Tuesday, December 29, 2015

Dari Teman Jadi Atasan?


 
 Dear Anakku, di suatu hari nanti kamu akan menemukan seorang teman, teman berbagi, teman bermain yang mungkin posisi bunda pula akan sama dengan teman yang kau miliki. Jika bekerja nanti tentunya kau akan dikelilingi dengan teman-teman kerja berbagai karakter yang cocok denganmu akan menjadi teman dekat dikantor. Fungsi teman kantor mungkin hanya sekedar tempat berbagi masalah tentang pekerjaan atau lebih dari itu seperti hubungan pertemanan bunda dengan bibi mella (Baca Juga : Siapakah Bibi Mella?) yang dipertemukan dalam satu atap kantor kemudian kita klik hingga sekarang meski kita telah berpisah namun masih menjaga hubungan.
Anakku, bekerja sekantor dengan teman memang menyenangkan. Tapi juga bisa jadi rumit kalau suatu saat nanti sang sahabat ternyata adalah bawahan kita. Garis batas antara hubungan pribadi dan profesional berpotensi menjadi buram. Jika tidak ditangani dengan hati-hati, pertemanan kita akan mengundang desas-desus tidak sedap di kantor,  bahkan mengancam hubungan baik kita dengan teman tersebut. Ada beberapa hal yang perlu kau perhatikan jika teman menjadi bawahanmu.


1. Berusaha Untuk Adil
Adil disini bersikap sesuai dengan aturan, jika temanmu bermasalah maka tegur dan jangan sungkan memberi keputusan sesuai dengan aturan, jika temanmu berprestasi maka berilah penghargaan. Lupakan masalah status sebagai teman terlebih dahulu jangan pilih kasih yang nantinya akan berimbas pada kecemburuan pihak lain. Kasus real yang bunda temui disini : ada 2 orang sahabat suatu ketika salah satu diantaranya diangkat menjadi kepala bagian karena ia merasa berjuang bersama-sama sahabatnya itu dengan berani sang sahabat merekomendasikan sahabatnya untuk juga menjadi kepala bagian karena ia merasa tidak enak dengan temannya yang menjadi bawahan.

2. Batasi Topik Pembicaraan
Berhati-hatilah anakku dan cermat untuk memilih hal-hal yang bisa dan tidak bisa kita ceritakan kepada teman kita, begitu juga sebaliknya. Suka atau tidak, semua orang punya prioritas berbeda. Informasi perusahaan yang bersifat rahasia dan hanya boleh diketahui oleh posisi tertentu, jangan sampai bocor ke telinga sang teman di sesi obrolan kita diluar kantor. Jangan sampai hal ini menjadi bumerang untukmu.

3. Berhati-hati Dengan Tindak Tanduk di Kantor
Jangan sampai melakukan sesuatu yang memicu gosip tidak sedap dikantor. maka berhati-hati dan untuk pertemanan sendiri jagalah sedemikian rupa sehingga adil.

4. Menjaga Komunikasi
Bukan berarti kita menghindari bicara dengannya. Jika ia butuh masukan mengenai pekerjaan, jadilah seorang sahabat yang dapat memberi input berharga dan jika ada hal yang kita rasa bisa membantu meningkatkan performanya di tempat kerja, berikan nasehat kita. 

5. Terlalu Sensitif
Jika kita atau teman mengkritik dan mengomentari hasil pekerjaan kita, jangan masukkan dalam hati. Pastikan juga agar teman kita paham kalau kritik dan komentar kita semata-mata bersifat profesional dan bukan serangan pribadi.

6. Terlalu Akrab di Tempat Kerja
Memang sulit rasanya menyeimbangkan kehidupan pribadi dan kerja, namun jagalah agar selama di lingkungan kantor, interaksi kita selalu bersifat profesional dan seperlunya saja. Begitu pula di ranah jejaring sosial. Sering berbalas-balas tweet atau komentar nantinya berisiko menyulitkan keseharian teman kita di kantor. Ambil amannya saja.

7. Membawa Urusan Pekerjaan Ke Luar Kantor
Ketika di luar kantor, usahakan agar pembahasan mengenai perkara kantor tetap minimum agar pembatas antara work dan life tetap terjaga dengan baik. Lagipula, ketika  keluar dengan teman-teman lain, tidak adil, kan jika mereka terdiam mendengar kalian berdua membahas Urusan kantor, untuk urusan kantor tetap di kantor.

 

2 comments:

  1. Pengalaman yang sama Mak, tapi lucunya ketika saya dipromosikan jd atasan yg sirik justru orang lain yg sama sekali tidak berhubungan dg kepemimpinan saya. Teman2 dekat jadi pasukan pembela yang menguatkan :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah berarti Mak Winda bener-bener punya teman sejati bukan teman yang susah lihat kita senang atau senang lihat kita susah. tetap Semangat Mak Winda meski pada sirik ^^

      Delete

Selesai baca yuk tinggalin jejak komennya ^^
Haturnuhun

 

Bunda Nameera's Blog Template by Ipietoon Cute Blog Design