuhan, ingat masa depan yess :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. PErcaya sama mba Intan :) mau media mau dimanapun yg ptg kuat iman xixixi sepakat sama mba mesti ingat semua itu

      Delete

Selesai baca yuk tinggalin jejak komennya ^^
Haturnuhun

 

Bunda Nameera's Blog Template by Ipietoon Cute Blog Design