Saturday, June 4, 2016

Sebening Air Perigi Ananda Yang Menginspirasi di Tahun Monyet Api

Membaca buku bagi saya pribadi merupakan aktifitas yang saya lakukan jika di waktu senggang sebagai hiburan untuk menghilangkan lelah dan penat. Tak heran jika ada yang membaca CV saya maka pada identitas diri saya cantumkan "Membaca" dalam hobi. Hobi membaca pada umumnya dicantumkan dalam CV namun tidak semua orang bisa komit dengan apa yang mereka tulis hehe. Alhamdulilah kalau saya siy apa yang ditulis mampu dipertanggungjawabkan (ayo pak/bu pilih saya y) hohoho.

Jika ditanya kriteria dalam memilih buku bagi saya sendiri siy tidak ada kriteria khusus yang terpenting adalah isi buku itu mampu menginspirasi saya untuk berubah ke arah yang lebih baik, menambah wawasan maupun menginspirasi saya untuk mewujudkan cita-cita menjadi penulis hehehe. 

Sebagai perbandingan, di tahun 2015 saya memfavoritkan novel "Amba" karya Laksmi Pamuntjak. Tokoh dalam novel ini diberikan nama yang diambil dari kisah Mahabharata "Amba, Bisma& Salwa hampir mirip dengan kisah mahabharata kisah percintaannya namun berlatar belakang pergolakan G-30S PKI tahun 1965. Menguak bagaimana sejarah nyata Indonesia di masa itu, hal ini didapatkan penulis dengan melakukan riset terlebih dahulu sehingga konon katanya Mba Laksmi menyelesaikan novel dengan 500 halaman ini selama 8 tahun. Saya sebagai pembaca pun sangat terpukau dengan detail sejarah maupun tempat yang di ulas. Buku ini menginspirasi saya untuk mencari kebenaran mengenai sejarah Indonesia.



Buku Inspirasi 2015

Di tahun 2016 ini, saya menargetkan one month one book tentunya didasarkan dengan keinginan saya mengikuti reading challenge tahun ini yakni 15 buku pada goodreads. Ga banyak siy yang penting otak dapat nutrisi membaca hehehe. Siapa sangka ternyata pak Boss memberikan 4 buku ke saya meskipun 2 buku sudah saya baca ketika SMP dan SMA (Harry Potter). Untuk 2 buku lainnya ada 1 yang sudah pernah saya posting disini tentang Kepribadian Menurut Tanda Baca .

Pemberian Pak Boss 2016 simpan di Kantor





Sementara koleksi buku yang disimpan dirumah tahun 2016 ini masih sedikit, 2 buku diantaranya merupakan pemberian yaitu Hope merupakan oleh-oleh dari suami yang ga pulang-pulang macam bang Toyib hehehe. Dan buku Dae-Ho's pemenang giveaway mba Intan.

Koleksi Pribadi 2016

Sekian buku yang bertumpuk ada 1 buku menginspirasi saya di tahun monyet api ini. Buku ini berjudul "Sebening Air Perigi Ananda" salah satu buku parenting dengan penulisnya seorang Psikolog perkembangan bu Yeti Widiati. Ketertarikan saya membeli buku ini karena melihat postingan di salah satu dosen saya di Facebook. Lalu saya mencoba menghubugi bu Yeti sang penulisnya langsung untuk membeli. Berhubung mencetak sendiri maka harganya pun lumayan Rp 85.000 dengan 263 halaman. Teman saya sampe bilang "buset buat buku doank 85ribu sayang banget tapi bagi saya yang sudah terlanjur jatuh hati tentu tidak akan mempermasalahkan harga (gaya bet hahaha).

Buku ini membahas beragam topik terkait parenting, pendidikan dan psikologi yang mengacu kepada filosofi sedehana. Bahasan bukunya meliputi :
  • Bagaimana menjadi orangtua pada era digital
  • Bagaimaana menyiapkan diri menjadu orangtua idaman anak
  • Cara memperbaiki kualitas komunikasi orangtua kepada anak
  • Menjawab berbagai pertanyaan populer seputar pengasuhan anak 
Bagi saya pribadi isi tulisan bu Yeti ini mudah dipahami dengan topik bahasan sehari-hari jadi ketika saya membaca setiap bab-nya berasa bercermin karena memang menurut penuturan sang penulis, dimana tulisan ini terinpirasi dari pengalamannya sehari-hari sebagai orang tua yang salah satu anaknya ABK (anak berkebutuhan khusus) yakni Crouzon Syndrome (kelainan perkembangan tulang kepala) dan sebagai seorang psikolog perkembangan.

Beberapa bahasan dalam buku ini juga menjadi inspirasi saya dalam menulis di blog ini seperti : Istilah Kurang Piknik,Introvert vs Ekstrovert vs Ambievert,Filosofi Penggali Sumur. Meski sudah selesai membaca tetapi tetap saya buka terus sebagai reminder dalam mengasuh sang buah hati.

Bahasan tentang Full Time Mother (FTM) Vs Working Mother (WM) juga dibahas dalam buku ini. Didalamnya tidak memojokkan dua istilah ini namun penulis melihat kedua hal ini dari sudut pandang beragam masalah anak yang datang kepadanya yang menurutnya bisa juga memwakili populasi masalah yang ada, namun bisa juga tidak mewakili populasi yang sebenarnya. Kesimpulan yang diperoleh bahwa masalah anak tidak langsung terkait dengan apakah ibunya WM atau FTM. 

Setiap masalah anak berdiri sendiri, ia memiliki latar belakang dan penyebab yang unik satu sama lain. Betul, adakalanya kondisi WM yang sibuk dan kurang dapat menyisihkan waktu untuk anak menjadi alasan pada masalah anak. Tapi menariknya, masalah yang sama juga bisa terjadi pada FTM. FTM tidak perlu merasa lebih baik daripada WM karena pada satu titik akan membutuhkan perempuang bekerja seperti dokter kandungan, guru perempuan, perawat perempuan. Sebaliknya WM juga jangan merasa leih baik dari FTM.

Jadi bersyukurlah dan berbahagia menjadi FTM jangan lupa ada saat-saat ntuk kontribusi bagi masyarakat. bersyukur dan berbahagia juga menjadi WM, jangan lupa ada waktu dan perhatian yang perlu kita berikan juga bagi keluarga, anak-anak dan suami kita.

Paragraf di atas adalah cuplikan dari tulisan-tulisan yang ada dalam buku "Sebening Air Perigi Ananda". Dan masih banyak bahasan menarik sesuai dengan kondisi kekinian. Karena itu saya menjatuhkan buku "Sebening Air Perigi Ananda" yang menginspirasi di Tahun Monyet Api ini.  
Yuk, ikutan Giveaway for Booklovers di blognya Anne Adzkia. 
My Precious

28 comments:

  1. Ih,suka deh sama tampilan blognya. Pengen dong diajarin bikin tampilan blog yang kece gini. Maklum, Mbak, saya anak kemarin sore, baru punya blog, trus ikut giveaway. Hehehe.

    Btw, saya tertarik sama buku parentingnya. Bisa nih saya masukin dalam list bacaan saya tahun ini.

    Salam kenal, Mbak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo mba salam kenal juga hehehe ini saya ngulik dan cari sendiri templatenya saya juga baru mba hhehe..
      Mangga mba bisa dibeli langsung ke penulisnya sxan menambah relasi :)

      Delete
  2. templatenya cakep sekarang :) ..aku juga suka baca buku mbak..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasi mba hehehe :)
      Semoga bukan buku tabungan y mba hahaha

      Delete
  3. wah teamplatenya baru, bulan baru, teamplate baru :D

    ReplyDelete
  4. Buku-buku psikologi memang menarik kalau buat saya sih. Harganya iya lumayan wow juga ya, haha... Tapi buat nambah pengetahuan sih asyik-asyik aja, apalagi kalau lagi ada duit, hehe...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mba dulu pas masi kuliah aza suka keringet dingin kalau suru beli buku sama dosen hahaha mahal harganya :p

      Delete
  5. lagi pengen banget baca2 buku parenting nih mbak, walaupun kayaknya masih butuh waktu lama buat aku jadi parent hehehe. terbitan baru kah ini? kalo iya, harus masuk wishlist.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Baru terbit bulan januari 2016 ini mba bukunya bagus suer deh qu ga boong :D

      Delete
  6. Bagus loooh ulasannya...
    ternyata, penulisnya mengalami langsung kisahnya ya, jadi rasanya lebih mengenaaa...

    Salam kenal ya Kak Nameera ^,^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasi mba Ocha salam kenal jg btw nameera anak saya hhh klo saya sendiri Herva :)

      Delete
  7. Bukunya bagus-bagus, sudah lama enggak baca fiksi, jadi kepengin baca novel nih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ayo mba nti share y review novelnya hehehhe

      Delete
  8. Kalau saya sekarang lebih suka pakai istilah stay at home mom daripada full time mom, karena lebih aman dan tidak menyinggung ibu2 bekerja. Bukunya sptnya bagus ya, recommended. Nanti saya mau cari aah. Makasih sudah ikutan GAnya ya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasi mba Anne masukannya dan sudah berkunjung :)

      Delete
  9. Duh kebetulan banget mbak saya pengen baca buku yang baru lagi untuk mengisi hari hari yang membosankan pada saat puasa dan juga sekalian untuk melupakan rasa lapar yang sedang melanda.

    ReplyDelete
    Replies
    1. bagus ini kang selain menghilangkan kebosanan juga menambah ilmu parenting :p

      Delete
  10. Tossss dulu....! :) Karena kita sama-sama penyuka buku. Mungkin cuma beda genre saja. Tapi, itu tak masalah. Yang penting, kita harus menghargai dan memanjakan buku. Membaca adalah salah satunya...
    Aku suka lihat buku-buku koleksi Mbak Herv, tapi lebih suka lagi jika ada buku bertuliskan nama Herva Yulyanti di sampul buku sebagai penulisnya. :)
    #MemotivasiDiri

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin semoga suatu saat nanti bisa menelurkan sebuah buku hehehe...makasih kang komennya bikin semangat ^^

      Delete
  11. Replies
    1. Ah ibu terimakasih banyak atas kunjungannya :)

      Delete
  12. kepingin juga nih baca banyak literatur yang sudah banyak mengulas tetang tugas pokok Orangtua terhadap anak.
    apalagi bagi saya yang baru jadi Orangtua ... Thanks Infonya

    ReplyDelete
    Replies
    1. sama-sama alhamdulilah semoga bermanfaat :)

      Delete
  13. Jadi tertarik baca, hihi, suka yang ada kajian dari pakar en ga ada bahasa sumbu pendeknya sehingga condong ke satu sisi. Kalo penulisannya buku diriset secara empiris artinya ya bukan opini sepihak hihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mba Nit enak banget dibacany btw klo mau itu diatas ada penulisnya bu yeti komen bisa hub blio klo mau

      Delete
  14. Penasaran dengan "Sabtu Bersama Bapak" hehehe....., Investasi yg luar biasa Bunda Namee....khususnya dengan status wanita bekerja dan seorang ibu plus istri...., sy pikir gak bener pria itu lebih tangguh daripada wanita, mungkin iya secara fisik tapi secara mental, psikologis dan emosi...aktivitas bunda namee itu butuh menajemen diri yg luar biasa konsisten....respect, keep share.....

    ReplyDelete
    Replies
    1. bagus loh Sbatu bersama bapak kang apalagi sudah difilmkan :)
      terimakasih banyak :)

      Delete

Selesai baca yuk tinggalin jejak komennya ^^
Haturnuhun

 

Bunda Nameera's Blog Template by Ipietoon Cute Blog Design