Tuesday, March 29, 2016

Mengenal Profesi Assessor Lepas

Mungkin banyak yang masih belum familiar dengan profesi Assessor. Assessor sendiri adalah orang yang melakukan assesment untuk menggali kompetensi dari peserta yang diassesnya atau yang disebut assessee, dalam prosesnya sendiri Assessor berperan tidak hanya conduct simulasi yang akan dimainkan assessee tetapi juga melakukan observasi selama proses berlangsung, hal ini dilakukan agar proses meeting assessor menghasilkan level/rating dari kompetensi yang dimiliki peserta AC (Assessment Center).

Hasil dari meeting assessor tersebut akan dijadikan acuan dalam pembuatan report AC. Jika ada yang minta sampai feedback maka tugas Assessor lanjut menyampaikan feedback kepada peserta yang telah mengikuti AC tersebut. Untuk AC sendiri pernah saya tulis di tahun lalu (Baca Lagi : Assessment Center).

Terdengar ribet bukan?ya..ya..ya (nada cocokologi initalkshow hahaha) namun jika sudah menjalani dan sudah terbiasa akan dengan mudah menjalaninya. Menjadi Assessor mesti banyak terlibat sehingga kemampuan kita membaca dan menyimpulkan kompetensi dari peserta AC akan lebih mudah. Jadi jam terbang kita akan menentukan kualitas kita sebagai assesor.

Inspirasi untuk menjadi assessor lepas datang dari seorang assesor yang didatangkan kantor untuk membantu saya dan rekan assessor yang kesulitan dalam meeting assessor. Sempat terlintas dalam benak saya untuk resign dan bergabung menjadi assesor lepas namun setelah difikirkan dengan matang sepertinya assesor lepas bisa jadi main job saya jika anak saya sudah besar karena jadwal yang tidak menentu serta intake data yang bisa saja terbang dari Sabang hingga Merauke xixixi. Terakhir lihat rekan saya melakukan AC di Papua, di Aceh, di Sumatera dan saya disini saja hahaha.

Adakah syarat untuk menjadi assessor?kualifikasi pendidikan tidak membatasinya jadi siapapun lulusan apapun bisa menjadi assessor namun sebaiknya mengikuti sertifikasi terlebih dahulu jika nanti ingin terlibat lebih dalam tapi sejauh ini assessor lepas yang saya kenal lulusan S1 dan S2 Psikologi semua.

Sempat 2x bertemu dan berkumpul dalam wadah workshop pembuatan tools AC disinilah saya banyak berkenalan dengan Assessor lepas angkatan 80-an *salim Pak/Bu hehehe. Rata-rata kenalan Assessor lepas yang senior jebolan kampus biru semua cin disitu saya merasa minder hahaha. 

Jika mendengarkan pengalaman mereka menjadi Assessor lepas, bisa saya tarik dalam dua sisi ada positifnya dan ada negatifnya.  

Sisi Positifnya profesi Assessor Lepas sbb :
1. Waktu Fleksibel jadi sesuka hati dan kantong kalau mau ambil orderan jobnya hahaha
2. Jalan-jalan gratis karena biaya ditanggung instansi yang meng-hire untuk melakukan AC ditempatnya. Dari penginapan sampe uang saku dikasih.
3. Upah yang diterima didapat dari banyaknya report yang dibuat, rangenya sendiri 1 report bisa dikasi harga 800rb - 1juta (katanya loh) tapi tergantung provider AC dimana tempat kita bernaung. Yang saya kenal si dari PPM dan BPI. Bayangkan sekali intake data buat report 5 aza uda berapa rupiah?ya..ya..ya 4 juta - 5 juta ga sebulan kerja loh biasanya cuman 2-3 hari za kemudian meeting assessor dan bikin report deh.
4. Menjalin relasi dari berbagai kalangan, dari berbagai jabatan. Keren kan?
5. Bisa tahu kamus kompetensi masing-masing lembaga plus tahu juga kondisi karyawan yang di AC.

Kalau sisi negatifnya sendiri :
1. Dikejar deadline report, kalau lagi musimnya AC (ini katanya ya) maka terus-terusan intake data maka y reportnya banyak yang mesti di kelarin. Saya sendiri karena jam terbang masih disini saja bikin 1 report bisa seharian (nangis-nangis kalau dikejar 10 report dalam 3 hari wkwkwk)
2. Kalau ga ada orderan alias ga da yang hubungi dari 1 provider maupun provider lain yo wiz kencangkan ikat pinggang hehehe. Tapi ada satu pembicaraan menarik yang saya rekam tahun lalu saat bertemu senior Assessor sebut saja Bu Anday, saya bertanya bagaimana jika sepi orderan, jawaban dia sangat makjleb sekali, beliau berkata "Mba, saya percaya sama Gusti Alloh yang uda atur semuanya Alhamdulilah orderan ada aza dari teman-teman assessor yang jarkom buat AC". Nah masih ada yang galau gelisah?berarti ga percaya ya sama Gusti Alloh
3. Jadwal Meeting assessor ga kenal waktu, maka dari itu perlu kesiapan mental meninggalkan keluarga untuk lebih banyak mobile.
4. Kadang merasa bosan saking sudah jadi rutinitas. Memang ini juga saya alami berbulan-bulan meeting assessor terus disini sampe bocannnn tak terhingga hahaha.
5. Perlu jam terbang tinggi sampe akhirnya terpilih untuk project besar karena biasanya provider akan memberikan CV ke lembaga yang akan melakukan AC, kalau masih newbie siy dikasi project tingkat kecil.

Setiap pekerjaan ataupun profesi tentunya ada sisi positif dan negatif. Namun yang terpenting adalah komitmen dan tanggung jawab kita dalam melakukannya sesuai prosedur. Kalau sekarang saya ditanya cita-cita, maka saya akan jawab : Saya Ingin Jadi Assessor Lepas ^^.

Oiya untuk sertifikasi Assessor sendiri biayanya tahun lalu di PPM 9,8 juta, di BPI tahun 2016 ini sekitar 7,5 juta. Mulai nabung kalau ada yang tertarik jadi assessor mayan gede ya. Saya sendiri karena tahun 2012 itu dibiayai oleh perusahaan sebelumnya kalau tahun 2012 masih 7,5 juta di PPM jadi aman ga perlu keluar duit *haturnuhun pisan.
Biaya itu untuk dapat sertifikat ini jadi bisa ngasong deh kemana-mana.

Sengaja dimiringin biar susah bacanya hahaha

Sekian ceritanya semoga bermanfaat ya..

6 comments:

  1. TAUNYA ..cuma asesor akreditasi prodi kampus..

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehehe sekarang jadi tau lagi y mba ada assessor untuk assessment center ^^

      Delete
  2. Makasih ya mba, jadi tau banyak mengenai assesor lepas. Hanya ada yang mau ditanyain lagi hehe... Prosedur terima job dan serahin laporan seperti apa ya mba prosedurnya kalau posisi kita sebagai assessor lepas berbeda kota dengan assesment center tempat kita bernaung,trmksh

    ReplyDelete
    Replies
    1. untuk prosedurnya sendiri nanti dihubungi pihak vendornya mba klo report sendiri bisa via email.

      Delete

Selesai baca yuk tinggalin jejak komennya ^^
Haturnuhun

 

Bunda Nameera's Blog Template by Ipietoon Cute Blog Design