Marah Vs Sabar

Rabu, 05 Agustus 2015
Cimahi, 05 Agustus 2015


Anakku, sebenarnya pengendalian diri ada dalam diri kita masing-masing. seringkali kita tidak menemukan ketidaksesuaian yang akhirnya emosi kita memuncak. Tapi disitulah akhirnya kita akan memutuskan untuk marah meluapkan emosi atau meredam dan bersabar.

'Bunda bukanlah ibu yang sempurna anakku, maafkan bunda yang terkadang khilaf membentakmu untuk hal sepele yang bunda tidak mengerti akan kemauanmu. Anakku sayang betapa menyesalnya bunda jika berlaku seperti itu. Bundapun belajar darimu, bagaimana kau masih akan ttp mencium dan memeluk bunda meskipun amarah bunda sudah terlanjur keluar membuatmu takut dan menjerit'

Suatu hari nanti, kita akan saling mengerti keadaan itu, maafkan bunda karena level sabar bunda masih hanya ada dalam genggaman. terimakasih putri kecil bunda yang cantik yang selalu belajar memaafkan dan arti maaf yang sesungguhnya..


Kantor, disela istirahat bunda tuliskan ini sebagai reminder untuk bunda BERSABAR karena Allah.
Kecup sayang Bunda untukmu..

Ciptakan Kebahagian Sendiri

Minggu, 02 Agustus 2015

Jakarta, 02 Agustus 2015



Anakku, dalam hidup ini kau akan temui kebahagiaan dan kesedihan. Tidak semua hidupmu akan diwarnai kebahagiaan tetapi akan ada saatnya kau temui kesedihan. Bersyukurlah saat kau temui kebahagiaan dan terimalah setiap kesedihan dengan ikhlas. Allah sangatlah tahu apa yang kau butuhkan melebihi bunda. Anakku, janganlah terlalu menyempitkan duniamu dengan kesedihan hingga kau lupa akan kebhagiaan yang akan selalu hampiri disetiap kesedihan.

"Masih di Jakarta, malam ini bunda bertemu dengan sahabat dari kantor lama namanya Bibi Mella. kami sudah lama tidak bertemu hingga memutuskan dalam kesempatan workshop yang bunda jalani memberikan kesempatan untuk bertemu dengannya itulah kebahagiaan anakku. Malam tadi kami berjalan menyusuri kota Jakarta ke sebuah mall karena kami tidak tahu akhirnya berjalan jauh. sepanjang jalan kota Jakarta yang merupakan ibu kota Jakarta bunda temui sejumlah gelandangan dan pengemis. Ada yang membuat bunda miris adalah pengemis yang ada dijembatan penyebrangan terdiri dari ibu dan 3 orang anak yang masih bayi dan batita ketika anak2 seusiamu harus tidur nyenyak tp mereka berada dijalanan yang dingin dan kotor itulah kesedihan anakku. Tetapi ada yang menarik perhatian bunda, mereka tidak pake sendal saat hendak pulang tetapi mereka tertawa riang gembira seolah tanpa beban, mereka becanda disepanjang jalan. "

Anakku itulah utama yang ingin bunda sampaikan adalah Kebahagiaan dan kesedihan itu kau sendiri yang ciptakan. percayalah anakku dengan bersyukur Allah akan berikan banyak lagi. 


Manfaatkan Kesempatan Yang ditemui

Sabtu, 01 Agustus 2015
Jakarta, 01 Agustus 2015

Anakku Nameera, tidak ada satu kebetulan di dunia ini melainkan Allah sudah mengatur segalanya sedemikian rupa sehingga kita bisa memahami arti temuan yang kita hadapi. Anakku, kita akan selalu dipertemukan dengan siapapun didunia ini dengan kehendak Allah. Manfaatkan setiap pertemuan yang kau alami bukan hanya sekedar perkenalan tetapi curilah Ilmu dan pengalamannya yang tidak pernah kau alami sendiri sebagai acuan kelak jika kau mengalami hal yang sama. kau bisa ambil yang positif dari setiap pertemuan yang kau alami. 

"31 Juli 2015 - 02 Agustus 2015 bunda harus meninggalkanmu untuk mengikuti workshop mendesain tools assessment center, bukan keegoisan anakku sehingga tega meninggalkanmu yang masih 2 tahun usiamu. Anakku, bunda ingin punya ilmu, ingin bisa menjadi pribadi yang bermanfaat bukan hanya untuk perusahaan tetapi juga untukmu kelak. Anakku, jika materi tidak bisa kuberikan kelak semua ilmu yang bunda miliki akan bunda transfer untukmu. Dalam workshop ini, bunda bertemu dengan psikolog yang kuliah dari angkatan tahun 1980 - 1982, bunda belum lahir bahkan ketika bunda lahir mereka telah sukses menyandang gelar psikolog. semua ilmu dan pengalaman mereka bagi untuk bunda yang paling muda dalam pertemuan makan malam tadi. bangga bunda bisa mengetahui apapun yang ternyata belum bunda ketahui."

Anakku, janganlah berhenti untuk mencari tahu apa yang belum kau tahu. jika Ayah atau Bunda tidak tahu carilah dengan kedua mata, kedua kakimu. Semoga Allah selalu menuntun kebaikan untukmu dalam menjawab keingintahuanmu.

Segenap Cinta untukmu.....

Ketuklah Hati memulai Empati

Cimahi, 14 Juli 2015


Anakku, tidak ada yang lebih menyenangkan di Dunia ini selain engkau membahagiakan orang lain. Jadilah pribadi yang memiliki empati tidak hanya kepada orang lain tetapi kepada saudara2mu meskipun konflik lebih banyak akan timbul dengan saudara2mu. Anakku bersyukurlah dengan segala yang telah kau miliki, barangkali disana masih ada orang susah yang dalam hati kecilnya menginginkan hidup sepertimu. Anakku berbagilah dengan apa yang kamu punya bukan untuk pujian dari manusia tetapi kelak apa yang kamu lakukan sekecil apapun menjadi pertimbangan oleh Allah dihari akhir nanti.

"pernah suatu pagi bunda melihat seorang bapak tua yang menggendong tas dengan timbangan ditangan kanan dan tensi ditangan kiri, berbaju koko rapi dan sendal jepit yang sudah lusuh dengan kaki yang pecah-pecah, dalam hati bunda berdoa yAllah pertemukan saya dengan bapak itu perkenankan saya bersedekah untuknya" hari ini Allah sudah mengatur pertemuan bunda dengan bapak tua itu namanya pak Affan dari cililin dia jalan dan mencari orang yang mau diperiksa, Alhamdulilah sedekah sedikit tp bermakna buatnya, doanya si bapak yang tulus untuk kita semoga mengalir sampai nanti"

"Anakku bukalah matamu, ketuklah hatimu. semoga bunda mampu mendidikmu dengan menanamkan ketauhidan dan kebaikan semoga engkau menjadi pribadi yang bermanfaat untuk orang lain. Aamiin"


Auto Post Signature

Auto Post  Signature