Tuesday, April 5, 2016

Sekilas Mengenai Stroop Effect Test

Terinspirasi dengan kegagalan anak saya dalam membedakan warna xixixi dimaklum usianya belum genap 3 tahun meskipun baru mengenal warna pink, coklat, ungu, hijau dan hitam itu membuat saya senang selain 5 warna itu tentunya ia belum bisa paling dijawab warna pink sebagai warna favoritnya.

Karena berkaitan dengan warna saya jadi teringat dengan 'Stroop Effect Test' kalau tidak salah waktu kuliah psikologi kognitif bunda bersama rekan kelompok membuat praktikum Stroop Effect Test ini. Latar belakang kelompok akhirnya membuat simulasi tes ini untuk melihat keseimbangan fungsi otak kanan-otak kiri tapi sebenarnya stroop effect tes ini lebih mengukur atensi atau perhatian individu.
Tesnya sendiri seperti ini :

sumber : http://scistarter.com
1. MERAH    2. HITAM     3. UNGU     4. PUTIH

Intruksinya :  Diminta untuk menyebutkan warna tinta pada kata-kata warna tersebut. 

Jadi nomer 1 jawabannya BIRU
nomer 2 jawabannya MERAH
nomer 3 jawabannya HIJAU
nomer 4 jawabannya HITAM

sekilas memang terlihat sederhana bukan?tapi bagaimana jika tesnya diwaktu dengan banyak persoalannya?hahaha pusing-pusing deh. 

Jadi dalam stroop effect ini berkaitan dengan kemampuan dimana kebanyakan orang akan lebih cepat untuk membaca kata-katanya dibandingkan dengan melihat tinta warna dari kata-kata tersebut. Penemunya adalah John Ridley Stroop, dimana pertama kali diterbitkan tesnya dalam bahasa Inggris pada tahun 1935. Namun tes ini sebelumnya telah diterbitkan di Jerman pada tahun 1929.
Untuk efek Stroop ini melibatkan dan mengaktifkan area otak yang terlibat dalam persepsi warna nama bagian otaknya agak sulit dibicarakan hahaha (bilang aza lupa bun hehe). Nah tes ini dianggap untuk mengukur perhatian selektif, fleksibilitas kognitif dan kecepatan pemrosesan untuk mengambil keputusan dan dapat membantu dalam diagnosis dan karakterisasi gangguan psikiatri dan neurologi. Wuih keren juga yah padahal sederhana loh bunda ga kepikiran sampe sono wkwkwk. *angkat jempol buat Abang John Ridley Stroop.

Para peneliti juga menggunakan efek Stroop selama studi pencitraan otak untuk menyelidiki daerah otak yang terlibat dalam perencanaan, pengambilan keputusan, dan cara mengelola gangguan di dunia nyata (misalnya SMS dan mengemudi). Kalau lebih jelasnya bisa searching di mbah google banyak berseliweran tentang stroop effect test ini. 

semoga bisa menginspirasi y dan bermanfaat. 




 

17 comments:

  1. Wah iya juga ya lumayanmembingungkan, soalnya saya lagi pusing nih nge blognya, ahi hi hi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehehe atensinya kebagi-bagi y jadi bingung :p

      Delete
  2. Pas baca judulnya...test apa lah ini...eee setelah baca...ternyata saya😎 sering ngasi ni tes sama murid2 buat ice breaking. Ternyata namanya Stroop Effect Test ya...hehe..makasi mak 😁

    ReplyDelete
  3. baru tahu ni tentang stroop effect mbak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mangga dicoba mba tapi diwaktu hehhe mengasah kemampuan atensi mba

      Delete
  4. Ini kaya psikotes gt ya Mak. Baru tau namanya itu hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tesnya familiar y mak cuman namanya aza y yg kurang familiar didenger hehehe. Dadah2 sama bang John Ridley Stroop yang menelurkan tes ini ^_^

      Delete
  5. Aku jadi penasaran ama tes2 psikologi gini mbak :D.. penasarannya krn dari tes2 ini kan kita bisa tau kepribadian org tersebut.. Itu yang pgn aku pelajarin :D.. nyesel banget dulu ga masuk psikologi..

    Juga karena, aku heran ama HRD kantorku.. aku sempet 2x referensiin 2 teman, yg orang bank juga, utk kerja di bank tempatku. 2-2 nya pinter, tapi malah ga lulus tes. Sementara ada 1 yg mereka lulusin, tapi kemudian terbukti anaknya ga bisa ngapa2in, dan skr terancam di pecat nih kalo performancenya g juga bgs. Nah yg bikin aku bingung itu... kenapa dr awal bisa lulus.. yg dites itu apanya yaa.. penasaran itu loh mbak.. Tapi HRD ga mungkin ksh tau kan ya kalo aku tanya gini ke mereka ;p

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yah syg banget yah Mba 'False Hire', kalau dari HRD sendiri biasanya hasil dari psikotes combine interview mba. Kadang ada yang hasil tes (potensi) baik namun kompetensi yang diinginkan ga kegali diinterview makanya ga lolos. Boleh aza mba tanyain ke HRD-nya, kalau qu sering juga kok ditanyain dept lain knp si A ga lolos atau si B yg lolos. Biasanya qu jelasin mba biar mereka tahu.

      Delete
  6. Cukup mengecoh, Mbak.. tetep seringnya mengikuti tulisan, bukan dari warna.

    ReplyDelete
  7. Keren tulisannya mbak. Salam kenal ya. Salam blogger!

    ReplyDelete
  8. Halooo bun, aku orang yang baru mampir nih hehe.
    Baru tau ada beginian, hemmmmm....
    Kepo juga, aku kayak apa yah hasil nya yah kalo di tes hahahahaha

    ReplyDelete
  9. Mba Herva, kayaknya ini pas buat aku yang sukanya multitasking. Beda ama Bunda Neyna nih yang kalau fokus pada satu bisa. Ya seperti kisah fokus ke Shuha. Hahhahahaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha iyes mba aduh Suha mengingatkan sajah :P

      Delete

Selesai baca yuk tinggalin jejak komennya ^^
Haturnuhun

 

Bunda Nameera's Blog Template by Ipietoon Cute Blog Design